<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-1368248973152853687</id><updated>2011-07-07T17:16:16.727-07:00</updated><category term='Al Qur&apos;an'/><category term='Hadist'/><category term='Mutiara Hadist'/><category term='Motivasi'/><category term='Galeri'/><category term='Peluang Usaha'/><category term='Galeri Muslim'/><category term='Spirit Bisnis'/><title type='text'>moslem entrepreneur</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://maestro-bisnis.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1368248973152853687/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://maestro-bisnis.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>H.Fardhol Suparlan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06617279264361254919</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_TmDO2atm0c4/SaKnA0HLJZI/AAAAAAAAACk/nd6svNtzwoM/S220/syaikh.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>28</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1368248973152853687.post-3626096452843383119</id><published>2010-01-17T23:23:00.000-08:00</published><updated>2010-01-17T23:30:10.659-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mutiara Hadist'/><title type='text'>Bersyukur Atas Nikmat Allah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_TmDO2atm0c4/S1QNz_n1-2I/AAAAAAAAARA/GCkh1aJce-k/s1600-h/77bismillah.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 144px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_TmDO2atm0c4/S1QNz_n1-2I/AAAAAAAAARA/GCkh1aJce-k/s200/77bismillah.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5427978637791329122" /&gt;&lt;/a&gt;Hadits Arba’in Nomor 26, Bagian Kedua&lt;br /&gt;Di antara kandungan hadits Rasulullah saw dalam kitab Arba'in Nawawiyyah yang ke-26 ini adalah pelajaran kepada manusia untuk mensyukuri nikmat Allah swt yang sangat melimpah dan tidak dapat dihitung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebab, hadits Arba'in ini bisa dimaknai atau dipahami, “diciptakan oleh Allah terdiri dari banyak ruas, semuanya ada tiga ratus enam puluh (360) ruas. Setiap ruas ini mencerminkan kenikmatan yang Allah berikan kepada manusia. Oleh karena itu, setiap ruas ini diperintahkan untuk bersedekah, sebab atas nama setiap ruas ini merupakan ekspresi dan bentuk syukur manusia kepada Allah.” (lihat Ibn Rajab al-Hanbali dalam Jami' al-Ulum wa al-Hikam saat menjelaskan hadits ini).&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kewajiban manusia untuk mensyukuri nikmat penciptaan manusia yang terdiri dari susunan ruas-ruas dan organ-organ ini telah diisyaratkan dalam QS Al-Infithar: 6-8, QS Al-Mulk: 23, QS An-Nahl: 78, QS Al-Balad: 8-9.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diceritakan bahwa pada suatu malam seorang ulama bernama al-Fudhail bin 'Iyadh membaca Al-Qur'an surat Al-Balad ayat 8 sampai 9 ini, lalu ia menangis. Maka orang-orang yang melihatnya menanyakan apa yang membuatnya menangis? Ia menjelaskan, "Tidakkah engkau memasuki malam harimu dalam keadaan bersyukur kepada Allah swt yang telah memberikan dua mata kepadamu dan dengan dua mata ini engkau dapat melihat? Tidakkah engkau memasuki malam harimu dalam keadaan bersyukur kepada Allah swt yang telah menjadikan untukmu satu lidah yang dengannya engkau dapat berbicara?" Fudhail terus menerus menyebutkan organ-organ seperti ini dengan mengajukan pertanyaan retoris yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Kenikmatan yang terlupakan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai penegas terhadap keharusan untuk mensyukuri nikmat Allah ini, Rasulullah bersabda, “Ada dua kenikmatan, banyak manusia menjadi merugi gara-gara dua kenikmatan ini, yaitu; nikmat kesehatan dan nikmat waktu luang.” (HR Imam Bukhari dalam kitab Shahih-nya, hadits no. 6412).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukankah semua ruas tulang belulang manusia merupakan wujud dari kesehatan yang Allah swt berikan itu? Namun, sayangnya, sebagaimana tersebut dalam hadits, banyak manusia melupakannya sehingga mereka menjadi merugi karena tidak mensyukurinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Pertanggungjawaban untuk setiap kenikmatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua kenikmatan yang Allah swt berikan kepada manusia akan dimintai pertanggungjawabannya. Termasuk kenikmatan yang berupa 360 ruas tulang belulangnya. Caranya adalah dengan menunaikan hak dan kewajiban setiap ruas tulang belulang tersebut untuk bersedekah, sebagaimana telah dijelaskan pada tulisan yang lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini sejalan dengan QS At-Takatsur: 8 yang menegaskan bahwa manusia akan dimintai pertanggungjawaban atas segala bentuk kenikmatan yang telah diterimanya. Sejalan pula dengan QS Al-Isra':36 yang menegaskan bahwa pendengaran, penglihatan dan hati itu akan dimintai pertanggungjawaban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Cara mensyukuri nikmat Allah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada banyak cara yang dapat dilakukan manusia untuk mensyukuri nikmat Allah swt. Secara garis besar, mensyukuri nikmat ini dapat dilakukan dengan cara-cara sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1.Mensyukuri dengan hati, dengan mengakui, mengimani dan meyakini bahwa segala  bentuk kenikmatan ini datangnya dari Allah swt semata.&lt;br /&gt;   2.Mensyukuri dengan lisan, dengan memperbanyak ucapan alhamdulillah (segala puji milik Allah) wasysyukru lillah (dan segala bentuk syukur juga milik Allah).&lt;br /&gt;   3.Mensyukuri dengan perbuatan.&lt;br /&gt;         1.Mempergunakan segala bentuk kenikmatan Allah untuk menunaikan perintah-perintah Allah, baik perintah wajib, sunnah maupun mubah.&lt;br /&gt;         2.Mempergunakan segala bentuk kenikmatan Allah dengan cara menghindari, menjauhi dan meninggalkan segala bentuk larangan Allah, baik larangan yang haram maupun yang makruh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syukur dengan hati, lisan dan perbuatan ini hendaklah terefleksi dan tercermin pada setiap momentum yang bersifat zhahir, bahkan yang tersamar sekalipun. Contoh cerminan sikap mensyukuri nikmat Allah yang tampak secara lahir ini dapat dilihat dalam sikap Nabi Sulaiman as saat ia mendapati singgasana Bilqis telah ada di sampingnya dalam sekejap mata. Saat itu Nabi Sulaiman langsung berkata, "Ini adalah anugerah Allah. Dia bermaksud mengujiku, adakah aku bersyukur ataukah aku kufur." (QS An-Naml: 40)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juga tampak dari sikap Raja Dzulqarnain yang sukses membangun radm (semacam benteng) untuk menghalau serbuan Ya'juj Ma'juj. Setelah sukses besar yang luar biasa ini, ia tidak menisbatkan prestasi spektakulernya itu kepada dirinya, akan tetapi menisbatkannya kepada Allah. Ia berkata, "Ini adalah rahmat dari Tuhanku." (QS Al-Kahfi: 98)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sikap yang sebaliknya ditunjukkan oleh Qarun. Saat ia ditanya oleh kaumnya tentang sukses bisnisnya, ia tidak menisbatkan sukses itu kepada Allah. Dengan penuh 'ujub, sombong dan takabbur ia berkata, "Semua ini aku dapatkan semata-mata karena ilmuku, kepintaranku, kepiawaianku" (QS Al-Qashash: 78). Karena itulah ia diazab Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Nikmat Allah terlalu banyak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jumlah kenikmatan yang Allah berikan kepada manusia begitu banyaknya, dan sekiranya manusia bermaksud menghitungnya, niscaya ia tidak akan mampu melakukannya, sebagaimana QS Ibrahim: 34 dan QS An-Nahl: 18.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kenikmatan sangat banyak dan manusia tidak akan mampu menghitungnya, lalu bagaimana kita harus mensyukuri seluruhnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang demikianlah adanya, yaitu bahwa manusia tidak akan mampu mensyukuri seluruh nikmat yang Allah berikan kepada manusia. Oleh karena itu, jangan ada perasaan, apalagi keyakinan bahwa manusia akan mampu mengimbangi seluruh kenikmatan Allah dengan mensyukurinya. Dengan demikian, manusia akan terus berusaha untuk secara terus menerus mensyukurinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah yang dilakukan Rasulullah saw. Beliau terus melakukan shalat malam yang panjang dan sangat baik, sehingga telapak kaki beliau bengkak-bengkak. Saat 'Aisyah ra bertanya, “Bukankah dosa engkau yang telah lalu dan yang akan datang telah diampuni oleh Allah?" Maka beliau saw menjawab, "Tidakkah aku menjadi seorang hamba yang banyak bersyukur?" (HR Muslim, no 2819).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, perasaan bahwa manusia tidak akan mampu mensyukuri nikmat Allah, bisa menjadi kontraproduktif. Ini akan menjadikan manusia frustrasi dan putus asa untuk dapat mensyukuri nikmat Allah dan sikap ini tentunya tidak dibenarkan oleh Islam. Oleh karena itu, ada dua cara yang ditawarkan Rasulullah dalam hal ini, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1.Setiap hari hendaklah manusia menunaikan shalat Dhuha. Terkait hal ini beliau bersabda, "Semua itu cukup tergantikan dengan dua rakaat Dhuha” (HR Muslim, hadits no. 720). Maksudnya, shalat Dhuha bernilai cukup untuk menggantikan kewajiban setiap ruas tulang belulang manusia dalam menunaikan kewajibannya untuk bersyukur.&lt;br /&gt;   2.Hendaklah seorang manusia merutinkan membaca dzikir pagi dan sore dengan bacaan sebagai berikut: Allahumma ma ashbaha bi (kalau sore membaca: Allahumma ma amsa bi) min ni'matin auw bi ahadin min khalqika faminka wahdaka la syarika laka, falakal hamdu walakasy-syukru. Yang artinya "Ya Allah, kenikmatan apa saja yang engkau berikan kepadaku pada pagi hari ini, atau pada sore hari ini, atau yang engkau berikan kepada siapa pun dari makhluk-Mu, maka semua itu adalah dari-Mu semata, tidak ada sekutu bagi-Mu, maka, untuk-Mu segala puji dan untuk-Mu pula segala syukur."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah menjelaskan bahwa siapa saja yang pada pagi harinya membaca dzikir tersebut, maka ia telah menunaikan syukurnya pada hari itu. Dan siapa saja yang membaca dzikir tersebut pada sore harinya, maka ia telah menunaikan syukurnya pada malam hari itu. (HR Abu Daud, An-Nasa-i, menurut Imam Nawawi, hadits ini Isnad hadits ini bagus dan Abu Daud tidak mendha'ifkannya. Namun menurut Syekh Nashiruddin al-Albani hadits ini dha'if)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syekh Abul Hasan Ubaidullah al-Mubarakfuri berkata dengan mengutip dari Imam Asy-Syaukani, "Hadits Rasulullah ini mengandung faedah agung dan perilaku mulia, sebab hadits ini telah menjelaskan bahwa kosa kata yang singkat dan pendek ini telah mampu menunaikan kewajiban bersyukur...” (lihat Mir'atul Mafatih Syarh Misykatul Mashabih, juz 8 hal. 148).&lt;br /&gt;Sumber :ummi-online.com&lt;br /&gt;(Bersambung)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1368248973152853687-3626096452843383119?l=maestro-bisnis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://maestro-bisnis.blogspot.com/feeds/3626096452843383119/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://maestro-bisnis.blogspot.com/2010/01/bersyukur-atas-nikmat-allah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1368248973152853687/posts/default/3626096452843383119'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1368248973152853687/posts/default/3626096452843383119'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://maestro-bisnis.blogspot.com/2010/01/bersyukur-atas-nikmat-allah.html' title='Bersyukur Atas Nikmat Allah'/><author><name>H.Fardhol Suparlan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06617279264361254919</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_TmDO2atm0c4/SaKnA0HLJZI/AAAAAAAAACk/nd6svNtzwoM/S220/syaikh.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_TmDO2atm0c4/S1QNz_n1-2I/AAAAAAAAARA/GCkh1aJce-k/s72-c/77bismillah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1368248973152853687.post-4954344999189981085</id><published>2010-01-07T20:41:00.000-08:00</published><updated>2010-01-07T21:52:46.552-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motivasi'/><title type='text'>Orang-orang yang di Doakan Malaikat</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_TmDO2atm0c4/S0a8OdAySoI/AAAAAAAAAQ4/s9Qb14W4bXg/s1600-h/masjid-dan-doa.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 187px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_TmDO2atm0c4/S0a8OdAySoI/AAAAAAAAAQ4/s9Qb14W4bXg/s200/masjid-dan-doa.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5424229757706455682" /&gt;&lt;/a&gt;1. Orang yang tidur dalam keadaan bersuci.&lt;br /&gt;Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa yang tidur dalam&lt;br /&gt;keadaan suci, maka malaikat akan bersamanya di dalam&lt;br /&gt;pakaiannya. Dia tidak akan bangun hingga malaikat berdoa ‘Ya&lt;br /&gt;Allah, ampunilah hambamu si fulan karena tidur dalam&lt;br /&gt;keadaan suci". (Imam Ibnu Hibban meriwayatkan dari Abdullah bin Umar ra., hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani&lt;br /&gt;dalam Shahih At Targhib wat Tarhib I/37)&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;2. Orang yang sedang duduk menunggu waktu shalat.&lt;br /&gt;Rasulullah SAW bersabda, "Tidaklah salah seorang&lt;br /&gt;diantara kalian yang duduk menunggu shalat, selama ia&lt;br /&gt;berada dalam keadaan suci, kecuali para malaikat akan&lt;br /&gt;mendoakannya ‘Ya Allah, ampunilah ia. Ya Allah&lt;br /&gt;sayangilah ia’" (Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah ra., Shahih Muslim no. 469)&lt;br /&gt;3. Orang - orang yang berada di shaf barisan depan di&lt;br /&gt;dalam shalat berjamaah.&lt;br /&gt;Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya Allah dan para&lt;br /&gt;malaikat-Nya bershalawat kepada (orang - orang) yang&lt;br /&gt;berada pada shaf - shaf terdepan" (Imam Abu Dawud (dan Ibnu Khuzaimah) dari Barra’ bin ‘Azib ra., hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih Sunan Abi Dawud I/130)&lt;br /&gt;4. Orang - orang yang menyambung shaf pada sholat&lt;br /&gt;berjamaah (tidak membiarkan sebuah kekosongan di dalam&lt;br /&gt;shaf).&lt;br /&gt;Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya Allah dan para&lt;br /&gt;malaikat selalu bershalawat kepada orang - orang yang&lt;br /&gt;menyambung shaf - shaf" (Para Imam yaitu Ahmad, Ibnu Majah, Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban dan Al Hakim meriwayatkan dari Aisyah ra., hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam&lt;br /&gt;Shahih At Targhib wat Tarhib I/272)&lt;br /&gt;5. Para malaikat mengucapkan ‘Amin’ ketika seorang&lt;br /&gt;Imam selesai membaca Al Fatihah.&lt;br /&gt;Rasulullah SAW bersabda, "Jika seorang Imam membaca&lt;br /&gt;‘ghairil maghdhuubi ‘alaihim waladh dhaalinn’, maka&lt;br /&gt;ucapkanlah oleh kalian ‘aamiin’, karena barangsiapa&lt;br /&gt;ucapannya itu bertepatan dengan ucapan malaikat, maka&lt;br /&gt;ia akan diampuni dosanya yang masa lalu". (Imam Bukhari meriwayatkan dari Abu Hurairah ra., Shahih Bukhari no. 782)&lt;br /&gt;6. Orang yang duduk di tempat shalatnya setelah&lt;br /&gt;melakukan shalat. &lt;br /&gt;Rasulullah SAW bersabda, "Para malaikat akan selalu&lt;br /&gt;bershalawat ( berdoa ) kepada salah satu diantara&lt;br /&gt;kalian selama ia ada di dalam tempat shalat dimana ia&lt;br /&gt;melakukan shalat, selama ia belum batal wudhunya,&lt;br /&gt;(para malaikat) berkata, ‘Ya Allah ampunilah dan&lt;br /&gt;sayangilah ia’" (Imam Ahmad meriwayatkan dari Abu Hurairah, Al Musnad no. 8106, Syaikh Ahmad Syakir menshahihkan hadits ini)&lt;br /&gt;7. Orang - orang yang melakukan shalat shubuh dan&lt;br /&gt;‘ashar secara berjama’ah.&lt;br /&gt;Rasulullah SAW bersabda, "Para malaikat berkumpul pada&lt;br /&gt;saat shalat shubuh lalu para malaikat ( yang menyertai&lt;br /&gt;hamba) pada malam hari (yang sudah bertugas malam hari&lt;br /&gt;hingga shubuh) naik (ke langit), dan malaikat pada&lt;br /&gt;siang hari tetap tinggal. Kemudian mereka berkumpul&lt;br /&gt;lagi pada waktu shalat ‘ashar dan malaikat yang&lt;br /&gt;ditugaskan pada siang hari (hingga shalat ‘ashar) naik&lt;br /&gt;(ke langit) sedangkan malaikat yang bertugas pada&lt;br /&gt;malam hari tetap tinggal, lalu Allah bertanya kepada&lt;br /&gt;mereka, ‘Bagaimana kalian meninggalkan hambaku?’,&lt;br /&gt;mereka menjawab, ‘Kami datang sedangkan mereka sedang&lt;br /&gt;melakukan shalat dan kami tinggalkan mereka sedangkan&lt;br /&gt;mereka sedang melakukan shalat, maka ampunilah mereka&lt;br /&gt;pada hari kiamat’" (Imam Ahmad meriwayatkan dari Abu Hurairah ra., Al Musnad no. 9140, hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Ahmad Syakir)&lt;br /&gt;8. Orang yang mendoakan saudaranya tanpa sepengetahuan&lt;br /&gt;orang yang didoakan.&lt;br /&gt;Rasulullah SAW bersabda, "Doa seorang muslim untuk&lt;br /&gt;saudaranya yang dilakukan tanpa sepengetahuan orang&lt;br /&gt;yang didoakannya adalah doa yang akan dikabulkan. Pada&lt;br /&gt;kepalanya ada seorang malaikat yang menjadi wakil&lt;br /&gt;baginya, setiap kali dia berdoa untuk saudaranya&lt;br /&gt;dengan sebuah kebaikan, maka malaikat tersebut berkata&lt;br /&gt;‘aamiin dan engkaupun mendapatkan apa yang ia&lt;br /&gt;dapatkan’" (Diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Ummud Darda’ ra., Shahih Muslim no. 2733)&lt;br /&gt;9. Orang - orang yang berinfak.&lt;br /&gt;Rasulullah SAW bersabda, "Tidak satu hari pun dimana&lt;br /&gt;pagi harinya seorang hamba ada padanya kecuali 2&lt;br /&gt;malaikat turun kepadanya, salah satu diantara keduanya&lt;br /&gt;berkata, ‘Ya Allah, berikanlah ganti bagi orang yang&lt;br /&gt;berinfak’. Dan lainnya berkata, ‘Ya Allah,&lt;br /&gt;hancurkanlah harta orang yang pelit’" (Imam Bukhari dan Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah ra., Shahih Bukhari no. 1442 dan Shahih Muslim no. 1010)&lt;br /&gt;10. Orang yang sedang makan sahur.&lt;br /&gt;Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya Allah dan para&lt;br /&gt;malaikat-Nya bershalawat (berdoa ) kepada orang -&lt;br /&gt;orang yang sedang makan sahur" Insya Allah termasuk disaat sahur untuk puasa "sunnah" (Imam Ibnu Hibban dan Imam Ath Thabrani, meriwayaatkan dari Abdullah bin Umar ra., hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targhiib wat&lt;br /&gt;Tarhiib I/519)&lt;br /&gt;11. Orang yang sedang menjenguk orang sakit.&lt;br /&gt;Rasulullah SAW bersabda, "Tidaklah seorang mukmin&lt;br /&gt;menjenguk saudaranya kecuali Allah akan mengutus&lt;br /&gt;70.000 malaikat untuknya yang akan bershalawat&lt;br /&gt;kepadanya di waktu siang kapan saja hingga sore dan di&lt;br /&gt;waktu malam kapan saja hingga shubuh"&lt;br /&gt;(Imam Ahmad meriwayatkan dari ‘Ali bin Abi Thalib ra.,&lt;br /&gt;Al Musnad no. 754, Syaikh Ahmad Syakir berkomentar,&lt;br /&gt;"Sanadnya shahih")&lt;br /&gt;12. Seseorang yang sedang mengajarkan kebaikan kepada&lt;br /&gt;orang lain.&lt;br /&gt;Rasulullah SAW bersabda, "Keutamaan seorang alim atas&lt;br /&gt;seorang ahli ibadah bagaikan keutamaanku atas seorang&lt;br /&gt;yang paling rendah diantara kalian. Sesungguhnya&lt;br /&gt;penghuni langit dan bumi, bahkan semut yang di dalam&lt;br /&gt;lubangnya dan bahkan ikan, semuanya bershalawat kepada&lt;br /&gt;orang yang mengajarkan kebaikan kepada orang lain" &lt;br /&gt;(Diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dari Abu Umamah Al&lt;br /&gt;Bahily ra., dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam&lt;br /&gt;Kitab Shahih At Tirmidzi II/343)&lt;br /&gt;Sumber Tulisan Oleh :&lt;br /&gt;Syaikh Dr. Fadhl Ilahi (Orang -orang yang Didoakan&lt;br /&gt;Malaikat, Pustaka Ibnu Katsir,&lt;br /&gt;Bogor, Cetakan Pertama, Februari 2005&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1368248973152853687-4954344999189981085?l=maestro-bisnis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://maestro-bisnis.blogspot.com/feeds/4954344999189981085/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://maestro-bisnis.blogspot.com/2010/01/orang-orang-yang-di-doakan-malaikat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1368248973152853687/posts/default/4954344999189981085'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1368248973152853687/posts/default/4954344999189981085'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://maestro-bisnis.blogspot.com/2010/01/orang-orang-yang-di-doakan-malaikat.html' title='Orang-orang yang di Doakan Malaikat'/><author><name>H.Fardhol Suparlan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06617279264361254919</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_TmDO2atm0c4/SaKnA0HLJZI/AAAAAAAAACk/nd6svNtzwoM/S220/syaikh.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_TmDO2atm0c4/S0a8OdAySoI/AAAAAAAAAQ4/s9Qb14W4bXg/s72-c/masjid-dan-doa.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1368248973152853687.post-5995309876570074503</id><published>2009-12-02T22:17:00.000-08:00</published><updated>2009-12-02T22:18:37.088-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Galeri'/><title type='text'>KEAJAIBAN AIR ZAM-ZAM</title><content type='html'>&lt;object width="425" height="349"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/rpBmGhrJH2I&amp;border=1&amp;color1=0x234900&amp;color2=0x4e9e00&amp;hl=en_US&amp;feature=player_embedded&amp;fs=1"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowScriptAccess" value="always"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/rpBmGhrJH2I&amp;border=1&amp;color1=0x234900&amp;color2=0x4e9e00&amp;hl=en_US&amp;feature=player_embedded&amp;fs=1" type="application/x-shockwave-flash" allowfullscreen="true" allowScriptAccess="always" width="425" height="349"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1368248973152853687-5995309876570074503?l=maestro-bisnis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://maestro-bisnis.blogspot.com/feeds/5995309876570074503/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://maestro-bisnis.blogspot.com/2009/12/keajaiban-air-zam-zam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1368248973152853687/posts/default/5995309876570074503'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1368248973152853687/posts/default/5995309876570074503'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://maestro-bisnis.blogspot.com/2009/12/keajaiban-air-zam-zam.html' title='KEAJAIBAN AIR ZAM-ZAM'/><author><name>H.Fardhol Suparlan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06617279264361254919</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_TmDO2atm0c4/SaKnA0HLJZI/AAAAAAAAACk/nd6svNtzwoM/S220/syaikh.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1368248973152853687.post-8208359475503103265</id><published>2009-12-02T21:52:00.000-08:00</published><updated>2009-12-02T22:16:05.531-08:00</updated><title type='text'>KEISTIMEWAAN AIR ZAM-ZAM</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_TmDO2atm0c4/SxdXjp4SZSI/AAAAAAAAAQw/WAW7P4ZapQA/s1600-h/air+4.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 89px; height: 118px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_TmDO2atm0c4/SxdXjp4SZSI/AAAAAAAAAQw/WAW7P4ZapQA/s200/air+4.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5410889747357918498" /&gt;&lt;/a&gt;Air Zam-Zam bukanlah air yang asing bagi kaum Muslimin. Air ini mempunyai keutamaan yang sangat banyak. Rasulullah telah menjelaskan kegunaan air tersebut. Beliau bersabda,"Sebaik-baik air yang ada di muka bumi adalah Zam-Zam. Di dalamnya terdapat makanan yang mengenyangkan dan penawar penyakit."[1] Apa rahasia dibalik air yang banyak memiliki khasiat dan penuh barakah ini?&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;MAKNA ZAM-ZAM&lt;br /&gt;Kata Zam-Zam dalam bahasa Arab berarti, yang banyak atau melimpah [2]. Adapun air Zam-Zam yang dimaksud oleh syari'at, yaitu air yang berasal dari sumur Zam-Zam. Letaknya dengan Ka'bah, berjarak sekitar 38 hasta. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dinamakan Zam-Zam, sesuai dengan artinya, karena memang air dari sumur tersebut sangat banyak dan berlimpah. Tidak habis walau sudah diambil dan dibawa setiap harinya ke seluruh penjuru dunia oleh kaum Muslimin. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dinamakan dengan Zam-Zam, bisa juga diambil dari perbuatan Hajar. Ketika air Zam-Zam terpancar, ia segera mengumpulkan dan membendungnya. Atau diambil dari galian Malaikat Jibril dan perkataannya, ketika ia berkata kepada Hajar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disebutkan juga, bahwa nama Zam-Zam adalah 'alam, atau nama asal yang berdiri sendiri, bukan berasal dari kalimat atau kata lain. Atau juga diambil dari suara air Zam-Zam tersebut, karena zamzamatul ma` adalah, suara air itu sendiri.[3]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama lain Zam-Zam, sebagaimana telah diketahui, antara lain ia disebut barrah (kebaikan), madhmunah (yang berharga), taktumu (yang tersembunyi), hazmah Jibril (galian Jibril), syifa` suqim (obat penyakit), tha'amu tu'im (makanan), syarabul abrar (minuman orang-orang baik), thayyibah (yang baik) [4]. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SEJARAH MUNCULNYA ZAM-ZAM&lt;br /&gt;Disebutkan oleh Imam al Bukhari dalam Shahih-nya, dari hadits Ibnu 'Abbas. Suatu saat, ketika berada di Mekkah, Nabi Ibrahim menempatkan istrinya Hajar dan anaknya Ismail di sekitar Ka`bah, di suatu pohon besar yang berada di atas sumur Zam-Zam. Waktu itu, tidak ada seorangpun di Mekkah, melainkan mereka bertiga. Setelah Nabi Ibrahim Alaihissalam meletakkan kantong berisi kurma dan air, iapun beranjak pergi. Namun Hajar mengikutinya seraya mengatakan,”Wahai Ibrahim, kemanakah engkau akan pergi dengan meninggalkan kami sendiri di tempat yang tiada manusia lain, atau yang lainnya?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan itu ia ulangi terus, tetapi Nabi Ibrahim tidak menengok kepadanya. Sampai akhirnya Hajar berseru kepadanya,”Apakah Allah yang menyuruhmu melakukan hal ini?” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya,” jawab Nabi Ibrahim. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalau begitu, Allah tidak akan menyengsarakan kami,” seru Hajar. Kemudian kembalilah Hajar ke tempatnya, dan Nabi Ibrahim terus melanjutkan perjalanannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesampainya di Tsaniyah -jalan bebukitan, arah jalan ke Kada`. Rasulullah ketika memasuki Mekkah juga melewati jalan tersebut- dan keluarganya tidak dapat melihatnya lagi, Nabi Ibrahim q menghadap ke arah Baitullah, lalu mengangkat kedua tangannya seraya berdoa : "Ya Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebahagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati. Ya Tuhan kami, (yang demikian itu) agar mereka mendirikan shalat. Maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka, dan beri rizkilah mereka dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur" [Ibrahim/14 : 37]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibunda Ismail menyusui anaknya dan meminum dari kantong air tersebut. Hingga akhirnya air itupun habis, dan anaknya kehausan. Dia melihat anaknya dengan penuh cemas, karena terus menangis. Dia pun pergi untuk mencari sumber air, karena tidak tega melihat anaknya kehausan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pergilah dia menuju bukit terdekat, yaitu bukit Shafa, dan berdiri di atasnya. Pandangannya diarahkan ke lembah di sekelilingnya, barangkali ada orang disana. Akan tetapi, ternyata tidak ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia pun turun melewati lembah sampai ke bukit Marwa. Berdiri di atasnya dan memandang barangkali ada manusia di sana? Tetapi, ternyata tidak juga. Dia lakukan demikian itu hingga tujuh kali. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika berada di atas bukit Marwa, dia mendengar ada suara, dia berkata kepada dirinya sendiri, "Diam!" Setelah diperhatikannya ternyata memang benar dia mendengar suara, kemudian dia pun berkata, "Aku telah mendengar, apakah di sana ada pertolongan?" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba dia melihat Malaikat Jibril, yang mengais tanah dengan kakinya (atau dengan sayapnya, sebagaimana disebutkan dalam riwayat yang lain), kemudian memukulkan kakinya di atasnya. Maka keluarlah darinya pancaran air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hajar pun bergegas mengambil dan menampungnya. Diciduknya air itu dengan tangannya dan memasukkannya ke dalam tempat air. Setelah diciduk, air tersebut justru semakin memancar. Dia pun minum air tersebut dan juga memberikan kepada putranya, Ismail. Lalu Malaikat Jibril berkata kepadanya, "Jangan takut terlantar. Sesungguhnya, di sinilah Baitullah yang akan dibangun oleh anak ini (Ismail) bersama ayahnya. Dan sesungguhnya, Allah tidak akan menelantarkan hambanya." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa waktu kemudian, datanglah orang-orang dari kabilah Jurhum turun di lembah Makkah. Mereka turun karena melihat burung -burung yang berputar-putar. Mereka berkata,"Burung ini berputar-putar di sekitar air. Kami yakin di lembah ini ada air," lalu mereka mengirim utusan, dan ternyata benar mereka mendapatkan air. Utusan itupun kembali dan memberitahukan kepada orang-orang yang mengutusnya tentang adanya air. Merekapun kemudian mendatanginya, dan meminta izin dari Ummu Ismail, bahwa mereka akan mampir ke sana. Ummu Ismailpun mempersilahkan dengan syarat, bahwa mereka tidak berhak memiliki (sumber) air tersebut, dan kabilah Jurhum inipun setuju [6]. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENEMUAN KEMBALI AIR ZAM-ZAM &lt;br /&gt;Ketika Abdul Muthalib sedang tidur di Hijr Ismail, dia mendengar suara yang menyuruhnya menggali tanah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Galilah thayyibah (yang baik)!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Yang baik yang mana?" tanyanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Esoknya, ketika tidur di tempat yang sama, dia mendengar lagi suara yang sama, menyuruhnya menggali barrah (yang baik)?" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia bertanya, "Benda yang baik yang mana?" Lalu dia pergi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keesokan harinya, ketika tidur di tempat yang sama di Hijr Ismail, dia mendengar lagi suara yang sama, menyuruhnya menggali madhmunah (sesuatu yang berharga).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia bertanya," Benda yang baik yang mana?" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya pada hari yang keempat dikatakan kepadanya : "Galilah Zam-Zam!" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia bertanya,"Apa itu Zam-Zam?" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia mendapat jawaban : "Air yang tidak kering dan tidak meluap, yang dengannya engkau memberi minum para haji. Dia terletak di antara tahi binatang dan darah. Berada di patukan gagak yang hitam, berada di sarang semut". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesaat Abdul Muthalib bingung dengan tempatnya tersebut, sampai akhirnya ada kejelasan dengan melihat kejadian yang diisyaratkan kepadanya. Kemudian iapun bergegas menggalinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang Quraisy bertanya kepadanya,"Apa yang engkau kerjakan, hai Abdul Muthalib?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia menjawab,"Aku diperintahkan menggali Zam-Zam," sampai akhirnya ia beserta anaknya, Harits mendapatkan apa yang diisyaratkan dalam mimpinya, menggali kembali sumur Zam-Zam yang telah lama dikubur dengan sengaja oleh suku Jurhum, tatkala mereka terusir dari kota Mekkah.[6]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KEUTAMAAN DAN KHASIAT AIR ZAM-ZAM&lt;br /&gt;Dari penjelasan Rasulullah dan para ulama dapat diketahui, bahwa air Zam-Zam memiliki barakah dan keutamaan. Di antara dalil-dalil yang menunjukkan keutamaan air Zam-Zam dapat disebutkan sebagai berikut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;عَنْ جَابِرٍ وَابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ رَسُوْلُ اللهِ -صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ-: مَاءُ زَمْزَمَ لمِاَ شُرِبَ لَهُ (أخرجه أحمد وابن ماجه)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dari Jabir dan Ibnu 'Abbas, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,"Air Zam-Zam, tergantung niat orang yang meminumnya."[7] &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Taimiyyah berkata,”Seseorang disunnahkan untuk meminum air Zam-Zam sampai benar-benar kenyang, dan berdoa ketika meminumnya dengan doa-doa yang dikehendakinya. Tidak disunnahkan mandi dengannya (menggunakan air Zam-Zam)."[8]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَعَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا قاَلَ قَالَ رَسُوْلُ الله ِصَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَاءُ زَمْزَمَ لمِاَ شُرِبَ لَهُ إِنْ شَرِبْتَهُ تَسْتَشْفِي شَفاَكَ الله ُوَإِنْ شَرِبْتَهُ لِشَبْعِكَ أَشْبَعَكَ الله ُوَإِنْ شَرِبْتَهُ لِقَطْعِ ظَمْئِكَ قَطَعَهُ اللهُ وَهِيَ هَزْمَةُ جِبْرَائِيلَ عَلَيْهِ السَّلاَمُ وَسُقْيَا اللهِ إسْمَاعِيْلَ عَلَيْهِ السَّلاَمُ&lt;br /&gt;رواه الدارقطني والحاكم وقال صحيح الإسناد &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dari Ibnu 'Abbas Radhiyallahu 'anh, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda : "Air Zam-Zam sesuai dengan niat ketika meminumnya. Bila engkau meminumnya untuk obat, semoga Allah menyembuhkanmu. Bila engkau meminumnya untuk menghilangkan dahaga, semoga Allah menghilangkannya. Air Zam-Zam adalah galian Jibril, dan curahan minum dari Allah kepada Ismail."[9] &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَعَنْ أَبِيْ الطُّفَيْلِ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا قَالَ سَمِعْتُهُ يَقُوْلُ كُنَّا نُسَمِّيْهَا شَبَّاعَةً يَعْنِيْ زَمْزَمَ وَكُنَّا نَجِدُهَا نِعْمَ الْعَوْنُ عَلَى الْعِيَالِ (رواه الطبراني في الكبير) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dari Abi Thufail, dari Ibnu Abbas Radhiyallahu 'anhu, ia berkata : Saya mendengar Rasulullah bersabda,”Kami menyebut air Zam-Zam dengan syuba'ah (yang mengenyangkan). Dan kami juga mendapatkan, air Zam-Zam adalah sebaik-baik pertolongan (kebutuhan atas kemiskinanan)". [HR Tabrani] [10] &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;إِنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى الله ُعَلَيْهِ وَسَلَّمَ دَعَا بِسِجِلٍّ مِنْ مَاءِ زَمْزَمَ فَشَرِبَ مِنْهُ وَتَوَضَّأَ) رواه أحمد) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dari Usamah, bahwasanya Rasulullah meminta untuk didatangkan segantang air Zam-Zam, kemudian beliau meminumnya dan berwudhu dengannya" [HR Ahmad] [11] &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;كَانَ يَحْمِلُ مَاءَ زَمْزَمَ ( فِيْ الأَدَاوِيْ وَالْقِرَبِ وَكَانَ يَصُبُّ عَلىَ الْمَرْضَى وَيَسْقِيهِمْ ) ] . ( حديث صحيح)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Disebutkan dalam Silsilah Shahihah, adalah Rasululllah membawa air Zam-Zam di dalam kantong-kantong air (yang terbuat dari kulit). Beliau menuangkan dan membasuhkannya kepada orang yang sedang sakit".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;إِنَّ جِبْرِيْلَ عَلَيْهِ السَّلاَمُ حِيْنَ رَكَضَ زَمْزَمَ بِعَقِبِهِ جَعَلَتْ أُمُّ إِسْمَاعِيلَ تَجْمَعُ الْبَطْحَاءَ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى الله ُعَلَيْهِ وَسَلَّمَ : رَحِمَ اللهُ هَاجِراً وَأُمَّ إِسْمَاعِيْلَ لَوْ تَرَكَتْهَا كاَنَتْ عَيْنًا مَعِيْنًا. &lt;br /&gt;( صحيح ) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tatkala Jibril memukul Zam-Zam dengan tumit kakinya, Ummi Ismail segera mengumpulkan luapan air. Nabi berkata,"Semoga Allah merahmati Hajar dan Ummu Ismail. Andai ia membiarkannya, maka akan menjadi mata air yang menggenangi (seluruh permukaan tanah)."[12]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَعَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا قاَلَ قَالَ رَسُوْلُ الله - صَلَّى الله ُعَلَيْهِ وَسَلَّمَ -: "خَيْرُ مَاءٍ عَلَى وَجْهِ الْأَرْضِ مَاءُ زَمْزَمَ، فِيْهِ طَعَامُ الطَّعْمِ، وَشِفَاءُ السَّقْمِ"،&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dari Ibnu 'Abbas, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,"Sebaik-baik air yang terdapat di muka bumi adalah Zam-Zam. Di dalamnya terdapat makanan yang mengenyangkan dan penawar penyakit."[13]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Dzar al Ghifari berkata,"Selama 30 hari, aku tidak mempunyai makanan kecuali air Zam-Zam. Aku menjadi gemuk dan lemak perutku menjadi sirna. Aku tidak mendapatkan dalam hatiku kelemahan lapar."[14] &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;: كُنْتُ أُجَالِسُ ابْنَ عَبَّاسٍ بِمَكَّةَ فَأَخَذَتْنِيْ الحْمُىَ فَقَالَ أَبْرِدْهَا عَنْكَ بِمَاءِ زَمْزَمَ فإَِنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى الله ُعَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ ( الْحُمَى مِنْ فيَحْ ِجَهَنَّمَ فَأَبْرِدُوهَا بِالْمَاءِ أَوْ قاَلَ بِمَاءِ زَمْزَمَ ) . &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dari Hammam, dari Abi Jamrah ad-Duba`i, ia berkata : "Aku duduk bersama Ibnu 'Abbas di Mekkah, tatkala demam menyerangku. Ibnu 'Abbas mengatakan, dinginkanlah dengan air Zam-Zam, karena Rasulullah mengatakan, sesungguhnya demam adalah dari panas Neraka Jahannam, maka dinginkanlah dengan air atau air Zam-Zam" [15] &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا : أَنَّهَا كَانَتْ تَحْمِلُ مِنْ مَاءِ زَمْزَمَ وَتُخْبِرُ أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى الله ُعَلَيْهِ وَسَلَّمَ كاَنَ يَحْمِلُهُ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari 'Aisyah, ia membawa air Zam-Zam. Ia mengkabarkan, sesungguhnya dahulu Rasulullah membawanya (sebagai bekal-Pen.).[16] &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnul Qayyim berkata,"Aku dan selain diriku telah megalami perkara yang ajaib tatkala berobat dengan air Zam-Zam. Dengan izin Allah, aku telah sembuh dari beberapa penyakit yang menimpaku. Aku juga menyaksikan seseorang yang telah menjadikan air Zam-Zam sebagai makanan selama beberapa hari, sekitar setengah bulan atau lebih. Ia tidak mendapatkan rasa lapar, ia melaksanakan thawaf sebagaimana manusia yang lain. Ia telah memberitahukan kepadaku bahwa, ia terkadang seperti itu selama empat puluh hari. Ia juga mempunyai kekuatan untuk berjima', berpuasa dan melaksanakan thawaf ".[17]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau rahimahullah berkata,"Ketika berada di Mekkah, aku mengalami sakit dan tidak ada tabib dan obat (yang dapat menyembuhkannya). Akupun mengobatinya dengan meminum air Zam-Zam dan membacakan atasnya berulangkali (dengan al Fatihah), kemudian aku meminumnya. Aku mendapatkan kesembuhan yang sempurna. Akupun menjadikannya untuk bersandar ketika mengalami rasa sakit, aku benar-benar banyak mengambil manfaat darinya."[18]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian penjelasan singkat tentang air Zam-Zam. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam telah memberitahukan kepada kita dan membenarkan khasiat dan keutamaan air yang tak pernah kering tersebut, meskipun setiap hari diambil oleh banyak manusia. Dengan mengetahui secara sepintas air Zam-Zam ini, maka hendaknya dapat meningkatkan dan memperkuat sandaran dan ketergantungan kita kepada Allah. Dia-lah yang Maha Penguasa mengatur segala yang Ia kehendaki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh :Ustadz Mu'tashim&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu a'lam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1368248973152853687-8208359475503103265?l=maestro-bisnis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://maestro-bisnis.blogspot.com/feeds/8208359475503103265/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://maestro-bisnis.blogspot.com/2009/12/keistimewaan-air-zam-zam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1368248973152853687/posts/default/8208359475503103265'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1368248973152853687/posts/default/8208359475503103265'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://maestro-bisnis.blogspot.com/2009/12/keistimewaan-air-zam-zam.html' title='KEISTIMEWAAN AIR ZAM-ZAM'/><author><name>H.Fardhol Suparlan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06617279264361254919</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_TmDO2atm0c4/SaKnA0HLJZI/AAAAAAAAACk/nd6svNtzwoM/S220/syaikh.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_TmDO2atm0c4/SxdXjp4SZSI/AAAAAAAAAQw/WAW7P4ZapQA/s72-c/air+4.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1368248973152853687.post-4636514090455137189</id><published>2009-11-11T21:24:00.000-08:00</published><updated>2009-11-12T00:48:20.306-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Galeri Muslim'/><title type='text'>Trailer " Emak Ingin Naik Haji"</title><content type='html'>&lt;object width="425" height="344"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/O_XEYJVYuew&amp;hl=en_US&amp;fs=1"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/O_XEYJVYuew&amp;hl=en_US&amp;fs=1" type="application/x-shockwave-flash" width="425" height="344" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1368248973152853687-4636514090455137189?l=maestro-bisnis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://maestro-bisnis.blogspot.com/feeds/4636514090455137189/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://maestro-bisnis.blogspot.com/2009/11/trailer-emak-ingin-naik-haji_11.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1368248973152853687/posts/default/4636514090455137189'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1368248973152853687/posts/default/4636514090455137189'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://maestro-bisnis.blogspot.com/2009/11/trailer-emak-ingin-naik-haji_11.html' title='Trailer &quot; Emak Ingin Naik Haji&quot;'/><author><name>H.Fardhol Suparlan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06617279264361254919</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_TmDO2atm0c4/SaKnA0HLJZI/AAAAAAAAACk/nd6svNtzwoM/S220/syaikh.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1368248973152853687.post-1195539232402685208</id><published>2009-11-11T20:55:00.000-08:00</published><updated>2009-11-15T19:44:41.481-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Galeri Muslim'/><title type='text'>"Emak Ingin Naik Haji" Sambut Idul Adha</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_TmDO2atm0c4/SwDKjLGbpQI/AAAAAAAAAQg/Msve1JurKdo/s1600/emak-ingin-naik-haji-234x250.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 187px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_TmDO2atm0c4/SwDKjLGbpQI/AAAAAAAAAQg/Msve1JurKdo/s200/emak-ingin-naik-haji-234x250.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5404542258468594946" /&gt;&lt;/a&gt;dakwatuna.com – Setelah sebelumnya dunia film layar lebar Indonesia diwarnai film-film bernilai positif seperti Ayat-Ayat Cinta, Laskar Pelangi, Ketika Cinta Bertasbih (1 &amp; 2), dll, kini menyusul “Emak Ingin Naik Haji”. Emak Ingin Naik Haji rencananya akan mulai ditayangkan pada 12 November tahun ini di Indonesia sekaligus menyambut Idul Adha yang jatuh pada akhir November. Film ini diangkat dari cerpen berjudul sama milik Asma Nadia yang pernah dimuat Majalah Noor.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Emak Ingin Naik Haji adalah film yang bercerita tentang impian Emak menunaikan ibadah haji dengan menabung sebagian hasil berjualan kue. Diceritakan pula cinta dan ketulusan sang anak Zein yang berusaha mewujudkan mimpi ibunya. Keinginan naik haji Emak semakin kontras dengan motivasi berbeda tokoh lain seperti Juragan Haji dan Pak Joko. Berhasilkah Emak menggenapkan kewajiban mengunjungi rumah Allah? Jawabannya dapat disaksikan pada film drama religi tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Film ini akan diperankan oleh Didi Petet, Ati Kanser (Emak), Reza Rahadian (Zein), Ustad Jeffri, Cut Memey, dan Nini El Karim, serta disutradarai oleh Aditya Gumay. Di internet sudah beredar trailer film yang diproduksi Mizan Productions dan Smaradhana Pro ini dalam berbagai durasi. (dari berbagai sumber/hdn)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1368248973152853687-1195539232402685208?l=maestro-bisnis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://maestro-bisnis.blogspot.com/feeds/1195539232402685208/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://maestro-bisnis.blogspot.com/2009/11/emak-ingin-naik-haji-sambut-idul-adha.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1368248973152853687/posts/default/1195539232402685208'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1368248973152853687/posts/default/1195539232402685208'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://maestro-bisnis.blogspot.com/2009/11/emak-ingin-naik-haji-sambut-idul-adha.html' title='&quot;Emak Ingin Naik Haji&quot; Sambut Idul Adha'/><author><name>H.Fardhol Suparlan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06617279264361254919</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_TmDO2atm0c4/SaKnA0HLJZI/AAAAAAAAACk/nd6svNtzwoM/S220/syaikh.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_TmDO2atm0c4/SwDKjLGbpQI/AAAAAAAAAQg/Msve1JurKdo/s72-c/emak-ingin-naik-haji-234x250.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1368248973152853687.post-4463091699574058184</id><published>2009-11-11T20:50:00.000-08:00</published><updated>2009-11-12T00:13:04.290-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motivasi'/><title type='text'>Dan Berkurbanlah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_TmDO2atm0c4/SvvDd6QDIpI/AAAAAAAAAQI/8BQ9jg0rb8c/s1600-h/web_thk2009.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 167px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_TmDO2atm0c4/SvvDd6QDIpI/AAAAAAAAAQI/8BQ9jg0rb8c/s200/web_thk2009.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5403127096581235346" /&gt;&lt;/a&gt;dakwatuna.comSyariat berkurban merupakan warisan ibadah yang paling tua. Karena berkurban mulai diperintahkan saat Nabiyullah Adam ‘alaihis salam tidak menemukan cara yang adil dalam menikahkan anak-anaknya yang kembar. Meskipun sudah diputuskan menikah secara silang. Sampai akhirnya Allah swt mewahyukan agar kedua anak Adam, Habil dan Qabil melaksanakan kurban untuk membuktikan siapa yang diterima. Habil berkurban dengan ternaknya –unta- dan Qabil berkurban dengan tanamannya –gandum-.&lt;br /&gt;Sampai disini Allah swt sebenarnya ingin menguji hamba-hamba-Nya, mana yang dengan suka-rela menerima perintahnya, dan mana yang menentangnya. Habil dengan ikhlas mempersembahkan kurbannya dan karenanya diterima. Sedangkan Qabil karena tidak tulus dalam menjalankan perintah berkurban, tidak diterima, sehingga dengan nekad juga ia membunuh saudaranya, inilah peristiwa pembunuhan pertama dalam sejarah umat manusia.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Syariat berkurban dilanjutkan dengan Nabi-Nabi berikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَلِكُلِّ أُمَّةٍ جَعَلْنَا مَنْسَكًا لِيَذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ عَلَى مَا رَزَقَهُمْ مِنْ بَهِيمَةِ الْأَنْعَامِ فَإِلَهُكُمْ إِلَهٌ وَاحِدٌ فَلَهُ أَسْلِمُوا وَبَشِّرِ الْمُخْبِتِينَ (34)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan bagi tiap-tiap umat telah kami syariatkan penyembelihan (kurban), supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah direzkikan Allah kepada mereka, Maka Tuhanmu ialah Tuhan yang Maha Esa, Karena itu berserah dirilah kamu kepada-Nya. dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh (kepada Allah).” QS. Al-Hajj : 34&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peristiwa berkurban paling fenomenal dibuktikan oleh Bapak Tauhid, Khalilullah, Ibrahim Alaihissalam. Ibrahim yang menanti seorang putra sejak lama itu diperintahkan Allah swt untuk menyembelih putra semata wayangnya, Isma’il alaihissalam. Ujian berat menyergapnya, antara melaksanakan perintah Allah swt atau membiarkan hidup putranya dengan tidak melaksanakan perintah Allah swt, toh putranya nanti akan melanjutkan perjuangan bapaknya. Alasan ini kelihatan begitu rasional. Bisa menjadi pembelaan diri dan pembenaran pilihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, Ibrahim sudah teruji ketaatannya kepada Allah swt. sehingga tiada ragu ia akan melaksanakan perintah Allah swt. Perintah itu dikomunikasikan dengan putranya Isma’il. Betapa bangganya sang ayah yang mendengar ketegasan putranya, “Wahai Ayahku, laksanakanlah apa yang diperintahkan kepadamu. Engkau akan menemukan diriku termasuk orang yang penyabar.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rangkaian kisah hebat itu Allah swt rekam dalam Al-Qur’an,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya Tuhanku, anugrahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang saleh. Maka kami beri dia khabar gembira dengan seorang anak yang amat sabar. Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: “Hai anakku Sesungguhnya Aku melihat dalam mimpi bahwa Aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!” ia menjawab: “Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar”. Tatkala keduanya Telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipis(nya), (nyatalah kesabaran keduanya ). Dan kami panggillah dia: “Hai Ibrahim. Sesungguhnya kamu Telah membenarkan mimpi itu. Sesungguhnya Demikianlah kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Sesungguhnya Ini benar-benar suatu ujian yang nyata. Dan kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar. Kami abadikan untuk Ibrahim itu (pujian yang baik) di kalangan orang-orang yang datang Kemudian. (yaitu) “Kesejahteraan dilimpahkan atas Ibrahim”. Demikianlah kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.” A(s-Shaffat:100-110)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nikmat Allah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syariat itu kembali diaktualisasikan oleh nabi akhir zaman, Nabiyullah Muhammad saw dan kita sebagai umatnya. Perintah itu digambarkan dalam surat pendek, surat Al-Kautsar: 1-3&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak. Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berkorbanlah. Sesungguhnya orang-orang yang membenci kamu dialah yang terputus.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum Allah swt memerintahkan berkurban, terlebih dulu Allah swt mengingatkan betapa nikmat pemberian Allah swt begitu banyak “Al Kaustar”, atau juga berarti telaga kautsar di surga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kita mencoba merenung, nikmat Allah swt yang besar adalah nikmat diciptakanya kita sebagai manusia. Makhluk Allah swt yang paling mulya dan paling baik bentuknya, “ Sesungguhnya kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.” (At-Tiin:4)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nikmat menjadi peran khalifatullah fil ardli, perwakilan Allah swt untuk memakmurkan bumi dan isinya. “Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.” (Al-Baqarah:30)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nikmat anggota badan yang begitu menakjubkan dan luar biasa. Betapa sangat mahalnya kesehatan itu ketika satu mata dihargai ratusan juta. Makanya Allah swt kembali mengingatkan “Dan pada diri kalian, apakah kalian tidak memperhatikan?” (Adz-Dzariyat:21)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan yang paling besar anugerah Allah swt adalah nikmat Iman dan Islam. Ini digambarkan Allah sendiri,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu.” (Al-Ma’idah:3)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hakekat Berkurban&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah Allah swt menyebut nikmat-nikmat yang begitu banyak itu, Allah swt mengingatkan hamba-hamba-Nya agar mau melaksanakan perintah-perintah-Nya: perintah shalat lima waktu atau shalat Idul Adha dan berkurban sebagai bukti rasa syukur kepada-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan Rasulullah saw memerintahkan berkurban dengan bahasa yang tegas dan lugas bahkan disertai ancaman. Ancaman untuk tidak dekat-dekat dengan tempat shalat atau dengan istilah lain tidak diakui menjadi umat Muhammad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ وَجَدَ سَعَةً فَلَمْ يُضَحِّ فَلَا يَقْرَبَنَّ مُصَلَّانَا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dari Abu Hurairah ra., nabi Muhammad saw bersabda, “Barang siapa yang mempunyai kemampuan tetapi ia tidak berkurban, maka janganlah ia menghampiri (mendekati) tempat shalat kami”. (Hadits Riwayat Ahmad dan Ibnu Majah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkurban tidak sekedar mengalirkan darah binatang ternak, tidak hanya memotong hewan kurban, namun lebih dari itu, berkurban berarti ketundukan total terhadap perintah-perintah Allah swt dan sikap menghindar dari hal-hal yang dilarang-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah swt ingin menguji hamba-hamba-Nya dengan suatu perintah, apakah ia dengan berbaik sangka kepada-Nya dan karenanya melaksanakan dengan baik tanpa ragug-ragu? Laksana Nabiyullah Ibrahim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkurban adalah berarti wujud ketaatan dan peribadatan seseorang, dan karenanya seluruh sisi kehidupan seseorang bisa menjadi manifestasi sikap berkurban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau seperti Qabil yang menuruti logika otaknya dan kemauan syahwatnya, sehingga dengan perintah berkurban itu, ia malah melanggar perintah Allah swt dengan membunuh saudara kembarnya sendiri? Ia berusaha mensiasati perintah Allah swt dengan kemauannya sendiri yang menurutnya baik. Namun di situlah letak permasalahannya: ia tidak percaya perintah Allah swt.?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkurban juga berarti upaya menyembelih hawa nafsu dan memotong kemauan syahwat yang selalu menyuruh kepada kemunkaran dan kejahatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seandainya sikap ini dimiliki oleh umat Islam, subhanallah, umat Islam akan maju dalam segalanya. Betapa tidak, bagi yang berprofesi sebagai guru, ia berkurban dengan ilmunya. Pengusaha ia berkurban dengan bisnisnya yang fair dan halal. Politisi ia berkurban demi kemaslahatan umum dan bukan kelompoknya. Pemimpin ia berkurban untuk kemajuan rakyat dan bangsanya dan begitu seterusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita berani menyembelih kemauan pribadi yang bertentangan dengan kemauan kelompok, atau keinginan pribadi yang bertentangan dengan syariat. Bahkan kemauan kelompok namun bertentangan dengan perintah Allah swt.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan semangat ini, bentuk-bentuk kejahatan akan bisa diminimalisir bahkan dihilangkan di bumi pertiwi ini. Biidznillah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu Allah swt menegaskan dalam firman-Nya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya. Demikianlah Allah telah menundukkannya untuk kamu supaya kamu mengagungkan Allah terhadap hidayah-Nya kepada kamu. dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang berbuat baik.” (Al-Hajj:37)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan berkurbanlah. Kurban menjadi kebiasaan yang melegakan, bukan menjadi beban dan keterpaksaan. Karena memang kurban tidak sekedar memotong hewan. Allahu A’lam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1368248973152853687-4463091699574058184?l=maestro-bisnis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://maestro-bisnis.blogspot.com/feeds/4463091699574058184/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://maestro-bisnis.blogspot.com/2009/11/dakwatuna.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1368248973152853687/posts/default/4463091699574058184'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1368248973152853687/posts/default/4463091699574058184'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://maestro-bisnis.blogspot.com/2009/11/dakwatuna.html' title='Dan Berkurbanlah'/><author><name>H.Fardhol Suparlan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06617279264361254919</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_TmDO2atm0c4/SaKnA0HLJZI/AAAAAAAAACk/nd6svNtzwoM/S220/syaikh.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_TmDO2atm0c4/SvvDd6QDIpI/AAAAAAAAAQI/8BQ9jg0rb8c/s72-c/web_thk2009.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1368248973152853687.post-2177242915044579471</id><published>2009-11-11T20:46:00.002-08:00</published><updated>2009-11-15T19:49:49.415-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motivasi'/><title type='text'>8 Ibadah Di Bulan Dzulhijjah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_TmDO2atm0c4/SwDJ_WqUs1I/AAAAAAAAAQY/-h1eQgm0MPU/s1600/421561548_5da84f629f.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 166px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_TmDO2atm0c4/SwDJ_WqUs1I/AAAAAAAAAQY/-h1eQgm0MPU/s200/421561548_5da84f629f.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5404541643096634194" /&gt;&lt;/a&gt;dakwatuna.com Sekarang bulan Dzulhijjah. Jika bulan ini disebut, maka dalam pikiran kita spontan teringat pada dua hal: pertama, tiap minggu kondangan karena banyak yang menikah, dan kedua, nyate bareng sama tetangga sehabis motong kambing kurban. Padahal, bulan Dzulhijjah lebih dari itu. Secara khusus Rasulullah saw. menyebut keutamaan bulan ini, terutama untuk 10 hari pertama di awal bulan.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dari Ibnu ‘Abbas r.a. bahwa Nabi saw. Bersabda, “Tidak ada hari dimana amal shalih pada saat itu lebih dicintai oleh Allah daripada hari-hari ini, yaitu sepuluh hari dari bulan Dzulhijjah.” Mereka bertanya, “Ya Rasulullah, tidak juga jihad fi sabilillah?” Beliau menjawab, “Tidak juga jihad fi sabilillah, kecuali orang yang keluar (berjihad) dengan jiwa dan hartanya, kemudian tidak kembali dengan sesuatu apapun.” (HR. Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Umar r.a., bahwa Nabi saw. Bersabda, “Tidak ada hari yang paling agung dan amat dicintai Allah untuk berbuat kebajikan di dalamnya daripada sepuluh hari (Dzulhijjah) ini. Maka perbanyaklah pada saat itu tahlil, takbir, dan tahmid.” (HR. Ahmad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, jika kita ingin menjadi orang yang dicintai Allah swt., jangan sia-siakan kesempatan ini untuk taqarrub kepada Allah swt. dengan banyak-banyak melakukan ibadah. Setidaknya ada delapan ibadah yang bisa kita lakukan, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Melaksanakan ibadah haji dan umrah. Ini adalah amal yang paling utama di bulan Dzulhijjah. Tidak ada haji selain di bulan Dzulhijjah. Ganjaran bagi orang yang melaksanakan ibadah ini sangat besar di sisi Allah swt. Kata Nabi saw., “Dari umrah ke umrah adalah tebusan (dosa-dosa yang dikerjakan) di antara keduanya, dan haji yang mabrur balasannya tiada lain adalah surga.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Berpuasa selama 10 hari di hari-hari pertama bulan Dzulhijjah, atau pada sebagiannya, atau paling tidak sehari di hari Arafah. Puasa juga amalan utama. Allah swt. memilih puasa sebagai amalan hambaNya untuk diriNya sehingga Dia sendiri yang menentukan pahalanya. Hal ini termaktub dalam sebuah hadist Qudsi. “Puasa ini adalah untuk-Ku, dan Aku lah yang akan membalasnya. Sungguh dia telah meninggalkan syahwat, makanan, dan minumannya semata-mata karena Aku.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hadits yang diriwayatkan dari Abu Said Al-Khudri r.a., Rasulullah saw. bersabda, “Tidaklah seorang hamba berpuasa sehari di jalan Allah melainkan Allah pasti menjauhkan dirinya dengan puasanya itu dari api neraka selama tujuh puluh tahun”. (Hadits muttafaq ‘alaih)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu Qatadah r.a. bahwa Nabi saw. bersabda, “Berpuasa pada hari Arafah karena mengharap pahala dari Allah melebur dosa-dosa setahun sebelum dan sesudahnya”. (HR. Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Bertakbir dan berdzikir. Perbanyaklah takbir dan dzikir di 10 hari pertama bulan Dzulhijjah sebagaimana yang diperintahkan Allah swt., “…. dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari-hari yang telah ditentukan….” [QS. Al-Hajj (20): 28]. Begitulah para ahli tafsir menafsirkannya frase “pada hari-hari yang ditentukan” dengan “sepuluh hari dari bulan Dzul Hijjah”. Karena itu, para ulama menganjurkan kepada kita untuk memperbanyak dzikir pada hari-hari tersebut. Apalagi ada hadits dari Ibnu Umar r.a. yang menguatkan. Bunyinya, “Maka perbanyaklah pada hari-hari itu tahlil, takbir, dan tahmid”. (HR. Ahmad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Bukhari menuturkan bahwa Ibnu Umar dan Abu Hurairah keluar ke pasar pada sepuluh hari tersebut seraya mengumandangkan takbir lalu orang-orang pun mengikuti takbirnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan bahwa para tabiin pada hari-hari itu mengucapkan, “Allahu akbar, allahu akbar, laa ilaha ilallah, walllahu akbar, allahu akbar wa lillahil hamdu.” Artinya, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, tidak ada ilah (sembahan) selain Allah. Dan Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, segala puji hanya bagi Allah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dianjurkan mengeraskan suara saat bertakbir baik ketika di masjid, rumah, pasar, atau di jalan. Allah berfirman, “Dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu …”. [QS. Al-Baqarah (2): 185]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbanyak taubat dan meninggalkan segala bentuk maksiat dan dosa. Maksiat adalah penyebab jauhnya hamba dari Allah swt. Sedangkan ketaatan adalah pintu mendapat cinta dan kasih sayang Allah swt. Dan Allah swt. lebih cinta kepada seorang hamba melebihi cinta sang hamba kepada Allah swt. Bahkan, Allah swt. cemburu jika hambanya berbuat maksiat. Dari Abu Hurairah r.a., bahwa Nabi swt. bersabda, “Sesungguhnya Allah itu cemburu, dan kecemburuan Allah itu manakala seorang hamba melakukan apa yang diharamkan Allah terhadapnya.” (Hadits muttafaq ‘alaihi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Perbanyaklah amal shalih. Bukan hanya amal-amal yang fardhu saja. Sebab, Allah swt. suka dan mencintai seorang hamba yang mendekatkan diri kepadanya dengan melakukan nawafil, amalan sunah. Kita bisa memperbanyak shalat sunnah, bersedekah, berjihad, membaca Al-Qur’an, dan melakukan amar ma’ruf nahi munkar. Kita sangat berharap semua amalan itu bisa mendatangkan banyak pahala. Tapi, kita lebih berharap lagi mendapat cintai dan ridha Allah swt.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Disyariatkan pula kita melakukan takbir muthlaq –yaitu pada setiap saat, siang ataupun malam sampai shalat Ied– dan takbir muqayyad –yaitu takbir yang dilakukan setiap selesai shalat fardhu yang dilaksanakan dengan berjama’ah. Bagi kita yanga sedang tidak berhaji, takbir dimulai dari sejak Zhuhur hari raya Qurban terus berlangsung hingga shalat Ashar pada hari Tasyriq.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Berkurban. Bisa kita lakukan pada Hari Raya Qurban dan Hari-hari Tasyriq. Ibadah ini adalah sunnah Nabi Ibrahim a.s. dan Nabi Muhammad saw. mengukuhkannya menjadi syariat bagi kita. Sabda Nabi, “Berkurban dengan menyembelih dua ekor domba jantan berwarna putih dan bertanduk. Beliau sendiri yang menyembelihnya dengan menyebut nama Allah dan bertakbir, serta meletakkan kaki beliau di sisi tubuh domba itu”. (Hadits muttafaq ‘alaihi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Dilarang mencabut atau memotong rambut dan kuku bagi orang yang hendak berkurban. Diriwayatkan oleh Muslim dan lainnya, dari Ummu Salamah r.a. bahwa Nabi saw. bersabda: “Jika kamu melihat hilal bulan Dzulhijjah dan salah seorang di antara kamu ingin berkurban, maka hendaklah ia menahan diri dari (memotong) rambut dan kukunya.” Dalam riwayat lain, “Maka janganlah ia mengambil sesuatu dari rambut atau kukunya sehingga ia berkurban.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini untuk menyerupai orang yang menunaikan ibadah haji yang menuntun hewan kurbannya. Firman Allah, “Dan jangan kamu mencukur (rambut) kepalamu, sebelum kurban sampai di tempat penyembelihan.” [QS. Al-Baqarah (2): 196]. Larangan ini, menurut zhahirnya, hanya dikhususkan bagi orang yang berkurban saja, tidak termasuk istri dan anak-anaknya, kecuali jika masing-masing dari mereka berkurban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Melaksanakan shalat Iedul Adha dan mendengarkan khutbahnya. Bahkan, anak-anak dan wanita-wanita yang sedang haidh pun diperintahkan Nabi saw. untuk hadir bersama jama’ah shalat ied di tanah lapang untuk mendengarkan khutbah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1368248973152853687-2177242915044579471?l=maestro-bisnis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://maestro-bisnis.blogspot.com/feeds/2177242915044579471/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://maestro-bisnis.blogspot.com/2009/11/8-ibadah-di-bulan-dzulhijjah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1368248973152853687/posts/default/2177242915044579471'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1368248973152853687/posts/default/2177242915044579471'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://maestro-bisnis.blogspot.com/2009/11/8-ibadah-di-bulan-dzulhijjah.html' title='8 Ibadah Di Bulan Dzulhijjah'/><author><name>H.Fardhol Suparlan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06617279264361254919</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_TmDO2atm0c4/SaKnA0HLJZI/AAAAAAAAACk/nd6svNtzwoM/S220/syaikh.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_TmDO2atm0c4/SwDJ_WqUs1I/AAAAAAAAAQY/-h1eQgm0MPU/s72-c/421561548_5da84f629f.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1368248973152853687.post-8525786683057474</id><published>2009-11-11T20:03:00.000-08:00</published><updated>2009-11-15T19:49:21.190-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motivasi'/><title type='text'>Idul Adha dan Ibadah Qurban</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_TmDO2atm0c4/SwDLrxnD7FI/AAAAAAAAAQo/L-L0Pgc1Tck/s1600/logo_melayuonline.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 162px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_TmDO2atm0c4/SwDLrxnD7FI/AAAAAAAAAQo/L-L0Pgc1Tck/s200/logo_melayuonline.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5404543505756580946" /&gt;&lt;/a&gt;dakwatuna.com – Kata Idul Adha artinya kembali kepada semangat berkurban. Berbeda dengan Idul Fitri yang artinya kembali kepada fitrah. Bila Idul Fitri berkaitan dengan ibadah Ramadhan, di mana setiap hamba Allah selama Ramadhan benar-benar disucikan sehingga mencapai titik fitrah yang suci, tetapi dalam Idul Adha tidak demikian. Idul Adha lebih berupa kesadaran sejarah akan kehambaan yang dicapai nabi Ibrahim dan nabi Ismail alaihimus salam. Karenanya di hari tersebut ibadah yang paling utama adalah menyembelih kurban sebagai bantuan terhadap orang-orang miskin.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dalam surah Ash Shaffat 100-111, Allah swt. menggambarkan kejujuran nabi Ibrahim dalam melaksanakan ibadah kurban. Indikatornya dua hal:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, al istijabah al fauriyah yakni kesigapannya dalam melaksanakan perintah Allah sampai pun harus menyembelih putra kesayangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini nampak ketika nabi Ibrahim langsung menemui putranya Ismail begitu mendapatkan perintah untuk menyembelihnya. Di saat yang sama ia langsung menawarkan perintah tersebut kepadanya. Allah berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: “Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan ternyata al istijabah al fauriyah ini nampak juga pada diri Ismail ketika menjawab:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu, insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, shidqul istislam yakni kejujuran dalam melaksanakan perintah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah berfirman: “Tatkala keduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipis (nya), (nyatalah kesabaran keduanya).”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah pemandangan yang sangat menegangkan. Bayangkan seorang ayah dengan jujur sedang siap-siap melakukan penyembelihan. Tanpa sedikitpun ragu. Kata aslamaa yang artinya keduanya berserah diri menunjukkan makna bahwa penyerahan diri tersebut tidak hanya terjadi sepihak, melainkan kedua belah pihak baik dari Ibrahim maupun Ismail. Di sanalah hakikat kehambaan benar-benar nampak. Bahwa sang hamba tidak ada pilihan kecuali patuh secara tulus kepada Tuhannya. Suatu teladan kehambaan yang harus ditiru setiap orang beriman yang berjuang menuju derajat kehambaan. Karenanya pada ayat 100 seteleh itu, Allah menegaskan bahwa keduanya benar-benar hamba-Nya, Allah berfirman: “Sesungguhnya ia termasuk hamba-hamba Kami yang beriman.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sini nampak bahwa untuk mencapai derajat kehambaan sejati, tidak ada lain kecuali dengan membuktikan al istijabah al fauriyyah dan shidqul istislam. Nabi Ibrahim dan nabi Ismail telah membuktikan kedua hal tersebut. Allah swt. yang Maha Mengetahui telah merekamnya. Bila Allah yang mendeklarasikannya maka itu persaksian yang paling akurat. Tidak perlu diperbincangkan lagi. Bahkan Allah swt. mengabadikannya dengan menjadikan hari raya Idul Adha. Supaya semua hamba Allah setiap tahun selalu bercermin kepada nabi Ibrahim dan nabi Ismail.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, esensi Idul Adha bukan semata ritual penyembelihan kurban, melainkan lebih dari itu, membangun semangat kehambaan nabi Ibrahim dan nabi Islamil dalam kehidupan sehari-hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang perlu dikritisi dalam hal ini, adalah bahwa banyak orang Islam masih mengambil sisi ritualnya saja, sementara esensi kehambaanya dilupakan. Sehingga setiap tahun umat Islam merayakan Idul Adha, tetapi prilaku kesehariannya menginjak-injak ajaran Allah swt. Apa-apa yang Allah haramkan dengan mudah dilanggar. Dan apa-apa yang Allah perintahkan diabaikan. Bukankah Allah berfirman udkhuluu fissilmi kaafaah? Tapi di manakah makna kaffah itu dalam dataran kehidupan umat Islam? Karena itu, setiap kita memasuki hari raya Idul Adha, yang pertama kali harus kita gelar adalah semangat kehambaan yang kaffah kepada Allah. Bukan kehambaan sepenggal-sepenggal, atau kehambaan musiman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berapa banyak orang Islam yang rajin mentaati Allah di bulan Ramadhan saja, sementara di luar Ramadhan tidak demikian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berapa banyak orang Islam yang rajin ke masjid selama di Makkah saja, sementara setelah kembali ke negerinya, mereka kembali berani berbuat dosa tanpa merasa takut sedikitpun. Wallahu a’lam bishshawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1368248973152853687-8525786683057474?l=maestro-bisnis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://maestro-bisnis.blogspot.com/feeds/8525786683057474/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://maestro-bisnis.blogspot.com/2009/11/idul-adha-dan-ibadah-qurban.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1368248973152853687/posts/default/8525786683057474'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1368248973152853687/posts/default/8525786683057474'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://maestro-bisnis.blogspot.com/2009/11/idul-adha-dan-ibadah-qurban.html' title='Idul Adha dan Ibadah Qurban'/><author><name>H.Fardhol Suparlan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06617279264361254919</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_TmDO2atm0c4/SaKnA0HLJZI/AAAAAAAAACk/nd6svNtzwoM/S220/syaikh.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_TmDO2atm0c4/SwDLrxnD7FI/AAAAAAAAAQo/L-L0Pgc1Tck/s72-c/logo_melayuonline.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1368248973152853687.post-1214924509743128458</id><published>2009-11-11T19:50:00.000-08:00</published><updated>2009-11-11T20:03:28.468-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motivasi'/><title type='text'>Kala Subuh Kita Lebih Awal</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_TmDO2atm0c4/SvuI4l40okI/AAAAAAAAAQA/-oprmv_izxE/s1600-h/0silluet-masjid-14.gif"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 124px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_TmDO2atm0c4/SvuI4l40okI/AAAAAAAAAQA/-oprmv_izxE/s200/0silluet-masjid-14.gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5403062683785536066" /&gt;&lt;/a&gt;Jika kita perhatikan sekarang ini, waktu shalat Shubuh kita di beberapa bagian—terutama di bagian Barat Indonesia, jatuh sekitar jam 04.00 pagi. Ini mungkin baru terjadi dalam kurun waktu yang lama sekali. Sebelumnya, selama bertahun-tahun, kita melaksanakan Shalat Shubuh pada jam 05.00 kurang atau paling tidak, pukul 04.30 pagi. Mengapa?&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Ibrahim bin Adham mengatakan bahwa jika ingin melihat kebangkitan Islam, maka lihatlah Shalat Shubuh di masjid-masjid. Maksudnya, Islam akan kembali bangkit dan menemukan zaman keemasannya jika jamaah Shalat Shubuh di masjid sama banyaknya dengan jamaah shalat Jumat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita sudah tahu bahwa dalam shalat Jumat, berlepas dari banyak juga yang tidak melakukannya, tetapi masjid-masjid jamie selalu penuh. Orang-orang menghentikan sejenak aktivitasnya. Di waktu shalat-shalat lainnya, masjid kembali ke “habitat”-nya semula: sepi dan hanya paling tidak, di sebagian besar masjid, hanya mempunyai jamaah tiga atau empat shaff. Itupun ketika Maghrib dan Isya saja. Shalat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Shubuh yang paling mengenaskan. Seringkali, muadzin melakukan semuanya sendirian: beradzan, qomat, menjadi imam dan juga jamaahnya, alias tak ada jamaahnya. Paling bagus, shalat Shubuh diikuti oleh satu baris yang terdiri dari orang-orang tua saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan bergesernya waktu shalat Shubuh yang lebih awal, bisa ditebak, shalat Shubuh di masjid menjadi makin sepi. Jumlah jamaah yang tadinya sudah sedikit semakin surut saja. Dan jangan terlalu banyak berharap melihat anak-anak muda di barisan jamaah shalat Shubuh. Memang kadang-kadang aja juga, namun yang kadang-kadang itupun jumlahnya tidak lebih dari hitungan jari satu tangan saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya anak-anak muda kita sekarang ini, jika kebetulan pas hari libur, mereka sering kali masih bisa kita temui di pinggir jalan sampai larut malam. Mereka berkumpul dan begadang, menghabiskan malam bersama-sama, dan kemudian pergi tidur justru ketika Shubuh akan segera jatuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian besar bencana besar sering kali terjadi pada waktu setelah Shubuh yang tenang. Misalnya saja Tsunami Aceh dan tragedi Situ Gintung belakangan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga, kita menjadi orang-orang yang senantiasa menjalankan shalat Shubuh berjamaah di masjid. &lt;br /&gt;Sumber:eramuslim.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1368248973152853687-1214924509743128458?l=maestro-bisnis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://maestro-bisnis.blogspot.com/feeds/1214924509743128458/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://maestro-bisnis.blogspot.com/2009/11/kala-subuh-kita-lebih-awal.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1368248973152853687/posts/default/1214924509743128458'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1368248973152853687/posts/default/1214924509743128458'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://maestro-bisnis.blogspot.com/2009/11/kala-subuh-kita-lebih-awal.html' title='Kala Subuh Kita Lebih Awal'/><author><name>H.Fardhol Suparlan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06617279264361254919</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_TmDO2atm0c4/SaKnA0HLJZI/AAAAAAAAACk/nd6svNtzwoM/S220/syaikh.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_TmDO2atm0c4/SvuI4l40okI/AAAAAAAAAQA/-oprmv_izxE/s72-c/0silluet-masjid-14.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1368248973152853687.post-8246765040161253687</id><published>2009-11-11T01:24:00.000-08:00</published><updated>2009-11-11T01:30:08.489-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motivasi'/><title type='text'>SURAT UNTUK PARA JAMA’AH HAJI BAITULLAH AL-HARAM</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_TmDO2atm0c4/SvqECHS9zMI/AAAAAAAAAP4/1I24dXnB824/s1600-h/tnphoto%2520-%2520download%2520-%2520003.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_TmDO2atm0c4/SvqECHS9zMI/AAAAAAAAAP4/1I24dXnB824/s200/tnphoto%2520-%2520download%2520-%2520003.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5402775874837531842" /&gt;&lt;/a&gt;Dari Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz kepada para jama’ah haji baitullah al-haram, semoga Allah berkenan menganugerahiku dan para jama’ah haji sekalian berupa petunjuk kepada kesalihan dalam bertutur kata dan berperilaku, serta berkenan untuk melindungi kita semua dari segala penyimpangan kesesatan dan bujuk rayu setan. Amin …&lt;br /&gt;Assalamu’alaikum Warahmatullahi wa Barakatuh, wa ba’du :&lt;br /&gt;Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala mewajibkan kepada seluruh hamba-hamba-Nya yang beriman untuk tolong menolong dalam mengerjakan kebajikan dan ketakwaan, serta mengharamkan bentuk tolong menolong di dalam berbuat dosa dan permusuhan. Allah Azza wa Jalla berfirman dalam Kitab-Nya yang mulia :&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;﴿ وَتَعَاوَنُواْ عَلَى الْبرِّ وَالتَّقْوَى وَلاَ تَعَاوَنُواْ عَلَى الإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ وَاتَّقُواْ اللّهَ إِنَّ اللّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ ﴾ [المائدة:2].&lt;br /&gt;“Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya.” (QS.05:02)&lt;br /&gt;Dan diantara bentuk implementasi dari at-ta’awun (tolong menolong) dalam mengerjakan kebajikan dan ketakwaan adalah saling menasehati dan berwasiat dalam kebenaran dan kesabaran. Sebagaimana Allah Azza wa Jalla berfirman :&lt;br /&gt;وَالْعَصْرِ (1) إِنَّ الإِنسَانَ لَفِي خُسْرٍ (2) إِلاَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ ﴾ [العصر].&lt;br /&gt;001. Demi masa. 002. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian,003. kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran. (QS.103:1-3).&lt;br /&gt;Allah Subhanahu wa Ta’ala menjelaskan di dalam surat yang agung ini bahwa golongan manusia berada dalam kerugian. Ia Subhanahu wa Ta’ala bersumpah atas hal itu (padahal kita tahu bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala adalah al-Haqq (Yang Maha Benar) meskipun tanpa Dia Subhanahu wa Ta’ala harus bersumpah sekalipun) sebagai penegasan dan  motivasi agar menyifati diri dengan 4 (empat) sifat sebagai faktor penyebab kebahagiaan di dunia dan di akhirat. Telah diriwayatkan dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda :&lt;br /&gt;{ الدين النصيحة، الدين النصيحة } قالوا: لمن يا رسول الله؟ قال: { لله، ولكتابه، ولرسوله، ولأئمة المسلمين وعامتهم }&lt;br /&gt;“Agama adalah nasehat, agama adalah nasehat. Mereka (para sahabat) bertanya, ‘Kepada siapa Wahai Rasulullah?’. Beliau Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, ‘Kepada Allah, dan kitab-Nya, Rasul-Nya dan kepada pemimpin kaum muslimin dan rakyatnya’.”&lt;br /&gt;Dalam Ash-Shahihain dari Jarir bin Abdullah al-Bajali menuturkan,  “Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam membaiat kami untuk menegakkan shalat, membayar zakat dan nasehat kepada setiap muslim.” &lt;br /&gt;Masih dalam Ash-Shahihain juga, dari Anas Radhiyallahu ‘Anhu menuturkan, “Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, &lt;br /&gt;{ لا يؤمن أحدكم حتى يحب لأخيه ما يحب لنفسه }&lt;br /&gt;‘Tidak (sempurna) iman seorang dari kalian hingga ia (dapat) mencintai saudaranya sebagaimana dia mencintai dirinya sendiri’.”&lt;br /&gt;Dari ayat-ayat yang agung dan hadist-hadits yang berasal dari Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menunjukkan akan kewajiban bagi seluruh kaum muslimin, baik sebagai haji maupun selainnya untuk bertakwa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan untuk saling menasehati diantara mereka, tolong menolong dalam mengerjakan kebajikan dan ketakwaan dimana pun mereka berada. Setiap orang muslim (mestinya) menyenangi kebaikan dan membenci kejahatan untuk saudaranya, memerintahkannya kepada kebajikan dan mencegahnya dari kemungkaran dengan cara yang hikmah dan pelajaran yang baik, berdebat dengan cara yang paling baik di saat hal itu diperlukan, tidak diragukan lagi bahwa kesemua ini merupakan bagian dari tujuan dan manfaat dari pelaksanaan haji yang oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala sitir dalam firman-Nya :&lt;br /&gt;﴿ لِيَشْهَدُوا مَنَافِعَ لَهُمْ ﴾ [الحج:28]&lt;br /&gt;“Supaya mereka menyaksikan berbagai manfa`at bagi mereka.” (QS.22:28)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan firman Allah Subhanahu wa Ta’ala yang lainnya :&lt;br /&gt;﴿ ادْعُ إِلِى سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُم بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِمَن ضَلَّ عَن سَبِيلِهِ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ ﴾ [النحل:125].&lt;br /&gt;“Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS.16:125)&lt;br /&gt;Dan kalian, wahai para rombongan haji Baitullah al-Haram! Kalian datang ke negeri yang aman ini untuk tujuan mulia dan dan amal shalih, yaitu untuk menunaikan manasik haji. Maka wajib atas kalian untuk beradab dengan adab syar’i dan berakhlaq dengan akhlaq yang ridhai untuk kalian. Aku berwasiat kepada kalian dengan hal yang demikian tadi, yang termuat di dalam ayat-ayat yang telah disinyalir sebelumnya dan yang disabdakan oleh lisannya Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam di dalam hadits-haditsnya yang telah disebutkan di atas.  Firman Allah Azza wa Jalla :&lt;br /&gt;﴿ الْحَجُّ أَشْهُرٌ مَّعْلُومَاتٌ فَمَن فَرَضَ فِيهِنَّ الْحَجَّ فَلاَ رَفَثَ وَلاَ فُسُوقَ وَلاَ جِدَالَ فِي الْحَجِّ وَمَا تَفْعَلُواْ مِنْ خَيْرٍ يَعْلَمْهُ اللّهُ وَتَزَوَّدُواْ فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَى وَاتَّقُونِ يَا أُوْلِي الأَلْبَابِ ﴾ [البقرة:197].&lt;br /&gt;“(Musim) haji adalah beberapa bulan yang dimaklumi, barangsiapa yang menetapkan niatnya dalam bulan itu akan mengerjakan haji, maka tidak boleh rafats, berbuat fasik dan berbantah-bantahan di dalam masa mengerjakan haji. Dan apa yang kamu kerjakan berupa kebaikan, niscaya Allah mengetahuinya. Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa dan bertakwalah kepada-Ku hai orang-orang yang berakal.” (QS.2:197)&lt;br /&gt;Dan Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda :&lt;br /&gt;{ العمرة إلى العمرة كفارة لما بينهما، والحج المبرور ليس له جزاء إلا الجنة } [متفق على صحته].&lt;br /&gt;“Umrah ke umrah (berikutnya) sebagai pelebur (dosa) yang terjadi di antara keduanya, dan bagi haji yang mabrur tidak ada balasan kecuali surga.” (Muttafaqun ‘Alaihi).&lt;br /&gt;Sedang haji mabrur itu adalah haji yang dalam pelaksanaannya tidak terdapat rafats (kata-kata jorok yang mengundang nafsu birahi) dan perbuatan fasiq (maksiat), sebagaimana Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda :&lt;br /&gt;{ من حج ولم يرفث ولم يفسق رجع كيوم ولدته أمه }.&lt;br /&gt;“Barangsiapa yang berhaji dan tidak melakukan rafats dan tidak berbuat fasiq, maka dia kembali (bersih) dari dosa-dosanya sebagaimana hari ia dilahirkan oleh ibunya.”&lt;br /&gt;Sedang ar-rafats itu adalah bersetubuh sebelum tahallul dari ihram, dan (termasuk) segala perkataan birahi yang sehubungan dengan wanita. Adapun al-fusuq adalah kemaksiatan, termasuk dalam konteks ini adalah semua bentuk kemaksiatan, termasuk kezaliman, penghinaan, mencederai kaum muslimin tanpa alasan yang benar, mengolok-olok, dusta, menggunjing, mengadu domba, durhaka kepada kedua orang tua, memutuskan tali silaturahmi, memakan uang riba. Menzalimi orang dengan menumpahkan darah, menistakan kehormatan dan merampas hartanya, serta melakukan segala hal yang dilarang oleh Allah dan Rasul-Nya. Juga termasuk dalam konteks al-fusuq adalah mencederai kaum muslimin dengan ucapan dan sikapnya di tempat-tempat ibadah haji dan di jalan-jalan, saat thawaf dan sa’i, ketika melontar jumrah, dan di segala tempat lainnya. Demikian pula termasuk di dalam konteks tersebut adalah berdemonstrasi, berteriak-teriak dalam mendoakan suatu komunitas dan mendoakan orang lain, sehingga membuat musim haji sebagai tempat yang rusuh, perselisihan dan demonstasi, serta mengeluarkan dari segala yang telah disyariatkan oleh Allah di dalam pelaksanaan haji seperi dalam menegakkan zikrullah, dakwah kepada jalan-Nya, saling menasehati sesama kaum muslimin, tolong menolong dalam mengerjakan kebajikan dan ketakwaan, serta menjalankan manasik haji dengan penuh keikhlasan, kenyamanan, ketenangan, dan segala hal yang disenangi di sisi Allah Ta’ala, serta terhindar dari siksa-Nya. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman di dalam al-Qur`an al-‘Azhim :&lt;br /&gt;﴿ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لاَ يَسْخَرْ قَومٌ مِّن قَوْمٍ عَسَى أَن يَكُونُوا خَيْراً مِّنْهُمْ وَلاَ نِسَاء مِّن نِّسَاء عَسَى أَن يَكُنَّ خَيْراً مِّنْهُنَّ وَلاَ تَلْمِزُوا أَنفُسَكُمْ وَلاَ تَنَابَزُوا بِالْأَلْقَابِ بِئْسَ الاِسْمُ الْفُسُوقُ بَعْدَ الإِيمَانِ وَمَن لَّمْ يَتُبْ فَأُوْلَئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ ﴾[الحجرات:11].&lt;br /&gt;“Hai orang-orang yang beriman janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olok) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok) dan jangan pula wanita-wanita (mengolok-olok) wanita-wanita lain (karena) boleh jadi wanita-wanita (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari wanita (yang mengolok-olok) dan janganlah kamu mencela dirimu sendiri dan janganlah kamu panggil memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan ialah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertaubat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.” (QS.49:11)&lt;br /&gt;Di dalam ayat yang mulia ini, Allah Subhanahu wa Ta’ala melarang orang-oang mukmin laki-laki dan wanita dari 3 (tiga) perkara, yaitu (1) as-sukhriyah yaitu mengolok-olok, (2) al-lamzu yaitu saling mencela, (3) at-tanabuz bil alqab yaitu saling panggil dengan gelar-gelar yang tidak disukai dan (orangnya) tidak rela jika dipanggil dengan sebutan tersebut, seperti jika dipanggil, “Hai orang durhaka (si fajir)”, “Hai orang yang buruk (si khabits)”, “Hai musuh Allah ( si ‘aduwallah).” Tidaklah kesemuanya itu melainkan jika digunakan ketiga hal perkara ini diantara kaum muslimin dapat menimbulkan kedengkian, permusuhan dan memicu kerusuhan, serta yang demikian itu berakibat tidak terpuji. Kemudian Allah Subhanahu wa Ta’ala mengakhiri ayat dengan menetapkan hukum wajibnya bertaubat dari segala bentuk kemaksiatan dan bahwa sikap mereka yang terus menerus atas perbuatan tersebut merupakan suatu bentuk kezaliman yang berakibat tidak terpuji. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda di dalam khutbahnya di hari Kurban saat Haji Wada’ :&lt;br /&gt;{ إن دماءكم وأموالكم وأعراضكم عليكم حرام كحرمة يومكم هذا، في بلدكم هذا، في شهركم هذا، ألا هل بلغت }&lt;br /&gt;“Sesungguhnya telah diharamkan atas kalian darah, harta dan kehormatan kalian sebagaimana haramnya hari kalian ini, di negeri kalian ini, di bulan kalian ini, ketahuilah bukankah telah aku sampaikan (pernyataan ini)?”.&lt;br /&gt;Dan telah diriwayatkan pula dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bahwa ia bersabda :&lt;br /&gt;{ من ضار مسلماً ضاره الله، ومن شقَّ على مسلم شقَّ الله عليه }&lt;br /&gt;“Barangsiapa yang menyusahkan seorang muslim, niscaya Allah akan menyusahkannya. Dan barangsiapa yang menghimpit seorang muslim maka kelak Allah akan menghimpitnya.”&lt;br /&gt;Ayat-ayat dan hadits-hadits yang memotivasi para haji dan selain mereka untuk berpegang teguh dengan agama mereka, istiqomah di jalannya, dan komitmen terhadap al-Qur`an al-Karim serta berhukum dan berloyalitas kepadanya disertai Sunnah Rasulillah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, saling belas kasih dan bersikap lembut di antara mereka, dan bentuk-bentuk berbuat ihsan yang dapat diimplementasikan diantara mereka masih sangat banyak lagi.&lt;br /&gt;Maka wahai jama’ah haji baitullah al-haram bertakwa, ta’ati, dan agungkanlah perintah-Nya dan jangan kalian mendurhakai-Nya, berpegang teguhlah kalian semua dengan tali Allah dan janganlah kalian saling bercerai berai, bersungguh-sungguhlah dalam melaksanakan manasik haji sesuai yang telah disyariatkan oleh Allah, berlomba-lombalah kepada ketaatan dan amal-amal shalih, perbanyaklah shalat di masjil haram dan thawaf, kerjakan apa yang dimudahkan bagimu dari tilawah al-Qur`an, tasbih, tahlil, tahmid, takbir,  doa, istighfar, shalawat atas Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Dalamilah ilmu agama kalian, ambillah manfaat dari halaqah-halaqah ilmu di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, bertanyalah kepada ahlul ilmi (ulama) mengenai segala hal yang masih menjadi masalah bagi kalian, maka sungguh telah diriwayatkan secara shahih dari Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bahwa beliau bersabda :&lt;br /&gt;{ من يرد الله به خيراً يفقهه في الدين }&lt;br /&gt;“Barangsiapa yang hendak Allah limpahkan kebaikan yang banyak, niscaya Allah jadikan ia sebagai seorang yang faqih (berpengetahuan) dalam masalah agama.”&lt;br /&gt;Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bahwa beliau bersabda :&lt;br /&gt;{ من سلك طريقاُ يلتمس فيه علماُ سلك الله به طريقاُ إلى الجنة، وما اجتمع قوم في بيت من بيوت الله يتلون كتاب الله ويتدارسونه بينهم إلا نزلت عليهم السكينة، وغشيتهم الرحمة، وحفتهم الملائكة، وذكرهم الله فيمن عنده }&lt;br /&gt;“Barangsiapa yang menempuh perjalanan dalam rangka menuntut ilmu niscaya Allah mudahkan baginya jalan menuju surga . Dan tidaklah berkumpul sekelompok orang di salah satu rumah Allah (masjid), mereka membaca al-Qur`an dan saling mempelajarinya, melainkan Allah (akan) menurunkan ketenangan kepada mereka, meliputi mereka dengan rahmat-Nya, mereka dikelilingi oleh para Malaikat dan Allah menyebut (membanggakan nama-nama) mereka dihadapan para Malaikat.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bahwa beliau bersabda :&lt;br /&gt;{ اقرأوا القرآن فإنه يأتي شفيعاً لأصحابه يوم القيامة }&lt;br /&gt;“Bacalah al-Qur`an, maka sesungguhnya ia akan datang sebagai syafa’at bagi para pembacanya pada hari kiamat kelak” &lt;br /&gt;Yaitu mereka yang mengamalkan al-Qur`an dan istiqomah terhadap pengajarannya.&lt;br /&gt;Dan setiap orang dari kalian hendaknya membimbing saudaranya dengan ilmu yang dimilikinya, dan mengarahkannya kepada kebaikan, menolongnya dalam mengimplementasikan ayat-ayat dan hadits-hadits yang telah dipaparkan di muka, dan berilah kabar gembira tentang ganjaran yang melimpah dan pahala yang besar, sebagaimana Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:&lt;br /&gt;{ من دل على خير فله مثل أجر فاعـله }&lt;br /&gt;“Barangsiapa yang menunjukkan (orang lain) kepada kebaikan, maka baginya (pahala) seperti pahala orang yang melakukannya.”&lt;br /&gt;Telah diriwayatkan pula dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bahwa beliau bersabda kepada Ali Radhiyallahu ‘Anhu saat beliau mengutusnya kepada Kaum Yahudi di wilayah Khaibar :&lt;br /&gt;{ ادعهم إلى الإسلام، وأخبرهم بما يجب عليهم من الحق فيه، فو الله لأن يهدي الله بك رجلاً واحداً خير لك من حُمُر النَّعَم }&lt;br /&gt;“Ajaklah mereka kepada Islam, dan kabarkan kepada mereka dengan hal yang diwajibkan atas mereka dari kebenaran yang terdapat di dalam agama Islam. Maka Demi Allah, kalaulah Allah Subhanahu wa Ta’ala mengaruniakan hidayah kepada seseorang perantaramu, (maka itu) lebih baik bagimu daripada onta merah .”&lt;br /&gt;Beliau Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda :&lt;br /&gt;{ والله في عون العبد ما كان العبد في عون أخيه }&lt;br /&gt;“Dan Allah senantiasa menolong seorang hamba selama hamba tersebut menolong saudaranya.”&lt;br /&gt;Hanya kepada Allahlah, kita bermohon agar berkenan mengaruniakan taufik-Nya kepada kita dan kalian semua kepada segala hal yang diridhai-Nya, dan memudahkan jalan bagi kita dan kalian sekalian kepada jalan-Nya yang lurus, dan menolong kalian dalam melaksanakan manasik haji dalam bentuk yang diridhai-Nya, dan semoga Dia berkenan menerima (amal shalih) kita dan kalian semua, dan mengembalikan kalian ke negeri-negeri kalian dengan selamat dan memperoleh keberuntungan yang besar. Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala Maha Dermawan lagi Maha Pemurah.&lt;br /&gt;Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada hamba dan utusan-Nya, nabi kita Muhammad, juga kepada keluarga dan para sahabat serta pengikutnya yang benar-benar loyal kepadanya.&lt;br /&gt;Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1368248973152853687-8246765040161253687?l=maestro-bisnis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://maestro-bisnis.blogspot.com/feeds/8246765040161253687/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://maestro-bisnis.blogspot.com/2009/11/surat-untuk-para-jamaah-haji-baitullah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1368248973152853687/posts/default/8246765040161253687'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1368248973152853687/posts/default/8246765040161253687'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://maestro-bisnis.blogspot.com/2009/11/surat-untuk-para-jamaah-haji-baitullah.html' title='SURAT UNTUK PARA JAMA’AH HAJI BAITULLAH AL-HARAM'/><author><name>H.Fardhol Suparlan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06617279264361254919</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_TmDO2atm0c4/SaKnA0HLJZI/AAAAAAAAACk/nd6svNtzwoM/S220/syaikh.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_TmDO2atm0c4/SvqECHS9zMI/AAAAAAAAAP4/1I24dXnB824/s72-c/tnphoto%2520-%2520download%2520-%2520003.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1368248973152853687.post-9019589901315654812</id><published>2009-09-11T13:10:00.000-07:00</published><updated>2009-09-10T23:08:46.764-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motivasi'/><title type='text'>Ciri-Ciri Datangnya Malam Lailatul Qodar</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_TmDO2atm0c4/SqnXkHOPhgI/AAAAAAAAAPg/qACp4Jm1E_A/s1600-h/z-fine-inner-nabawi.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 154px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_TmDO2atm0c4/SqnXkHOPhgI/AAAAAAAAAPg/qACp4Jm1E_A/s200/z-fine-inner-nabawi.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5380068245284816386" /&gt;&lt;/a&gt;Sebagaimana kita ketahui Allah menurunkan Al Quran dalam bulan Ramadan dan malam turunnya Al Quran itu adalah malam qadar, malam yang penuh keberkatan sebagaimana disampaikan oleh Allah dalam firmannya:&lt;br /&gt;“Sesungguhnya kami telah menurunkan Al Quran pada malam Al Qadar dan tahukah kamu apa yang dimaksud dengan malam kemuliaan (Al Qadar) itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun para malaikat dan Ruh (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur semua urusan. Sejahterahlah (malam itu) sampai terbit fajar. "  (QS.Al Qadr ayat 1-5)&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Juga diriwayatkan oleh HR Bukhari dari Aisyah,  Rasulullah bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Carilah dengan hati-hati sekali malam Al Qadar itu di malam-malam yang ganjil dari puluhan yang  akhir dari Ramadan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari firman Allah dan hadis tersebut di atas kita mengetahui bahwa malam Lailatul Qadar terjadi dalam bulan Ramadan pada malam-malam ganjil pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadan. Karena tidak ada seorang manusiapun yang mengetahui kapan malam yang nilainya sama dengan seribu bulan itu akan datang, terlebih lagi di negeri kita sering terjadi perbedaan penetapan awal Ramadan yang menyebabkan perbedaan jatuhnya hari-hari ganjil pada sepuluh hari terakhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka sebaiknya di setiap malam sepuluh hari terakhir itu kita selalu mempersiapkan diri untuk menyambut datangnya malam Lailatul Qadar dengan memperbanyak ibadah, yaitu memperbanyak salat, istighfar, tahlil, tahmid dan ibadah-ibadah lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak pertanyaan apakah ciri-ciri datangnya malam Lailatul Qadar itu? Tentang ciri-ciri malam Lailatul Qadar banyak ulama yang bebeda pendapat, tetapi berikut ini adalah ciri-ciri datangnya malam Lailatul Qadar yang sering diceramahkan ataupun dituliskan oleh para ulama:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, orang yang mendapatkan Lailatul Qadar (keberuntungan pahala dari sisi Allah) pada malam itu akan melihat seluruh benda dan makhluk di muka bumi ini bersujud kepada Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, orang yang mendapatkan Lailatul Qadar (keberuntungan pahala dari sisi Allah) akan melihat semuanya terang benderang walaupun suasananya di tengah malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, orang yang mendapatkan Lailatul Qadar (keberuntungan pahala dari sisi Allah) itu mendengar salam malaikat dan tutur katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat, orang yang mendapatkan Lailatul Qadar (keberuntungan pahala dari sisi Allah) itu dikabulkan segala doanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kelima, orang yang mendapatkan Lailatul Qadar (keberuntungan pahala dari sisi Allah) itu tidak disyaratkan melihat tanda apa-apa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena bulan Ramadan adalah bulan yang utama, bulan yang penuh berkat sebagaimana telah dijanjikan Allah, kiranya akan lebih baik kita memperbanyak ibadah terlebih lagi di sepuluh hari terakhir Ramadan dengan tidak usah mengingat ciri-ciri malam Lailatul Qadar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Ditulis berdasarkan referensi Al Qur’an,  Buku Pedoman Puasa, Prof. DR. T.M Hasbi Ash Shiddieqy dan Buku Puasa Ramadan, DR. H. Ridjaluddin F.N; M.Ag).&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1368248973152853687-9019589901315654812?l=maestro-bisnis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://maestro-bisnis.blogspot.com/feeds/9019589901315654812/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://maestro-bisnis.blogspot.com/2009/09/ciri-ciri-datangnya-malam-lailatul.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1368248973152853687/posts/default/9019589901315654812'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1368248973152853687/posts/default/9019589901315654812'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://maestro-bisnis.blogspot.com/2009/09/ciri-ciri-datangnya-malam-lailatul.html' title='Ciri-Ciri Datangnya Malam Lailatul Qodar'/><author><name>H.Fardhol Suparlan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06617279264361254919</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_TmDO2atm0c4/SaKnA0HLJZI/AAAAAAAAACk/nd6svNtzwoM/S220/syaikh.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_TmDO2atm0c4/SqnXkHOPhgI/AAAAAAAAAPg/qACp4Jm1E_A/s72-c/z-fine-inner-nabawi.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1368248973152853687.post-6016932492500563704</id><published>2009-09-11T13:00:00.000-07:00</published><updated>2009-09-10T23:11:24.234-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motivasi'/><title type='text'>I'tikaf (Berkontemplasi Diri)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_TmDO2atm0c4/SqnVSW76REI/AAAAAAAAAPY/VmUHBaIHAf0/s1600-h/20090908143348_blog.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 125px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_TmDO2atm0c4/SqnVSW76REI/AAAAAAAAAPY/VmUHBaIHAf0/s200/20090908143348_blog.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5380065741241992258" /&gt;&lt;/a&gt;Pada akhir bulan Ramadan karena Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam seringkali beritikaf pada 10 (hari) terakhir di bulan Ramadan hingga Allah Yang Maha Perkasa dan Mulia mewafatkan beliau. [HR Bukhari &amp; Muslim dari Aisyah] &lt;br /&gt;1.Hikmahnya&lt;br /&gt;Al-Alamah Ibnul Qayyim berkata : “Manakala hadir dalam keadaan sehat dan istiqamah (konsisten) di atas rute perjalanan menuju Allah Ta’ala tergantung pada kumpulnya (unsur pendukung) hati tersebut kepada Allah, dan menyalurkannya dengan menghadapkan hati tersebut kepada Allah Ta’ala secara menyeluruh, karena kusutnya hati tidak akan dapat sembuh kecuali dengan menghadapkan(nya) kepada Allah Ta’ala, sedangkan makan dan minum yang berlebih-lebihan dan berlebih-lebihan dalam bergaul, terlalu banyak bicara dan tidur, termasuk dari unsur-unsur yang menjadikan hati bertambah berantakan (kusut) dan mencerai beraikan hati di setiap tempat, dan (hal-hal tersebut) akan memutuskan perjalanan hati menuju Allah atau akan melemahkan, menghalangi dan menghentikannya.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Rahmat Allah Yang Maha Perkasa lagi Penyayang menghendaki untuk mensyariatkan bagi mereka puasa yang bisa menyebabkan hilangnya kelebihan makan dan minum pada hamba-Nya, dan akan membersihkan kecenderungan syahwat pada hati yang (mana syahwat tersebut) dapat merintangi perjalanan hati menuju Allah Ta’ala, dan disyariatkannya (i’tikaf) berdasarkan maslahah (kebaikan yang akan diperoleh) hingga seorang hamba dapat mengambil manfaat dari amalan tersebut baik di dunia maupun di akhirat. Tidak akan merusak dan memutuskannya (jalan) hamba tersebut dari (memperoleh) kebaikannya di dunia maupun di akhirat kelak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan disyariatkannya i’tikaf bagi mereka yang mana maksudnya serta ruhnya adalah berdiamnya hati kepada Allah Ta’ala dan kumpulnya hati kepada Allah, berkhalwat dengan-Nya dan memutuskan (segala) kesibukan dengan makhluk, hanya menyibukkan diri kepada Allah semata. Hingga jadilah mengingat-Nya, kecintaan dan penghadapan kepada-Nya sebagai ganti kesedihan (duka) hati dan betikan-betikannya, sehingga ia mampu mencurahkan kepada-Nya, dan jadilah keinginan semuanya kepadanya dan semua betikan-betikan hati dengan mengingat-Nya, bertafakur dalam mendapatkan keridhaan dan sesuatu yang mendekatkan dirinya kepada Allah. Sehingga bermesraan ketika berkhalwat dengan Allah sebagai ganti kelembutannya terhadap makhluk, yang menyebabkan dia berbuat demikian adalah karena kelembutannya tersebut kepada Allah pada hari kesedihan di dalam kubur manakala sudah tidak ada lagi yang berbuat lembut kepadanya, dan (manakala) tidak ada lagi yang dapat membahagiakan (dirinya) selain daripada-Nya, maka inilah maksud dari i’tikaf yang agung itu” [Zaadul Ma'ad 2/86-87]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.    Makna I’tikaf&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yaitu berdiam (tinggal) di atas sesuatu, dapat dikatakan bagi orang-orang yang tinggal di masjid dan menegakkan ibadah di dalamnya sebagai mu’takif dan ‘Akif. [Al-Mishbahul Munir 3/424 oleh Al-Fayumi, dan Lisanul Arab 9/252 oleh Ibnu Mandhur]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.    Disyari’atkannya I’tikaf&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disunnahkan pada bulan Ramadhan dan bulan yang lainya sepanjang tahun. Telah shahih bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam beritikaf pada sepuluh (hari) terakhir bulan Syawwal[1] Dan Umar pernah bertanya kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Artinya : Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku ini pernah bernadzar pada zaman jahiliyah (dahulu), (yaitu) aku akan beritikaf pada malam hari di Masjidil Haram’. Beliau menjawab:Tunaikanlah nadzarmu”. Maka ia (Umar Radhiyallahu ‘anhu) pun beritikaf pada malam harinya. [Riwayat Bukhari 4/237 dan Muslim 1656]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang paling utama (yaitu) pada bulan Ramadhan beradasarkan hadits Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu (bahwasanya) Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam sering beritikaf pada setiap Ramadhan selama sepuluh hari dan manakala tibanya tahun yang dimana beliau diwafatkan padanya, beliau (pun) beritikaf selama dua puluh hari. [Riwayat Bukhari 4/245]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan yang lebih utama yaitu pada akhir bulan Ramadhan karena Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam seringkali beritikaf pada sepuluh (hari) terakhir di bulan Ramadhan hingga Allah Yang Maha Perkasa dan Mulia mewafatkan beliau. [Riwayat Bukhari 4/266 dan Muslim 1173 dari Aisyah]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.    Syarat-Syarat I’tikaf&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[a]    Tidak disyari’atkan kecuali di masjid, berdasarkan firman-Nya Ta’ala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Artinya : Dan janganlah kamu mencampuri mereka itu[2] sedangkan kamu beritikaf di dalam masjid” [Al-Baqarah : 187]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[b]    Dan masjid-masjid disini bukanlah secara mutlak (seluruh masjid ,-pent), tapi telah dibatasi oleh hadits shahih yang mulia (yaitu) sabda beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam : “Tidak ada I’tikaf kecuali pada tiga masjid (saja)”. [3](Abu Zalfa: Dalam masalah ini terjadi perbedaan pendapat, silahkan melihat disini ulama yang memperbolehkan I’tikap selain di tiga masjid tersebut)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan sunnahnya bagi orang-orang yang beritikaf (yaitu) hendaknya berpuasa sebagaimana dalam (riwayat) Aisyah Radhiyallahu ‘anha yang telah disebutkan. [4]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.    Perkara-Perkara Yang Boleh Dilakukan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[a]    Diperbolehkan keluar dari masjid jika ada hajat, boleh mengeluarkan kepalanya dari masjid untuk dicuci dan&lt;br /&gt;disisir (rambutnya). Aisyah Radhiyallahu ‘anha berkata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan sesungguhnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah memasukkan kepalanya kepadaku, padahal beliau sedang itikaf di masjid (dan aku berada di kamarku) kemudian aku sisir rambutnya (dalam riwayat lain : aku cuci rambutnya) [dan antara aku dan beliau (ada) sebuah pintu] (dan waktu itu aku sedang haid) dan adalah Rasulullah tidak masuk ke rumah kecuali untuk (menunaikan) hajat (manusia) ketika sedang I’tikaf” [5]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[b]    Orang yang sedang Itikaf dan yang yang lainnya diperbolehkan untuk berwudhu di masjid berdasarkan ucapan salah seorang pembantu Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Artinya : Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam berwudhu di dalam masjid dengan wudhu yang ringan” [Dikeluarkan oleh Ahmad 5/364 dengan sanad yang shahih]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[c]    Dan diperbolehkan bagi orang yang sedang I’tikaf untuk mendirikan tenda (kemah) kecil pada bagian di belakang masjid sebagai tempat dia beri’tikaf, karena Aisyah Radhiyallahu ‘anha (pernah) membuat kemah (yang terbuat dari bulu atau wool yang tersusun dengan dua atau tiga tiang) apabila beliau beri’tikaf[6] dan hal ini atas perintah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. [Sebagaimana dalam Shahih Muslim 1173]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[d]    Dan diperbolehkan bagi orang yang sedang beritikaf untuk meletakkan kasur atau ranjangnya di dalam tenda tersebut, sebagaimana yang diriwayatkan Ibnu Umar Radhiyallahu ‘anhuma bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam jika i’tikaf dihamparkan untuk kasur atau diletakkan untuknya ranjang di belakang tiang At-Taubah.[7]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6.    I’tikafnya Wanita Dan Kunjungannya Ke Masjid&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[a]    Diperbolehkan bagi seorang isteri untuk mengunjungi suaminya yang berada di tempat i’tikaf, dan suami diperbolehkan mengantar isteri sampai ke pintu masjid. Shafiyyah Radhiyallahu ‘anha berkata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Artinya : Dahulu Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam (tatkala beliau sedang) i’tikaf [pada sepuluh (hari) terkahir di bulan Ramadhan] aku datang mengunjungi  pada malam hari [ketika itu di sisinya ada beberapa isteri beliau sedang bergembira ria] maka aku pun berbincang sejenak, kemudian aku bangun untuk  kembali, [maka beliaupun berkata : jangan engkau tergesa-gesa sampai aku bisa mengantarmu] kemudian beliaupun berdiri besamaku untuk mengantar aku pulang, -tempat tinggal Shafiyyah yaitu rumah Usamah bin Zaid- [sesampainya di samping pintu masjid yang terletak di samping pintu Ummu Salamah] lewatlah dua orang laki-laki dari kalangan Anshar dan ketika keduanya melihat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka keduanyapun bergegas, kemudian Nabi-pun bersabda : “Tenanglah[8], ini adalah Shafiyah binti Huyaiy”, kemudian keduanya berkata : ‘Subhanahallah (Maha Suci Allah) ya Rasullullah”. Beliaupun bersabda : “Sesungguhnya syaitan itu menjalar (menggoda) anak Adam pada aliran darahnya dan sesungguhnya aku khawatir akan bersarangnya kejelakan di hati kalian -atau kalian berkata sesuatu”[9]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[b]    Seorang wanita boleh i’tikaf dengan didampingi suaminya ataupun sendirian. berdasarkan ucapan Aisyah Radhiyallahu ‘anha : “Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam i’tikaf pada sepuluh hari terakhir pada bulan Ramadhan sampai Allah mewafatkan beliau, kemudian isteri-isteri beliau i’tikaf setelah itu”.[Telah lewat takhrijnya]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkata Syaikh kami (yakni Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani Rahimahullah, -pent) :”Pada atsar tersebut ada suatu dalil yang menunjukkan atas bolehnya wanita i’tikaf dan tidak diragukan lagi bahwa hal itu dibatasi (dengan catatan) adanya izin dari wali-wali mereka dan aman dari fitnah, berdasarkan dalil-dalil yang banyak mengenai larangan berkhalwat dan kaidah fiqhiyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Menolak kerusakan lebih didahulukan daripada mengambil manfaat”&lt;br /&gt;Foote Note.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Riwayat Bukhari 4/226 dan Muslim 1173&lt;br /&gt;   2. Yakni “Janganlah kami mejimai mereka” pendapat tersebut merupakan pendapat jumhur (ulama). Lihat Zaadul Masir 1/193 oleh Ibnul Jauzi&lt;br /&gt;   3. Hadits tersebut shahih, dishahihkan oleh para  imam serta para ulama, dapat dilihat takhrijnya serta pembicaraan hal ini pada kitab yang berjudul Al-Inshaf fi Ahkamil I’tikaf oleh  Ali Hasan Abdul Hamid&lt;br /&gt;   4. Dikeluarkan oleh Abdur Razak di  dalam Al-Mushannaf 8037 dan riwayat 8033 dengan maknanya dari Ibnu Umar dan Ibnu Abbas.&lt;br /&gt;   5. Hadits Riwayat Bukhari 1/342 dan Muslim 297 dan lihat Mukhtashar Shahih Bukhari no. 167 oleh Syaikh kami Al-Albani Rahimahullah dan Jami’ul Ushul 1/3452 oleh Ibnu Asir&lt;br /&gt;   6. Sebagaimana dalam Shahih Bukhari 4/226&lt;br /&gt;   7. Dikeluarkan oleh Ibnu Majah 642-zawaidnya dan Al-Baihaqi, sebagaimana yang dikatakan oleh Al-Bushiri dari dua jalan. Dan sanadnya Hasan&lt;br /&gt;   8. Janganlah kalian terburu-buru, ini bukanlah sesuatu yang kami benci.&lt;br /&gt;   9. Dikeluarkan oleh Bukhari 4/240 dan Muslim 2157 dan tambahan yang terkahir ada pada Abu Dawud 7/142-143 di dalam Aunul Ma’bud&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Disalin dari Kitab Sifat Shaum Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam Fii Ramadhan, edisi Indonesia Sifat Puasa Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam oleh Syaikh Salim bin Ied Al-Hilaaly, Syaikh Ali Hasan Abdul Hamid, terbitan Pustaka Al-Haura, penerjemah Abdurrahman Mubarak Ata]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: almanhaj.or.id&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1368248973152853687-6016932492500563704?l=maestro-bisnis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://maestro-bisnis.blogspot.com/feeds/6016932492500563704/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://maestro-bisnis.blogspot.com/2009/09/itikaf-berkontemplasi-diri.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1368248973152853687/posts/default/6016932492500563704'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1368248973152853687/posts/default/6016932492500563704'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://maestro-bisnis.blogspot.com/2009/09/itikaf-berkontemplasi-diri.html' title='I&apos;tikaf (Berkontemplasi Diri)'/><author><name>H.Fardhol Suparlan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06617279264361254919</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_TmDO2atm0c4/SaKnA0HLJZI/AAAAAAAAACk/nd6svNtzwoM/S220/syaikh.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_TmDO2atm0c4/SqnVSW76REI/AAAAAAAAAPY/VmUHBaIHAf0/s72-c/20090908143348_blog.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1368248973152853687.post-102266424264933290</id><published>2009-09-11T12:45:00.000-07:00</published><updated>2009-09-10T23:12:35.098-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mutiara Hadist'/><title type='text'>Bahaya Kemiskinan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_TmDO2atm0c4/SqnOhntXIxI/AAAAAAAAAPQ/jfvkdATjFVA/s1600-h/anakmiskin.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 144px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_TmDO2atm0c4/SqnOhntXIxI/AAAAAAAAAPQ/jfvkdATjFVA/s200/anakmiskin.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5380058306861015826" /&gt;&lt;/a&gt;Dalam riwayat Bukhari Muslim, Rasulullah SAW berpesan, "Kemiskinan, kebodohan, dan penyakit, merupakan musuh Islam. Ketiganya dapat menggoyah sendi kehidupan, menghancurkan ketentraman, menghalangi ukhuwah, serta meruntuhkan kemuliaan dan kejayaan bangsa."&lt;br /&gt;Wasiat itu, maknanya dalam. Kemiskinan, tak hanya mengancam individual, tapi akan melibas kehidupan masyarakat. Baik memporak-porandakan segi akidah-iman, akhlak-moral, maupun merusak cara bersikap dan berpikir.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Islam sangat menentang kemiskinan. Namun Islam, menuntun umatnya agar bisa merasai makna miskin. Puasa Ramadan misalnya, mengingatkan agar tubuh ini bisa merasai 'nikmatnya' lapar. Jika makan sehari cukup dua kali, mengapa mulut ini tak pernah bisa berhenti mengunyah? Bila kita pantas berbusana yang terjangkau, mengapa harus memaksa mengenakan yang mewah? Artinya kalau Islam meneladani kesederhanaan, mengapa justru kita terus berlebihan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam keteladanan beragama kita, Khalifah Umar bin Abdul Azis adalah cermin hebat, bagaimana memperlakukan sebuah kekayaan dan kekuasaan. Menjadi pemimpin pada umur 35, Umar bin Abdul Azis, pemimpin muda yang yang mampu melalui godaan duniawi. Ia mengubah cara hidup seorang khalifah sebelumnya yang royal pada duniawi. Umar mengikat diri untuk tidak silau pada harta, singgasana, pakaian, dan minyak wangi. Sikap ini menurun hingga keluarga intinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup keluarga Umar, sederhana. Anaknya menutup mulut, karena hanya makan bawang. Perhiasan istrinya diserahkan ke Baitul Mal. Pakaiannya dijemur sembari dikenakan, karena baju satunya robek. Dia tidak perlu pengawal, tak butuh dihormati dengan berdiri, dan selalu berwasiat pada para gubernur sebelum pergi bertugas. Padahal ia manusia yang kaya raya dalam harta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuntunan agar bisa merasakan lapar dan kesederhanaan, ternyata menjadi kata kunci. Dengan lapar atau kekurangan, kita dipaksa menghayati kondisi serba sulit. Dalam posisi begitu, apapun yang diperbuat punya konsekuensi panjang. Seorang penguasa misalnya, tak akan gegabah menggelontorkan Rp 6,7 triliun hanya untuk seorang pemilik Bank Century. Sementara, rakyatnya masih banyak yang kelaparan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihatlah, kuli bangunan, dari pagi hingga sore, ia peras peluh hanya untuk beberapa lembar ribuan. Jika sakit saja, habislah sumber nafkahnya hari itu. Jasa rentenir diterima, maka tamat riwayatnya. Inilah dampak kemiskinan, lingkaran setan yang terus membelit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemiskinan, jelas berimbas ke masyarakat. Jika miskin karena langkanya sumber daya alam, keamanan masih relatif baik. Namun, bila dipicu oleh pendapatan tak merata dan pemimpin yang tidak adil, keamanan masyarakat telah dipertaruhkan. Berita kriminal yang banyak dilansir media, menjadi bukti bahwa penyebabnya banyak berakar pada masalah perut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam keseharian, berdirinya banyak rumah megah kerap menggusur lahan satu-satunya milik orang lain. Kompleks rumah ini, tampak demikian kontras berdiri di lingkungan miskin. Tanpa disadari, arogansinya menjadi lebih kental karena tidak pernah mengindahkan tetangga. Jalan kampung malah ditutup, agar warga yang lain tak leluasa hilir mudik. Tiba-tiba saja, tembok telah mengelilingi kompleks, memutus jalur transportasi, komunikasi, dan hubungan sosial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kondisi begini, warga miskin mudah dipicu untuk tak mau tahu tentang negara. Sebab, selama ini mereka mengurus nasibnya sendiri. Saat lahan hidup mereka digusur, mereka menghadang maut tanpa pembelaan, seakan tidak ada negara. Pedagang kecil tungganglanggang diusir Satpol PP, penguasa juga membisu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemuliaan dan kejayaan bangsa, seperti yang diingatkan Nabi Muhammad SAW, memang telah dirongrong kemiskinan. Lantas, masihkah kita menatap kemiskinan hanya sebagai dagangan politik semata? Selalu jadi primadona tatkala musim kampanye partai politik dan pemilihan presiden? Kemudian tercampak, tatkala kekuasaan itu telah digenggam. Wallahu’alam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*) Sunaryo Adhiatmoko (Al Azhar Peduli Ummat)&lt;br /&gt; Sumber :www.detik.com&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1368248973152853687-102266424264933290?l=maestro-bisnis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://maestro-bisnis.blogspot.com/feeds/102266424264933290/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://maestro-bisnis.blogspot.com/2009/09/kemiskinan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1368248973152853687/posts/default/102266424264933290'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1368248973152853687/posts/default/102266424264933290'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://maestro-bisnis.blogspot.com/2009/09/kemiskinan.html' title='Bahaya Kemiskinan'/><author><name>H.Fardhol Suparlan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06617279264361254919</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_TmDO2atm0c4/SaKnA0HLJZI/AAAAAAAAACk/nd6svNtzwoM/S220/syaikh.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_TmDO2atm0c4/SqnOhntXIxI/AAAAAAAAAPQ/jfvkdATjFVA/s72-c/anakmiskin.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1368248973152853687.post-7908497169687138899</id><published>2009-09-11T12:00:00.001-07:00</published><updated>2009-09-10T23:16:28.650-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motivasi'/><title type='text'>Kekuatan Silaturahim</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_TmDO2atm0c4/Sg0edi9qymI/AAAAAAAAAII/p3j8WTPshfU/s1600-h/silaturahim-.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 160px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_TmDO2atm0c4/Sg0edi9qymI/AAAAAAAAAII/p3j8WTPshfU/s200/silaturahim-.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5335954626454407778" /&gt;&lt;/a&gt;Silaturahmi adalah kunci terbukanya rahmat dan pertolongan Allah SWT. Dengan terhubungnya silaturahmi, maka ukhuwah Islamiyah akan terjalin dengan baik. Bagaimana pun besarnya umat Islam secara kuantitatif, sama sekali tidak ada artinya bila di dalamnya tidak ada persatuan dan kerja sama untuk taat kepada Allah....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahukah kalian tentang sesuatu yang paling cepat mendatangkan kebaikan ataupun keburukan? "Sesuatu yang paling cepat mendatangkan kebaikan adalah pahala orang yang berbuat kebaikan dan menghubungkan tali silaturahmi, sedangkan yang paling cepat mendatangkan keburukan ialah siksaan bagi orang yang berbuat jahat dan yang memutuskan tali persaudaraan" (HR. Ibnu&lt;br /&gt;Majah). &lt;span class="fullpost"&gt;Silaturahmi tidak sekedar bersentuhan tangan atau memohon maaf belaka. Ada sesuatu yang lebih hakiki dari itu semua, yaitu aspek mental dan keluasan hati. Hal ini sesuai dengan asal kata dari silaturahmi itu sendiri, yaitu shilat atau washl, yang berarti menyambungkan atau menghimpun, dan ar-rahiim yang berarti kasih sayang. Makna menyambungkan menunjukkan sebuah proses aktif dari sesuatu yang asalnya tidak tersambung. Menghimpun biasanya mengandung makna sesuatu yang tercerai-berai dan berantakan, menjadi sesuatu yang bersatu dan utuh kembali. Tentang hal ini Rasulullah SAW bersabda, "Yang disebut bersilaturahmi itu bukanlah seseorang yang membalas kunjungan atau pemberian, melainkan bersilaturahmi itu ialah menyambungkan apa yang telah putus" (HR. Bukhari).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau orang lain mengunjungi kita dan kita balas mengunjunginya, ini tidak memerlukan kekuatan mental yang tinggi. Boleh jadi kita melakukannya karena merasa malu atau berhutang budi kepada orang tersebut. Namun, bila ada orang yang tidak pernah bersilaturahmi kepada kita, lalu dengan sengaja kita mengunjunginya walau harus menempuh jarak yang jauh dan melelahkan, maka&lt;br /&gt;inilah yang disebut silaturahmi. Apalagi kalau kita bersilaturahmi kepada orang yang membenci kita, seseorang yang sangat menghindari pertemuan dengan kita, lalu kita mengupayakan diri untuk bertemu dengannya. Inilah silaturahmi yang sebenarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW pernah memberikan nasihat kepada para sahabat, "Hendaklah kalian mengharapkan kemuliaan dari Allah". Para sahabat pun bertanya, "Apakah yang dimaksud itu, ya Rasulullah?" Beliau kemudian bersabda lagi, "Hendaklah kalian suka menghubungkan tali silaturahmi kepada orang yang telah memutuskannya, memberi sesuatu (hadiah) kepada orang yang tidak&lt;br /&gt;pernah memberi sesuatu kepada kalian, dan hendaklah kalian bersabar (jangan lekas marah) kepada orang yang menganggap kalian bodoh" (HR. Hakim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hadis lain dikisahkan pula, "Maukah kalian aku tunjukkan amal yang lebih besar pahalanya daripada shalat dan shaum?" tanya Rasulullah SAW kepada para sahabat. "Tentu saja," jawab mereka. Beliau kemudian menjelaskan, "Engkau damaikan yang bertengkar, menyembungkan persaudaraan yang terputus, mempertemukan kembali saudara-saudara yang terpisah, menjembatani berbagai kelompok dalam Islam, dan mengukuhkan tali persaudaraan di antara mereka adalah amal shalih yang besar pahalanya.&lt;br /&gt;Barangsiapa yang ingin dipanjangkan umurnya dan diluaskan rezekinya, hendaklah ia menyambungkan tali silaturahmi" (HR. Bukhari Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat, bagaimana mungkin hidup kita akan tenang kalau di dalam hati masih tersimpan kebenciaan dan rasa permusuhan kepada sesama muslim. Perhatikan keluarga kita, kaum yang paling kecil di masyarakat. Bila di dalamnya ada beberapa orang saja yang sudah tidak saling tegur sapa, saling menjauhi, apalagi kalau di belakang sudah saling menohok, menggunjing, dan memfitnah,&lt;br /&gt;maka rahmat Allah akan dijauhkan dari rumah tersebut. Dalam skala yang lebih luas, dalam lingkup sebuah negara, bila di dalamnya sudah ada kelompok yang saling jegal, saling fitnah, atau saling menjatuhkan, maka dikhawatirkan bahwa bangsa dan negara tersebut akan terputus dari rahmat dan pertolongan Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Silaturahmi adalah kunci terbukanya rahmat dan pertolongan Allah SWT. Dengan terhubungnya silaturahmi, maka ukhuwah Islamiyah akan terjalin dengan baik. Bagaimana pun besarnya umat Islam secara kuantitatif, sama sekali tidak ada artinya bila di dalamnya tidak ada persatuan dan kerja sama untuk taat kepada Allah. Sebagai umat yang besar, kaum muslim memang diwajibkan ada yang terjun di bidang politik, ekonomi, hukum, dsb, karena tanpa itu kita akan dipermainkan dan kepentingan kita tidak ternaungi secara legal di dalam kehidupan bermasyarakat. Namun demikian, berbagai kelompok yang ada harus dijadikan sarana berkompetisi untuk mencapai satu tujuan mulia, tidak saling menghancurkan dan berperang, bahkan lebih senang berkoalisi dengan pihak lain. Sebagai umat yang taat, kita berkewajiban untuk mendukung segala kegiatan yang menyatukan langkah berbagai kelompok kaum muslimin dan mempererat tali persaudaraan diantara kita semua. Wallahu 'alam...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(diambil dari tausiah Aa Gym, www.republika.co.id) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1368248973152853687-7908497169687138899?l=maestro-bisnis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://maestro-bisnis.blogspot.com/feeds/7908497169687138899/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://maestro-bisnis.blogspot.com/2009/04/baimana-cara-memulai-bisnis-sendiri.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1368248973152853687/posts/default/7908497169687138899'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1368248973152853687/posts/default/7908497169687138899'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://maestro-bisnis.blogspot.com/2009/04/baimana-cara-memulai-bisnis-sendiri.html' title='Kekuatan Silaturahim'/><author><name>H.Fardhol Suparlan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06617279264361254919</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_TmDO2atm0c4/SaKnA0HLJZI/AAAAAAAAACk/nd6svNtzwoM/S220/syaikh.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_TmDO2atm0c4/Sg0edi9qymI/AAAAAAAAAII/p3j8WTPshfU/s72-c/silaturahim-.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1368248973152853687.post-8513440337321203103</id><published>2009-09-11T12:00:00.000-07:00</published><updated>2009-09-10T23:13:47.251-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motivasi'/><title type='text'>10 Pohon Ramadhan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_TmDO2atm0c4/SpTW8jm2hjI/AAAAAAAAAPA/1kl7Mgz0o5s/s1600-h/gif12.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 60px; height: 75px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_TmDO2atm0c4/SpTW8jm2hjI/AAAAAAAAAPA/1kl7Mgz0o5s/s200/gif12.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5374156591198537266" /&gt;&lt;/a&gt;dakwatuna.com - Ibarat sebuah tanaman, maka amaliyah Ramadhan adalah pohonnya. Mediumnya adalah bulan Ramadhan. Pohon apa yang kita tanam di medium Ramadhan, itulah yang akan kita petik, itulah yang akan kita nikmati. Karena “siapa menanam dia yang menuai”.&lt;br /&gt;Pertanyaannya; Pohon apa saja yang perlu kita tanam di bulan suci ini?&lt;br /&gt;Paling tidak ada 10 pohon Ramadhan yang mesti kita tanam di medium bulan Ramadhan ini:&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Pohon pertama, shaum. Tidak sekedar menahan hal yang membatalkan shaum –makan, minum dan berhubungan biologis- dari terbit fajar sampai terbenamnya matahari saja. Karena, kalau hanya sekedar menahan yang demikian, boleh jadi anak kecil, usia SD bisa melakukannya. Betapa anak-anak kita sudah belajar shaum semenjak dibangku sekolah bukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, kalau demikian, apa bedanya shaumnya kita dengan mereka?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harus ada nilai lebih, yaitu menjaga dari yang membatalkan nilai dan pahala shaum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang membatalkan nilai shaum. Di antaranya bohong, ghibah, namimah, mengumpat, hasud dan penyakit hati lainnya. Dengan demikian, mata, telinga, lisan, tangan, kaki dan anggota badan kita ikut serta shaum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Betapa banyak orang yang shaum, tidak mendapatkan sesuatu kecuali hanya rasa lapar dan dahaga semata.” Begitu penegasan Rasulullah saw.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pohon kedua, sahur. Sahur tidak pengganti sarapan pagi, bukan juga penambah makan malam. Namun sahur yang penuh berkah, yang dilakukan diakhir jelang waktu fajar. Di sinilah waktu-waktu yang sangat mahal, doa dikabulkan, permintaan dipenuhi. Sehingga ketika melaksanakan sahur tidak tidak sambil nonton hiburan, tayangan yang melenakan, oleh media elektronik. Sibukkan diri dan keluarga kita dengan mensyukuri nikmat Allah dengan bersama-sama melaksanakan sunnah sahur ini dengan penuh hikmat dan kekeluargaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sahurlah, karena dalam sahur itu ada keberkahan.” Begitu sabda Rasulullah saw. mengajarkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pohon ketiga, ifthar. Buka puasa. Sunnah buka puasa itu disegerakan. Ketika dengar kumandang adzan Maghrib, segera lakukan buka puasa. Jangan tunda, jangan sok kuat, nanti bakda tarawih saja, bukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan apa kita ifthar? Sunnahnya dengan ruthab atau kurma muda. Berapa biji? Bilangan ganjil satu atau tiga biji. Kalau tidak ada, seteguk air putih. Itu yang dilakukan Rasulullah saw. bukan dengan memakan aneka hidangan, ragam makanan, bukan. Dan Rasulullah saw. pun baru makan besar setelah shalat tarawih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ifthar bukan ajang balas dendam, seharian manahan lapar, ketika bedug Maghrib, seakan ingin melampiaskan rasa laparnya dengan memakan semua yang ada. Perilaku ini tentu tidak akan membawa dampak perubahan dalam kehidupan pelakunya. Justeru dengan berlapar-lapar sambil merenungkan hikmah shaum dan menjadi bukti kesyukuran adalah sebagian dari target berpuasa. Sehingga dengan sadar dan hikmat kita berdoa saat berbuka:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Yaa Allah, kepada-Mu aku shaum, dengan rizki-Mu aku berbuka, telah hilang rasa haus-dahagaku, kerongkongan telah basah, karena itu tetapkan pahala bagiku, insya Allah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pohon keempat, tarawih. Tarawih berasal dari akar kata “raaha-yaruuhu-raahatan-watarwiihatan- yang artinya rehat, istirahat, santai. Sehingga shalat tarawih adalah shalat yang dilaksanakan dengan thuma’ninah, santai, khusyu’ dan penuh penghayatan, bukan hanya sekedar mengejar target bilangan rekaatnya saja, mau delapan, dua puluh, empat puluh, silahkan dikerjakan, asal memperhatikan rukun, wajib, dan sunnah shalat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kita disuruh memilih, apakah shalat tarawih di masjid yang dalamnya dibaca “idzaa jaa’a nashrullahi wal fathu” atau shalat tarawih di masjid yang baca “idzaa jaa’akal munaafiquna qaaluu nasyhadu innaka larasuuluh…” Pilih mana?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita tidak dalam posisi membandingkan surat yang dibaca, semua adalah surat dalam Al-Qur’an, namun kita ingin membandingkan sikap kita, apa kita pilih yang panjang-panjang namun khusyu’ atau pilih yang pendek-pendek namun secepat kilat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umat muslim harus berani mengevaluasi diri dalam hal pelaksanaan shalat tarawih ini. Sebab, sudah kesekian kali kita melaksanakan shalat tarawih dalam hidup kita, namun kita belum bisa meresapi, merenungkan dan mendapatkan manisnya shalat, bermunajat kepada Allah swt. secara langsung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukankah Rasulullah saw. meneladankan kepada kita, bahwa beliau shalat tarawih, di reka’at pertama setelah beliau membaca surat Al-Fatihah, beliau membaca surat Al-Baqarah sampai selesai, para sahabat mengira beliau akan ruku’, namun beliau melanjutkan membaca surat An-Nisa’ sampai selesai, para sahabat kembali mengira beliau akan ruku’, namun kembali beliau membaca surat Ali-Imran sampai selesai, baru beliau ruku’. Sedangkan ruku’, i’tidal dan sujud beliau lamanya seperti beliau berdiri rekaat pertama. Subhanallah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu kita tidak sekuat Rasulullah saw. namun yang kita teladani dari beliau adalah pelaksanaannya, dengan cara yang thuma’ninah, khusyu’ dan penuh tadabbur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pohon kelima, tilawatul Qur’an. Membaca Al-Qur’an. Atau yang populer adalah tadarus Al-Qur’an. Tadarus tidak hanya dilakukan di bulan suci ini, juga dilakukan setiap hari di luar Ramadhan, namun pada bulan suci ini tadarus lebih dikuatkan, ditambahkan kuantitas dan kualitasnya. Setiap malam, Rasulullah saw. bergantian bertadarus dan mengkhatamkan Al-Qur’an dengan malaikat Jibril.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Malik, ketika memasuki bulan suci Ramadhan meninggalkan semua aktivitas keilmuan atau memberi fatwa. Semua ia tinggalkan hanya untuk mengisi waktu Ramadhannya dengan tadarus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Asy-Syafi’i, si-empunya madzhab yang diikuti di negeri ini, ketika masuk bulan Ramadhan ia mengkhatamkan Al-Qur’an sehari dua kali, sehingga beliau khatam Al-Qur’an 60 kali selama sebulan penuh. Subhanallah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita tidak perlu mendebat, apakah itu mungkin? Bagaimana caranya beliau bisa melakukan hal itu? Esensi yang jauh lebih penting adalah, semangat dan mujahadah yang kuat itulah yang mesti kita miliki dalam berinteraksi dengan Al-Qur’an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pohon keenam, ith’aamul ifthor. Memberi berbuka puasa. Jangan diremehkan memberi berbuka puasa kepada orang yang berpuasa, baik langsung maupun lewat masjid. Walau hanya satu butir kurma, satu teguk air, makanan, minuman dan lainnya. Sebab, nilai dan pahalanya sama seperti orang yang berpuasa yang kita kasih berbuka itu. Di negara-negara Timur-Tengah, tradisi dan sunnah memberi buka puasa ini sangat kental. Hampir-hampir setiap rumah membuka pintu selebar-lebarnya bagi para kerabat, musafir, tetangga, sahabat, untuk berbuka bersama dengan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita jadikan memberi buka bersama ini sebagai sarana menebar kepedulian, kekeluargaan, keakraban, dengan sesama, lebih lagi sebagai sarana fastabiqul khairat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pohon ketujuh, i’tikaf. Melaksanakan i’tikaf 10 hari akhir Ramadhan. Inilah amalan sunnah muakkadah yang tidak pernah ditinggalkan Rasulullah saw. semasa hidupnya. Lebih dari 8 atau 9 kali beliau beri’tikaf di bulan suci ini, bahkan di tahun di mana beliau meninggal, beliau beri’tikaf 20 hari akhir Ramadhan. Beliau membangunkan istri-sitrinya, kerabatnya untuk menghidupkan malam-malam mulia dan mahal ini. (baca i’tikaf)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pohon kedelapan, taharri lailatail qadar. Memburu lailatul qadar. Usia rata-rata umat Muhammad adalah 60 tahun, jika lebih, itu kira-kira bonus dari Allah swt. Namun usia yang relatif pendek itu bisa menyamai nilai dan makna usia umat-umat terdahulu yang bilangan umur mereka ratusan bahkan ribuan tahun. Bagaimana caranya? Ya, dengan cara memburu lailatul qadar, sebab orang yang meraih lailatul qadar dalam kondisi beribadah kepada Allah swt., berarti ia telah berbuat kebaikan sepanjang 1000 bulan atau 84 tahun 3 bulan penuh. Jika kita meraih lailatul qadar sekali, dua kali, tiga kali, dan seterusnya, maka nilai usia dan ibadah kita bisa menyamai umat-umat terdahulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rahasia inilah yang di yaumil akhir kelak, umat Muhammad saw. dibangkitan dari alam kubur terlebih dahulu, dihisab terlebih dahulu, dimasukkan ke surga terlebih dahulu, dan juga dimasukkan ke neraka terlebih dahulu, waliyadzu billah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Pada bulan ini ada satu malam yang lebih baik dari seribu bulan, siapa yang terhalang dari kebaikannya berarti ia telah benar-benar terhalang dari kebaikan.” (H.R. Ahmad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pohon kesembilan, umroh. Melaksanakan ibadah umroh dibulan suci Ramadhan, terutama 10 akhir Ramadhan. Sebab melaksanakan umroh di bulan suci ini seperti malaksanakan ibadah haji atau ibadah haji bersama Rasulullah saw.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Umrah di bulan Ramadhan sebanding dengan haji.” Dalam riwayat yang lain: “Sebanding haji bersamaku.” (HR. Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pohon kesepuluh, menunaikan ZISWAF, yaitu mengeluarkan zakat, infaq, sedekah dan wakaf. ZISWAF adalah merupakan ibadah maaliyah ijtima’iyyah, ibadah yang terkait dengan harta dan berdampak pada manfaat sosial. Mengeluarkan ZISWAF tidak hanya bulan suci Ramadhan, kecuali zakat fitrah yang memang harus dikeluarkan sebelum shalat iedul fitri, sedangkan zakat-zakat yang lain, sedekah dan infaq dilakukan kapan saja dan di mana saja, namun karena bulan Ramadhan menjanjikan kebaikan berlipat, biasanya kesempatan ini tidak disia-siakan umat muslim, sehingga umat muslim berbondong-bondong menunjukkan kepeduliannya dengan berZISWAF. Tentu dilakukan dengan baik, benar dan tidak memakan korban. Lebih baik lagi jika disalurkan lewat Lembaga Amil Zakat yang memang mengelola dana-dana umat ini sepanjang hari, tidak hanya tahunan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbicara tentang potensi ZISWAF di negeri ini sangatlah besar jumlah, setiap tahunnya potensi ZISWAF itu 19, 3 Trilyun Rupiah. Subhanallah, dana yang tidak sedikit yang jika bisa digali, diberdayakan, maka ekonomi umat Islam akan lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah 10 pohon Ramadhan, “Siapa menanamnya ia akan menuai”, biidznillah. Allahu a’lam&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1368248973152853687-8513440337321203103?l=maestro-bisnis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://maestro-bisnis.blogspot.com/feeds/8513440337321203103/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://maestro-bisnis.blogspot.com/2009/08/10-pohon-ramadhan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1368248973152853687/posts/default/8513440337321203103'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1368248973152853687/posts/default/8513440337321203103'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://maestro-bisnis.blogspot.com/2009/08/10-pohon-ramadhan.html' title='10 Pohon Ramadhan'/><author><name>H.Fardhol Suparlan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06617279264361254919</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_TmDO2atm0c4/SaKnA0HLJZI/AAAAAAAAACk/nd6svNtzwoM/S220/syaikh.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_TmDO2atm0c4/SpTW8jm2hjI/AAAAAAAAAPA/1kl7Mgz0o5s/s72-c/gif12.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1368248973152853687.post-6275013092318907989</id><published>2009-09-11T11:45:00.000-07:00</published><updated>2009-09-10T23:18:30.352-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Spirit Bisnis'/><title type='text'>Kaya Dari Bisnis  Property</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_TmDO2atm0c4/SjtJIuAUcAI/AAAAAAAAAOQ/z_X-4-39kjU/s1600-h/rumahku2.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 178px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_TmDO2atm0c4/SjtJIuAUcAI/AAAAAAAAAOQ/z_X-4-39kjU/s200/rumahku2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5348949396569747458" /&gt;&lt;/a&gt;Menjadi kaya raya adalah impian semua orang. Sifat Allah Ar-Rozzaq (Maha Memberi Rizqi), Al-Ghoniy (Maha Kaya) dan Al-Mughniy (Maha Pemberi Kekayaan) yang ditanamkan kepada manusia menjadikan manusia ingin menguasai kekayaan. Namun cara manusia mencapainya memiliki spektrum yang amat panjang. Mulai cara yang halal sampai yang menjurus kepada kesyirikan.&lt;br /&gt;Pada zaman keemasan Islam (khoirul qurun), para sahabat Rasulullah SAW menguasai kekayaan dengan motivasi terbaik mereka, mengabdi kepada Allah. Dan tentu saja, rizqi yang mereka terima, hanya yang halal saja. Ciri mereka ada pada keteguhan dan kerja keras dalam berproduksi, namun sangat hemat dalam konsumsi. Inilah zuhud yang benar. Bukan dengan ber-miskin ria lalu melegitimasi kemalasannya dengan baju zuhud.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sedikit dari Banyaknya Bukti Kekayaan Sahabat:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekayaan Umar bin Khattab ra&lt;br /&gt;• Mewariskan 70.000 properti (ladang pertanian) seharga @ 160juta (total Rp 11,2 Triliun)&lt;br /&gt;• Cash flow per bulan dari properti = 70.000 x 40 jt = 2,8 Triliun/ tahun atau 233 Miliar/bulan.&lt;br /&gt;• Simpanan = hutang dalam bentuk cash&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekayaan Utsman bin ‘Affan ra&lt;br /&gt;• Simpanan uang = 151 ribu dinar plus seribu dirham&lt;br /&gt;• Mewariskan properti sepanjang wilayah Aris dan Khaibar&lt;br /&gt;• Beberapa sumur senilai 200 ribu dinar (Rp 240 M)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekayaan Zubair bin Awwam ra&lt;br /&gt;• 50 ribu dinar&lt;br /&gt;• 1000 ekor kuda perang&lt;br /&gt;• 1000 orang budak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekayaan Amr bin Al-Ash ra&lt;br /&gt;• 300 ribu dinar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekayaan Abdurrahman bin Auf ra&lt;br /&gt;• Melebihi seluruh kekayaan sahabat!!&lt;br /&gt;• Dalam satu kali duduk, pada masa Rasulullah SAW, Abdurrahman bin Auf berinfaq sebesar 64 Milyar (40 ribu dinar)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan hanya sahabat utama yang kaya, namun juga rakyatnya hidup berkecukupan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada masa Umar bin Khattab ra (10 tahun bertugas),&lt;br /&gt;• Mu’adz bin Jabal menuturkan di Yaman sampai kesulitan menemukan seorang miskin pun yang layak diberi zakat (Al-Amwal, hal 596)&lt;br /&gt;• Mampu menggaji guru di Madinah masing-masing 15 dinar atau +/- 18 juta/bulan (Ash-Shinnawi, 2006)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada masa Umar bin Abdul Azis ra (3 tahun bertugas)&lt;br /&gt;• Yahya bin Sa’id (petugas zakat) berkata, “Ketika hendak membagikan zakat, saya tidak menjumpai seorang miskin pun. Umar bin Abdul Azis telah menjadikan setiap individu rakyat pada waktu itu berkecukupan”. (Ibnu Abdil Hakam, siroh Umar bin Abdul Azis, hal 59)&lt;br /&gt;• Surat Gubernur Bashrah, “Semua rakyat hidup sejahtera sampai saya sendiri khawatir mereka akan menjadi takabbur dan sombong.” (Al-Amwal, hal 256)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda juga bisa kaya seperti mereka, karena sumber kekayaan kita -umat Islam- telah ada, hanya tinggal digali...&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dalam sejarah tercatat, Umar bin Khattab RA ketika wafat meninggalkan ladang pertanian sebanyak 70.000 ladang, yang rata-rata harga ladangnya sebesar Rp 160 juta (perkiraan konversi ke dalam rupiah). Itu berarti, Umar meninggalkan warisan sebanyak Rp 11,2 Triliun. Setiap tahun, rata-rata ladang pertanian saat itu menghasilkan Rp 40 juta,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    "Berarti Umar ra mendapatkan passive income sebanyak Rp 2,8 Triliun setiap tahun, atau 233 Miliar sebulan!".&lt;br /&gt;    (Fikih Ekonomi Umar ra, penerbit Khalifa, hal. 47 &amp; 99, konversi pada saat harga dinar Rp 1,2 juta)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Subhanallah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umar ra dalam anjurannya untuk berproduksi, berkata: "Aku wajibkan kepada kalian tiga bepergian, yaitu: Haji dan umroh, Jihad dan usaha untuk mencari rizqi" (idem, hal 48).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan beliau juga berkata, "Tidaklah Allah menciptakan kematian yang aku meninggal dengannya setelah terbunuh dalam jihad yang lebih aku cintai daripada aku meninggal di antara kedua kaki untaku ketika berjalan di muka bumi, dalam mencari sebagian karunia Allah" (idem, hal 42)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih banyak atsar Umar ra yang lain, yang menganjurkan para sahabat untuk gemar berproduksi. Namun coba kita lihat betapa Umar ra menganggap dirinya bermewahan jika makan lebih dari dua lauk dalam satu hidangan... kehidupan konsumsi yang sangat kontras dengan produksinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan prinsip kekayaan seperti inilah akhirnya para sahabat mampu mencetak para konglomerat muslim, seperti Abdurrahman bin 'Auf, Utsman bin Affan, Amru bin Ash, Muawiyyah dan sahabat yang lain yang telah meraih kekayaan sejatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, dimana benang merahnya? dimana sumber kekayaan itu sebenarnya? bagaimana umat Islam masa kini bisa seperti mereka?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benang merah yang bisa saya lihat pada mereka dan ilmu-ilmu kekayaan pada masa kini, ada pada penguasaan PROPERTI mereka. Ya, PROPERTI. Umar ra memiliki warisan 70.000 ladang pertanian, Ustman ra memiliki properti sepanjang wilayah Aris dan Khaibar, beberapa sumur produktif senilai 240 Miliar. Belum lagi sahabat yang lain. Mereka semua kaya dari properti...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, kalau boleh saya sarankan kepada para pengusaha dan pekerja muslim, arahkan strategi Anda pada properti seperti para sahabat Rasulullah SAW itu. Bahkan Umar ra selalu menganjurkan kepada para pejabatnya untuk tidak menghabiskan gajinya untuk konsumsi. Melainkan disisakan untuk membeli properti. Agar uang mereka tidak habis hanya untuk dimakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Kenapa harus properti?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    1. Karena sahabat kaya raya lewat properti&lt;br /&gt;    2. Karena Allah tidak ciptakan bumi yang kedua, sehingga harganya makin mahal&lt;br /&gt;    3. Karena harga properti naik terus dan tidak fluktuatif&lt;br /&gt;    4. Karena properti adalah investasi terbaik dan teraman&lt;br /&gt;    5. Karena properti memiliki dua keuntungan : Capital gain dan cash flow&lt;br /&gt;    6. Karena bumi ini harus diwarisi oleh kaum yang taat kepada Allah saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisnis berbasis properti adalah bisnis yang aman, insya Allah. Jika tidak berbasis properti akan mudah dihancurkan badai. Jadi jika Anda berbisnis, maka arahkan bisnis itu pada penguasaan properti. Jika Anda bekerja, maka sisihkan gaji Anda untuk membeli properti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada masa kini, dengan perbankan syariah sebagai leverage terbaik dan halal, mampu membuat kita membeli properti dengan modal yang minim, bahkan tanpa modal sama sekali.&lt;br /&gt;Sumber:(www.spiritualpreneurship.com)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1368248973152853687-6275013092318907989?l=maestro-bisnis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://maestro-bisnis.blogspot.com/feeds/6275013092318907989/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://maestro-bisnis.blogspot.com/2009/06/kaya-dari-bisnis-property.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1368248973152853687/posts/default/6275013092318907989'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1368248973152853687/posts/default/6275013092318907989'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://maestro-bisnis.blogspot.com/2009/06/kaya-dari-bisnis-property.html' title='Kaya Dari Bisnis  Property'/><author><name>H.Fardhol Suparlan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06617279264361254919</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_TmDO2atm0c4/SaKnA0HLJZI/AAAAAAAAACk/nd6svNtzwoM/S220/syaikh.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_TmDO2atm0c4/SjtJIuAUcAI/AAAAAAAAAOQ/z_X-4-39kjU/s72-c/rumahku2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1368248973152853687.post-6706015529686317745</id><published>2009-06-19T02:00:00.000-07:00</published><updated>2009-11-12T00:52:57.575-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Galeri Muslim'/><title type='text'>TRAILER FILM KETIKA CINTA BERTASBIH 1 dan 2</title><content type='html'>&lt;object width="425" height="344"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/jrE3p69QZgQ&amp;amp;hl=en&amp;amp;fs=1"&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/jrE3p69QZgQ&amp;amp;hl=en&amp;amp;fs=1" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="425" height="344"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;object width="425" height="344"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/EOVFHfNBGR0&amp;hl=en_US&amp;fs=1&amp;"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/EOVFHfNBGR0&amp;hl=en_US&amp;fs=1&amp;" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="425" height="344"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;/object&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1368248973152853687-6706015529686317745?l=maestro-bisnis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://maestro-bisnis.blogspot.com/feeds/6706015529686317745/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://maestro-bisnis.blogspot.com/2009/05/trailer-film-ketika-cinta-bertasbih_20.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1368248973152853687/posts/default/6706015529686317745'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1368248973152853687/posts/default/6706015529686317745'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://maestro-bisnis.blogspot.com/2009/05/trailer-film-ketika-cinta-bertasbih_20.html' title='TRAILER FILM KETIKA CINTA BERTASBIH 1 dan 2'/><author><name>H.Fardhol Suparlan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06617279264361254919</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_TmDO2atm0c4/SaKnA0HLJZI/AAAAAAAAACk/nd6svNtzwoM/S220/syaikh.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1368248973152853687.post-5422519009106026669</id><published>2009-06-12T06:30:00.000-07:00</published><updated>2009-06-11T21:34:38.568-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motivasi'/><title type='text'>Lima Point Pendidikan Anak Dalam Islam</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_TmDO2atm0c4/ShOyBWcVE5I/AAAAAAAAAKg/IMiraKKxnHQ/s1600-h/ramadan2.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_TmDO2atm0c4/ShOyBWcVE5I/AAAAAAAAAKg/IMiraKKxnHQ/s200/ramadan2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5337805719638184850" /&gt;&lt;/a&gt;Ada hal indah yang selalu terlintas jika kita melihat anak-anak yang sedang bermain. Dalam dunia anak memang segala sesuatu disekitar mereka selalu menjadi indah, terlepas dari kesulitan yang dirasakan orang tua mereka dalam menghadapi hidup untuk memenuhi kebutuhan yang merupakan hak anak-anak mereka. Salah satu yang menjadi hak anak adalah mendapatkan pendidikan. Ada artikel yang bagus yang saya baca berkaitan dengan pendidikan anak, semoga saja bagus juga untuk pembaca lainnya. Enjoy it !&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Bunda, apakah ilmumu hari ini? Sudahkah kau siapkan dirimu untuk masa depan anak-anakmu? Bunda, apakah kau sudah menyediakan tahta untuk tempat kembali anakmu? Di negeri yang Sebenarnya. Di Negeri Abadi? Bunda, mari kita mengukir masa depan anak-anak kita. Bunda, mari persiapkan diri kita untuk itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal pertama Bunda, tahukah dikau bahwa kesuksesan adalah cita-cita yang panjang dengan titik akhir di Negeri Abadi? Belumlah sukses jika anakmu menyandang gelar atau jabatan yang tertinggi, atau mengumpulkan kekayaan terbanyak. Belum Bunda, bahkan sebenarnya itu semua tak sepenting nilai ketaqwaan. Mungkin itu semua hanyalah jalan menuju ke Kesuksesan Sejati. Atau bahkan, bisa jadi, itu semua malah menjadi penghalang Kesuksesan Sejati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gusti Allah Yang Maha Mencipta Berkata dalam KitabNya:&lt;br /&gt;“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam syurga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.” (QS 3:185)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah Bunda, hidup ini hanya kesenangan yang menipu, maka janganlah tertipu dengan tolok ukur yang semu. Pancangkanlah cita-cita untuk anak-anakmu di Negeri Abadi, ajarkanlah mereka tentang cita-cita ini. Bolehlah mereka memiliki beragam cita-cita dunia, namun janganlah sampai ada yang tak mau punya cita-cita Akhirat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, setelah memancangkan cita-cita untuk anak-anakmu, maka cobalah memulai memahami anak-anakmu. Ada dua hal yang perlu kau amati:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, amati sifat-sifat khasnya masing-masing. Tidak ada dua manusia yang sama serupa seluruhnya. Tiap manusia unik. Pahami keunikan masing-masing, dan hormati keunikan pemberian Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang kedua, Bunda, fahami di tahap apa saat ini si anak berada. Allah SWT mengkodratkan segala sesuatu sesuai tahapan atau prosesnya. Anak-anak yang merupakan amanah pada kita ini, juga dibesarkan dengan tahapan-tahapan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahapan sebelum kelahirannya merupakan alam arwah. Di tahap ini kita mulai mendidiknya dengan kita sendiri menjalankan ibadah, amal ketaatan pada Allah dan juga dengan selalu menjaga hati dan badan kita secara prima. Itulah kebaikan-kebaikan dan pendidikan pertama kita pada buah hati kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendidikan anak dalam Islam, menurut Sahabat Ali bin Abitahalib ra, dapat dibagi menjadi 3 tahapan/ penggolongan usia:&lt;br /&gt;1. Tahap BERMAIN (“la-ibuhum”/ajaklah mereka bermain), dari lahir sampai kira-kira 7 tahun.&lt;br /&gt;2. Tahap PENANAMAN DISIPLIN (“addibuhum”/ajarilah mereka adab) dari kira-kira 7 tahun sampai 14 tahun.&lt;br /&gt;3. Tahap KEMITRAAN (“roofiquhum”/jadikanlah mereka sebagai sahabat) kira-kira mulai 14 tahun ke atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga tahapan pendidikan ini mempunyai karakteristik pendekatan yang berbeda sesuai dengan perkembangan kepribadian anak yang sehat. Begitulah kita coba memperlakukan mereka sesuai dengan sifat-sifatnya dan tahapan hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ketiga adalah memilih metode pendidikan. Setidaknya, dalam buku dua orang pemikir Islam, yaitu Muhammad Quthb (Manhaj Tarbiyah Islamiyah) dan Abdullah Nasih ’Ulwan (Tarbiyatul Aulad fil Islam), ada lima Metode Pendidikan dalam Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang pertama adalah melalui Keteladanan atau Qudwah, yang kedua adalah dengan Pembiasaan atau Aadah, yang ketiga adalah melalui Pemberian Nasehat atau Mau’izhoh, yang keempat dengan melaksanakan Mekanisme Kontrol atau Mulahazhoh, sedangkan yang terakhir dan merupakan pengaman hasil pendidikan adalah Metode Pendidikan melalui Sistem sangsi atau Uqubah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bunda, jangan tinggalkan satu-pun dari ke lima metode tersebut, meskipun yang terpenting adalah Keteladanan (sebagai metode yang paling efektif).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah bicara Metode, ke empat adalah Isi Pendidikan itu sendiri. Hal-hal apa saja yang perlu kita berikan kepada mereka, sebagai amanah dari Allah SWT.&lt;br /&gt;Setidak-tidaknya ada 7 bidang. Ketujuh Bidang Tarbiyah Islamiyah tersebut adalah: (1) Pendidikan Keimanan (2) Pendidikan Akhlaq (3) Pendidikan Fikroh/ Pemikiran (4) Pendidikan Fisik (5) Pendidikan Sosial (6) Pendidikan Kejiwaan/Kejenisan (sexual education). Hendaknya semua kita pelajari dan ajarkan kepada mereka. Kepribadian (7) Pendidikan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ke lima, kira-kira gambaran pribadi seperti apakah yang kita harapkan akan muncul pada diri anak-anak kita setelah hal-hal di atas kita lakukan? Mudah-mudahan seperti yang ada dalam sepuluh poin target pendidikan Islam ini:&lt;br /&gt;Selamat aqidahnya, Benar ibadahnya, Kokoh akhlaqnya, Mempunyai kemampuan untuk mempunyai penghasilan, Jernih pemahamannya, Kuat jasmaninya, Dapat melawan hawa nafsunya sendiri, Teratur urusan-urusannya, Dapat menjaga waktu, Berguna bagi orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Insya Allah, Dia Akan Mengganjar kita dengan pahala terbaik, sesuai jerih payah kita, dan Semoga kita kelak bersama dikumpulkan di Negeri Abadi. Amin. Wallahua’lam, (SAN)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan:&lt;br /&gt;- Lima Poin Pendidikan Anak:1.Paradigma sukses 2.Mengenal Tahapan&amp;Sifat 3.Metode 4.Isi 5.Target.&lt;br /&gt;- Buku Muhammad Quthb (Manhaj Tarbiyah Islamiyah) diterjemahkan dengan judul “Sistem Pendidikan Islam” terbitan Al-Ma’arif Bandung, dan buku Abdullah Nasih ’Ulwan (Tarbiyatul Aulad fil Islam) diterjemahkan dengan judul Pendidikan Anak Dalam Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh : Siti Aisyah Nurmi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber:www.eramuslim.com&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1368248973152853687-5422519009106026669?l=maestro-bisnis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://maestro-bisnis.blogspot.com/feeds/5422519009106026669/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://maestro-bisnis.blogspot.com/2009/05/lima-point-pendidikan-anak-dalm-islam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1368248973152853687/posts/default/5422519009106026669'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1368248973152853687/posts/default/5422519009106026669'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://maestro-bisnis.blogspot.com/2009/05/lima-point-pendidikan-anak-dalm-islam.html' title='Lima Point Pendidikan Anak Dalam Islam'/><author><name>H.Fardhol Suparlan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06617279264361254919</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_TmDO2atm0c4/SaKnA0HLJZI/AAAAAAAAACk/nd6svNtzwoM/S220/syaikh.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_TmDO2atm0c4/ShOyBWcVE5I/AAAAAAAAAKg/IMiraKKxnHQ/s72-c/ramadan2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1368248973152853687.post-2722269835058522955</id><published>2009-06-12T06:25:00.000-07:00</published><updated>2009-06-11T21:39:12.122-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Al Qur&apos;an'/><title type='text'>Membaca Kasih Sayang Allah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_TmDO2atm0c4/Sg0nmgvgMxI/AAAAAAAAAIY/osNgnnKNG0w/s1600-h/DR.Attabiq+Luthfi,MA.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 110px; height: 135px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_TmDO2atm0c4/Sg0nmgvgMxI/AAAAAAAAAIY/osNgnnKNG0w/s200/DR.Attabiq+Luthfi,MA.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5335964676081595154" /&gt;&lt;/a&gt;“Dan Dia (Allah) Telah memberikan kepadamu (keperluanmu) dan segala apa yang kamu mohonkan kepadaNya. Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, tidaklah dapat kamu menghinggakannya. Sesungguhnya manusia itu, sangat zalim lagi sangat mengingkari (kufur nikmat)“. (Ibrahim: 34)&lt;br /&gt;Membaca merupakan perintah pertama Allah dalam Al-Qur’an yang ditujukan langsung kepada manusia pilihan-Nya, Rasulullah saw. melalui wahyu pertama ‘Iqra’ (bacalah) dengan nama Tuhanmu yang telah menciptakan’ (Al-Alaq: 1). Membaca di sini harus difahami dalam arti yang luas karena memang objek membaca dalam wahyu pertama tersebut tidak dibatasi dan tidak ditentukan; Bacalah! Berarti beragam yang layak dan harus dibaca. Salah satu objek terbesar yang harus dibaca adalah kasih sayang Allah swt. yang terhampar di seluruh jagat raya ini tanpa terkecuali. Semuanya adalah bukti dan tanda kasih sayang Allah swt. untuk seluruh makhluk ciptaan-Nya.&lt;span class="fullpost"&gt;Untuk itu, ayat di atas hadir untuk mengingatkan manusia akan kasih sayang Allah swt. yang memberikan segala yang dibutuhkan, sekaligus merupakan perintah untuk senantiasa membaca karunia tersebut agar tidak termasuk orang yang zalim, apalagi kufur nikmat seperti yang disebutkan di kalimat terakhir ayat tersebut di atas ‘Sesungguhnya manusia itu sangat zhalim lagi sangat ingkar nikmat.’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu, ayat ini tidak berdiri sendiri seperti juga seluruh ayat-ayat Al-Quran. Setiap ayat memiliki keterkaitan dan korelasi dengan ayat sebelum atau sesudahnya yang menunjukkan wahdatul Qur’an kesatuan dan kesepaduan ayat-ayat Al-Qur’an, termasuk ayat di atas ini harus dibaca dengan mengkorelasikannya dengan dua ayat sebelumnya yang menggambarkan sekian banyak dari nikmat Allah swt. yang harus dibaca dengan penuh kesadaran:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Allahlah Yang telah menciptakan langit dan bumi serta menurunkan air hujan dari langit, Kemudian Dia mengeluarkan dengan air hujan itu berbagai buah-buahan menjadi rezki untukmu; dan Dia pula telah menundukkan bahtera bagimu supaya bahtera itu, berlayar di lautan dengan kehendak-Nya, dan Dia telah menundukkan (pula) bagimu sungai-sungai. Dan Dia telah menundukkan (pula) bagimu matahari dan bulan yang terus menerus beredar (dalam orbitnya); dan telah menundukkan bagimu malam dan siang.” (Ibrahim: 32-33)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat yang senada dengan ayat di atas dalam bentuk tantangan Allah kepada seluruh makhluk-Nya sekaligus perintahNya untuk membaca hamparan karunia nikmat-Nya yang tiada terhingga adalah surah An-Nahl: 18&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” Dalam penutup ayat ini Allah swt. hadir dengan dua sifat yang merupakan puncak dari kasih sayang-Nya, yaitu Maha Pengampun lagi Maha Penyayang’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Katsir mengungkapkan penafsirannya dalam kitab Tafsir Al-Qur’an Al-Azhim bahwa selain dari perintah Allah untuk membaca nikmat Allah, pada masa yang sama merupakan sebuah pernyataan akan ketidak berdayaan hamba Allah swt. dalam menghitung nikmat-Nya, apalagi menjalankan kesyukuran karenanya, seperti yang dinyatakan oleh Thalq bin Habib:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya hak Allah sangat berat untuk dipenuhi oleh hamba-Nya. Demikian juga nikmat Allah begitu banyak untuk disyukuri oleh hamba-Nya. Karenanya mereka harus bertaubat siang dan malam.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membaca kasih sayang Allah merupakan langkah awal mensyukuri nikmat-Nya. Untuk membuktikan bahwa seseorang telah melakukan syukur nikmat, paling tidak terdapat empat langkah yang harus dipenuhinya: pertama, Mengekpresikan kegembiraan dengan kehadiran nikmat tersebut. Kedua, Mengapresiasikan rasa syukur atas nikmat tersebut dengan ungkapan lisan dalam bentuk pujian. Ketiga, membangun komitmen dengan memelihara dan memanfaatkan nikmat tersebut sesuai dengan kehendak Sang Pemberi nikmat. Keempat, Mengembangkan dan memberdayakannya agar melahirkan kenikmatan yang lebih besar di masa yang akan datang sesuai dengan janji Allah swt. dalam firman-Nya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jika kalian bersyukur maka akan Aku tambahkan nikmat-Ku kepadamu.” (Ibrahim: 7) Di sini kesyukuran justru diuji apakah dapat membuahkan kenikmatan yang lain atau malah sebaliknya, menghalangi hadirnya nikmat Allah swt. dalam bentuk yang lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata memang mega proyek Iblis terhadap manusia adalah bagaimana menjauhkannya dari kasih sayang Allah swt. sehingga mereka senantiasa hanya membaca ujian dan cobaan yang menimpanya agar mereka tidak termasuk kedalam golongan yang mensyukuri nikmat-Nya. Padahal secara jujur, kasih sayang Allah swt. dalam bentuk anugerah nikmat-Nya pasti jauh lebih besar daripada ujian maupun sanksi-Nya. Di sini, kelemahan manusia membaca nikmat merupakan keberhasilan proyek iblis menyesatkan manusia. Allah menceritakan tentang proyek&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iblis dalam firman-Nya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Iblis menjawab: “Karena Engkau Telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus. Kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur.“ (Al-A’raf: 16-17)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam konteks ini, sungguh usaha dan kerja Iblis tidak main-main. Ia akan memperdaya manusia dari seluruh segmentasi dan celah kehidupannya tanpa terkecuali. Dalam bahasa Prof. Mutawalli Sya’rawi, “Syaitan akan datang kepada manusia dari titik lemahnya (ya’tisy Syaithan min nuqthah dha’f lil insan).” Jika manusia kuat dari aspek harta, maka ia akan datang melalui pintu wanita. Jika ia kuat pada pintu wanita, ia akan datang dari pintu jabatan dan begitu seterusnya tanpa henti. Sehingga akhirnya hanya segelintir manusia yang akan selamat dari bujuk rayu syetan dan menjadi pribadi yang bersyukur. Allah swt. pernah berpesan kepada Nabi Daud dan keluarga-Nya agar mewaspadai hal tersebut dalam firman-Nya: “Bekerjalah Hai keluarga Daud untuk bersyukur (kepada Allah). dan sedikit sekali dari hamba-hamba-Ku yang berterima kasih (bersyukur).“ (Saba’: 13)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang hanya sedikit sekali yang cerdas dan bijak membaca kasih sayang Allah swt. Selebihnya adalah manusia yang suka berkeluh kesah, mengeluh dan tidak bersyukur atas karunia nikmat yang ada. Bahkan kerap menyalahkan orang lain, su’uzhan dan berprasangka buruk kepada Allah. Padahal kebaikan dan pahala sikap syukur itu akan kembali kepada dirinya sendiri, bukan kepada orang lain. Karenanya ujian kesyukuran itu akan terus menyertai manusia sampai Allah benar-benar tahu siapa yang bersyukur diantara hamba-Nya dan siapa di antara mereka yang kufur. ‘Ya Allah, jadikanlah kami termasuk golongan yang sedikit.‘ Allahu a’lam&lt;br /&gt;Oleh:DR.Attabiq Luthfi,MA&lt;br /&gt;(Sumber:dakwatuna.com)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1368248973152853687-2722269835058522955?l=maestro-bisnis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://maestro-bisnis.blogspot.com/feeds/2722269835058522955/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://maestro-bisnis.blogspot.com/2009/05/membaca-kasih-sayang-allah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1368248973152853687/posts/default/2722269835058522955'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1368248973152853687/posts/default/2722269835058522955'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://maestro-bisnis.blogspot.com/2009/05/membaca-kasih-sayang-allah.html' title='Membaca Kasih Sayang Allah'/><author><name>H.Fardhol Suparlan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06617279264361254919</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_TmDO2atm0c4/SaKnA0HLJZI/AAAAAAAAACk/nd6svNtzwoM/S220/syaikh.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_TmDO2atm0c4/Sg0nmgvgMxI/AAAAAAAAAIY/osNgnnKNG0w/s72-c/DR.Attabiq+Luthfi,MA.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1368248973152853687.post-7810950906061362769</id><published>2009-06-12T06:20:00.001-07:00</published><updated>2009-06-17T00:03:33.139-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Spirit Bisnis'/><title type='text'>Jalan Kelapangan dalam Mencari Rizqi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_TmDO2atm0c4/Sg0NYwnYGjI/AAAAAAAAAH4/eXXjZ-7nmeI/s1600-h/dubaiyes1.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 192px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_TmDO2atm0c4/Sg0NYwnYGjI/AAAAAAAAAH4/eXXjZ-7nmeI/s200/dubaiyes1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5335935852521986610" /&gt;&lt;/a&gt;Akhir zaman rupanya sudah dekat, banyak sekali ramalan-ramalan Rosulullah shallallahu`alaihi wa sallam yang sudah menjadi kenyataan. Dari Abu Hurairah ra. berkata, Rasulullah shallallahu`alaihi wa sallam bersabda,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Akan datang pada manusia suatu saat dimana seseorang tidak peduli dari mana hartanya didapat, apakah dari yang halal atau yang haram." HR Ahmad dan Bukhari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari masalah suap menyuap dan mark up harga saat mencari proyek hingga hutang piutang dengan sistem riba serta berbagai kemaksiatan lainnya seolah-olah telah menjadi kewajaran dan keharusan untuk sukses di zaman ini, sungguh sebuah kondisi yang sangat mengkhawatirkan, sepertinya kita tidak lagi yakin bahwa rezeki kita ditentukan oleh Allah Ta’ala, bahkan dalam mencari RezekiNya kita harus bermaksiat kepadaNya ?&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal Allah Ta'ala berfirman : "Apakah mereka yang membagi-bagi rahmat Tuhanmu? Kami telah menentukan antara mereka penghidupan mereka dalam kehidupan dunia, dan kami telah meninggikan sebahagian mereka atas sebagian yang lain beberapa derajat, agar sebagian mereka dapat mempergunakan sebagian yang lain. Dan rahmat Tuhanmu lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan." QS. Az Zukhruf : 32Dalam Ayat diatas dengan tegas Allah Ta'ala mengatakan, bahwa Dialah yang membagi kehidupan (ma'isyah) untuk manusia, bukan diri kita sendiri, bukan dukun, bukan jimat, bukan pelanggan, bukan pejabat, dan bukan siapapun kecuali hanya Allah semata!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lemahnya iman telah menyebabkan kita tidak yakin lagi dengan janji-janji Allah Ta'ala, kita tidak lagi mengenal sifat-sifatNya, tidak lagi mengenal hakekat kehidupan, kita lupa seolah-olah tujuan hidup kita hanyalah dunia, mencari makan, kekuasaan dan kekayaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku." QS. Adz Dzaariyaat : 56&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehingga akhirnya kebanyakan dari kita secara sadar atau tidak telah menyetujui konsep perdagangan yang sudah menyimpang, mereka telah berputus asa dan bersikap pragmatis dengan keadaan. Banyak yang berkeyakinan bahwa “jangankan cari rezeki halal, yang haram saja sulit”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua ini adalah ujian kehidupan, oleh karena itu bersabarlah wahai saudaraku ! bersabarlah dalam menjaga larangan Allah, bersabarlah dalam menjalankan ketaatan kepadaNya, bersabarlah dalam menjalankan usaha yang jujur, bersabarlah untuk selalu bekerja keras dan tekun dalam mencari rezeki yang halal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya” QS. Ath Thalaaq:2-3&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Justru dengan berorientasi akhirat, menjauhi larangan Allah, melaksanakan ketaatan kepadaNya dan bertawakal, akan membuka pintu - pintu rezeki dan jalan keluardari setiap kesulitan yang kita hadapi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bekerjalah dengan niat beribadah ikhlas semata-mata mencari RidhoNya, maka insyaAllah dunia akan datang menghampirimu tanpa harus engkau berpayah-payah dan berletih-letih mencarinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam bersabda,&lt;br /&gt;"Barangsiapa yang obsesinya adalah akhirat, tujuannya akhirat, niatnya akhirat, cita-citanya akhirat maka dia mendapatkan tiga perkara :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- pertama, Allah menjadikan kecukupan dihatinya&lt;br /&gt;- yang kedua, Allah mengumpulkan urusannya&lt;br /&gt;- yang ketiga, dunia datang kepada dia dalam keadaan dunia itu hina (dunia datang sendiri kepada kita tanpa perlu kita kejar -pent)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan barangsiapa yang obsesinya adalah dunia, tujuannya dunia, niatnya dunia, cita-citanya dunia, maka dia mendapatkan tiga perkara :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- yang pertama-tama, Allah menjadikan kemelaratan ada didepan mata&lt;br /&gt;- yang kedua, Allah mencerai-beraikan urusannya&lt;br /&gt;- yang ketiga, dunia tidak datang kecuali yang ditakdirkan untuk dia saja"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HR. At Tirmidzi dan lain-lain (Hadits Shahih)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersabarlah! jangan engkau melakukan sesuatu yang diharamkan oleh Allah hanya karena ingin mengejar dunia dan kenikmatan semu, rezeki yang sudah ditakdirkan untuk kita tidak akan pernah diambil oleh orang lain bahkan pesaing kita sekalipun!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Janganlah kamu merasa bahwa rizkimu datangnya terlambat. Karena sesunguhnya, tidaklah seorang hamba akan meninggal, hingga telah datang kepadanya rizki terakhir (yang telah ditentukan) untuknya. Maka, tempuhlah jalan yang baik dalam mencari rizki, yaitu dengan mengambil yang halal dan meninggalkan yang haram" (HR Abdur-Razaq, Ibnu Hibban dan Al-Hakim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika engkau masih berambisi mengejar dunia semata dengan meninggalkan ketaan kepadaNya, maka boleh jadi Allah Ta'ala akan memenuhi ambisimu, tapi ingat di akhirat engkau tidak akan mendapatkan apa-apa kecuali siksa yang sangat pedih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Ta’ala berfirman “Barangsiapa menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, maka Kami penuhi balasan pekerjaan-pekerjaannya di dunia dan mereka tidak akan dirugikan sedikitpun. Tetapi di akhirat tidak ada bagi mereka bagian selain neraka. Dan sia-sialah apa-apa yang mereka perbuat di dunia dan batallah apa-apa yang mereka amalkan”. (QS. Hud : 15-16)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena dengan melalaikan hakekat kehidupan ini justru engkau akan disiksa oleh dunia, bekerja dengan sangat keras namun kemiskinan selalu menghantuimu, atau boleh jadi dunia engkau kuasai dengan kekayaan berlimpah, namun itu semua hanyalah menambah siksa dan penderitaanmu di dunia ini,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kamipun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka; sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa." QS. Al An'aam : 44&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekayaan yang Engkau dapatkan tidak akan pernah membuatmu bahagia, justru akan membuat hatimu sempit, jiwamu terasa sesak, anak dan istrimu menjadi musuh bagimu, teman-teman setia kini menghianatimu, sedekahmu tidak lagi bermanfaat, dan akhirnya engkau berakhir di rumah sakit tanpa ada yang menemani, sebuah penyesalan yang tiada berguna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta." QS. Thaahaa : 124&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Befikirlah wahai saudaraku para pengusaha muslim, jika Anda ingin dirahmati Allah Ta’ala dan ingin berbahagia dunia akhirat, sesungguhnya banyak jalan untuk sukses tanpa harus bermaksiat kepada Allah Ta'ala, Ia yang telah memberikan kita kenikmatan hidup dan kesehatan, akal pikiran dan kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu Ta'ala a'alam,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disusun oleh Fadil Basymeleh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber:www.pengusahamuslim.com &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1368248973152853687-7810950906061362769?l=maestro-bisnis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://maestro-bisnis.blogspot.com/feeds/7810950906061362769/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://maestro-bisnis.blogspot.com/2009/04/ketentuan-dan-rumusnya-mencari-rizqi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1368248973152853687/posts/default/7810950906061362769'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1368248973152853687/posts/default/7810950906061362769'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://maestro-bisnis.blogspot.com/2009/04/ketentuan-dan-rumusnya-mencari-rizqi.html' title='Jalan Kelapangan dalam Mencari Rizqi'/><author><name>H.Fardhol Suparlan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06617279264361254919</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_TmDO2atm0c4/SaKnA0HLJZI/AAAAAAAAACk/nd6svNtzwoM/S220/syaikh.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_TmDO2atm0c4/Sg0NYwnYGjI/AAAAAAAAAH4/eXXjZ-7nmeI/s72-c/dubaiyes1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1368248973152853687.post-7401799089668324102</id><published>2009-06-12T06:20:00.000-07:00</published><updated>2009-06-11T21:40:25.739-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motivasi'/><title type='text'>Kejarlah Kebajikan Sampai ke Liang Lahat</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_TmDO2atm0c4/Sg0lg4dPUaI/AAAAAAAAAIQ/8vUngnmZyS4/s1600-h/bunga-di-es2.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 160px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_TmDO2atm0c4/Sg0lg4dPUaI/AAAAAAAAAIQ/8vUngnmZyS4/s200/bunga-di-es2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5335962380344971682" /&gt;&lt;/a&gt;Waktu adalah ladang amal. Allah swt. menyediakannya agar kita menggunakannya sebagai modal penting menggapai ridha-Nya. Keutamaan seseorang di sisi Allah, selain ditentukan oleh keimanan dan amal shalihnya adalah faktor keterdahuluannya dalam keimanan dan amal shalihnya. Tidaklah sama antara orang-orang yang terdahulu masuk Islam -As-Sabiqunal Awwalun- dan orang-orang yang belakangan. Tidak sama antara jamaah yang berada di shaf awal dalam shalat dengan yang berada di barisan paling belakang. Berbeda derajat orang yang hadir di shalat Jumat paling awal dengan yang paling akhir.&lt;span class="fullpost"&gt;Saudaraku…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyegerakan amal, itulah ajaran Islam kepada ummatnya. Dalam sebuah kesempatan Rasulullah saw. menasihati para sahabatnya untuk selalu menyegerakan amal saleh, kendati mereka itu manusia-manusia yang teruji keimanannya. Kata Nabi kala itu,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;بَادِرُوا بِالْأَعْمَالِ فِتَنًا كَقِطَعِ اللَّيْلِ الْمُظْلِمِ يُصْبِحُ الرَّجُلُ مُؤْمِنًا وَيُمْسِي كَافِرًا أَوْ يُمْسِي مُؤْمِنًا وَيُصْبِحُ كَافِرًا يَبِيعُ دِينَهُ بِعَرَضٍ مِنْ الدُّنْيَا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bersegeralah melakukan amal-amal saleh (kebajikan). (Sebab) sebuah fitnah akan datang bagai sepotong malam yang gelap. Seseorang yang paginya mukmin, sorenya menjadi kafir. Dan seseorang yang sorenya bisa jadi kafir, paginya menjadi mukmin. Ia menjual agamanya dengan harga dunia.” (H.R. Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian pesan Nabi saw. mulia itu juga disampaikan untuk kita. Adakah di antara kita yang selama sehari semalam penuh menjadi seorang mukmin sejati? Bisakah dan mampukah kita selama 24 jam tidak melakukan dosa dan sikap kufur, sekecil apapun kepada Allah Taala? Padahal ketika Allah swt. memberikan waktu 24 jam sehari, transaksinya adalah untuk dipersembahkan kepada Allah swt. semuanya. Pada setiap shalat kita selalu mengumandangkannya kepada Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanya untuk Allah, Tuhan semesta alam.” (Al-An’am: 162)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukankah ketika kita tidak berempati atas nasib kaum lemah dan tertindas adalah bentuk kekufuran terhadap nikmat? Bukankah di saat kita tidur dan bangun tidur tanpa mengingat Allah, tanda kita lupa kepada-Nya? Bukankah lupa adalah bagian dari kekufuran kita kepada Sang Khaliq?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya fitnah itu lebih cepat bergerak. Sekali kita membiarkannya maka selanjutnya ia akan bersemayam dan berkembang dalam tubuh kita. Begitu cepat dan samarnya sampai menjadikan orang pindah agama, menggadaikannya dengan sedikit kesenangan dunia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wajar jika sampai-sampai Rasulullah saw. mengingatkan para sahabatnya itu, walau Nabi tahu keimanan para sahabat itu tak akan tertandingi oleh orang-orang sesudahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan apa kita menutup pintu fitnah? Ya, dengan amal shaleh. Apa saja dalam hidup orang beriman bisa menjadi amal kebaikan. Kita membuang sampah pada tempatnya itu amal baik. Berniat tidak bohong itu amal mulia. Mengucapkan salam kepada kawan itu amal yang terpuji. Mendo’akan saudara seiman kendati mereka tak tahu juga amal shaleh. Dan masih banyak lagi amal shaleh, amakl kebajikan yang bisa kita lakukan, sekalipun kita tak memiliki sesuatu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ذَهَبَ أَهْلُ الدُّثُورِ بِالْأُجُورِ يُصَلُّونَ كَمَا نُصَلِّي وَيَصُومُونَ كَمَا نَصُومُ وَيَتَصَدَّقُونَ بِفُضُولِ أَمْوَالِهِمْ قَالَ أَوَ لَيْسَ قَدْ جَعَلَ اللَّهُ لَكُمْ مَا تَصَّدَّقُونَ إِنَّ بِكُلِّ تَسْبِيحَةٍ صَدَقَةً وَكُلِّ تَكْبِيرَةٍ صَدَقَةً وَكُلِّ تَحْمِيدَةٍ صَدَقَةً وَكُلِّ تَهْلِيلَةٍ صَدَقَةً وَأَمْرٌ بِالْمَعْرُوفِ صَدَقَةٌ وَنَهْيٌ عَنْ مُنْكَرٍ صَدَقَةٌ وَفِي بُضْعِ أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيَأتِي أَحَدُنَا شَهْوَتَهُ وَيَكُونُ لَهُ فِيهَا أَجْرٌ قَالَ أَرَأَيْتُمْ لَوْ وَضَعَهَا فِي حَرَامٍ أَكَانَ عَلَيْهِ فِيهَا وِزْرٌ فَكَذَلِكَ إِذَا وَضَعَهَا فِي الْحَلَالِ كَانَ لَهُ أَجْرًا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Orang-orang kaya pergi mendapatkan pahala. Mereka shalat sebagaimana kita shalat, mereka puasa sebagaimana kita puasa. Namun mereka bersedekah dengan kelebihan harta mereka.” Rasulullah bersabda, “Bukankah Allah telah menjadikan bagi kalian apa bisa kalian sedekahkan? Sesungguhnya satu tasbih adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, amar ma’ruf adalah sedekah, nahi munkar adalah sedekah, dan pada hubungan (dengan istri) kalian adalah sedekah.” Mereka bertanya, “Ya Rasulullah, apakah seseorang mendatangi istrinya karena syahwatnya, apakah ia mendapatkan pahala?” Beliau bersabda, “Apa menurut kalian kalau dia meletakkannya pada yang haram. Bukankah baginya dosa? Demikian pula jika diletakkan pada yang halal, padanya ada pahala.” (Bukhari Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah swt. dengan keadilan-Nya memberikan peluang amal kepada masing-masing hamba-Nya. Baik orang miskin maupun kaya, masing-masing memiliki kesempatan yang sama untuk melakukan kebajikan dan mendapatkan ridha Allah. Lebih dari itu, suatu amal tidak dilihat dari kuantitasnya, tapi dilihat dari motivasi dan niatnya. Kualitas amal seseorang tergantung kepada motivasi dan niatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Boleh jadi infak seorang buruh sebesar 1000 rupiah, itu sama nilainya dengan infak seorang direktur sejumlah Rp. 1.000.000.000,00. Seorang murid barangkali lebih mulia dengan seorang gurunya, karena si murid lebih sungguh-sungguh dalam menuntut ilmu. Sementara sang guru merasa cukup dengan ilmunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyegerakan amal kebajikan tentu akan memberi nilai tambah bagi pelakunya sendiri. Menyegerakan berbuat baik berarti mempercepat dirinya mendapatkan ampunan (maghfirah) dari Allah. Kenapa? Sebab, kita telah berupaya menutup pintu-pintu kemungkaran dan kebatilan. Dengan demikian pula, Allah akan membukakan kebahagiaan, yakni, surga. Itu semua hanya bisa dilakukan oleh orang-orang yang bertaqwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa.” (Ali Imran:133)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa kita mesti menyegerakan amal?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.  Karena asset waktu yang kita miliki hanyalah saat ini. Apa yang terjadi nanti dan esok hari kita tidak tahu. Kemarin bukan lagi milik kita, ia telah berlalu dan tidak akan kembali lagi. Kebaikan dan keburukan yang kita kerjakan kemarin tidak bisa kita ulang lagi. Ia menjadi kenangan saat ini. Jika kebaikan, bersyukurlah kita, dan jika keburukan menyesallah bersama orang-orang yang menyesal. Masih beruntung jika kita bersyukur hari ini, bukan saat di mana penyesalan tidak ada artinya lagi. Esok hari juga belum menjadi milik kita, ia ada di alam gaib yang hanya Allah swt. yang tahu. Kita tidak tahu apakah esok hari masih bisa menghirup udara pagi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.  Karena amal kita tidak mungkin dikerjakan orang lain. Masing-masing orang akan datang kepada Allah dengan amal perbuatan yang dikerjakannya sendiri di dunia. Keshalihan orang tua tidak bisa diandalkan anaknya. Seorang suami tidak akan selamat dari murka Allah karena amal perbuatan istrinya. Kita  boleh bangga terhadap pemimpin, orang tua, anak, guru, dan suami atau istri kita karena keshalihan mereka. Kebanggaan kita tidak bisa berbicara banyak di hadapan pengadilan Allah swt.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.   Karena kemuliaan derajat seseorang di sisi Allah swt. disebabkan oleh kesungguhannya dalam merespon seruan kebajikan dan mengamalkannya. Orang tua akan senang jika menyuruh anaknya mengerjakan sesuatu lalu dikerjakan segera. Sebaliknya ia akan marah jika si anak menunda-nunda mengerjakannya. Demikian pula Allah Ta’ala. Seruan kebajikan dikumandangkan untuk segera diamalkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.  Karena setiap waktu ada momentnya sendiri. Setiap waktu ada tuntutan amalnya. Banyak sekali amal perbuatan yang sangat terkait dengan waktu. Yang ketika waktunya berakhir, berakhir pula kesempatan untuk mengerjakannya. Seperti shalat, puasa, haji, berkurban, dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.  Kesempatan beramal juga diberikan kepada seseorang pada waktu-waktu tertentu. Orang kaya diberi kesempatan beramal dengan kekayaannya. Orang berilmu diberi kesempatan beramal dengan ilmunya. Seorang pimpinan diberi kesempatan beramal dengan kekuasannya. Jangan sampai Allah swt. mencabut kesempatan itu dan tidak bisa lagi berbuat. Kesehatan, waktu luang, hidup, masa muda, dan kekayaan adalah kesempatan untuk beramal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada waktu lagi untuk berpikir. Saat inilah waktumu. Segeralah beramal sesuai dengan tuntutan waktunya. Kejarlah kebajikan sampai ke liang lahat. Wallahu A’lam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Sumber:dakwatuna.com)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1368248973152853687-7401799089668324102?l=maestro-bisnis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://maestro-bisnis.blogspot.com/feeds/7401799089668324102/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://maestro-bisnis.blogspot.com/2009/05/kejarlah-kebajikan-sampai-ke-liang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1368248973152853687/posts/default/7401799089668324102'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1368248973152853687/posts/default/7401799089668324102'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://maestro-bisnis.blogspot.com/2009/05/kejarlah-kebajikan-sampai-ke-liang.html' title='Kejarlah Kebajikan Sampai ke Liang Lahat'/><author><name>H.Fardhol Suparlan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06617279264361254919</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_TmDO2atm0c4/SaKnA0HLJZI/AAAAAAAAACk/nd6svNtzwoM/S220/syaikh.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_TmDO2atm0c4/Sg0lg4dPUaI/AAAAAAAAAIQ/8vUngnmZyS4/s72-c/bunga-di-es2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1368248973152853687.post-1279573476070732897</id><published>2009-06-12T06:15:00.000-07:00</published><updated>2009-06-11T23:14:13.614-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hadist'/><title type='text'>Hadist Tentang Tetangga</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_TmDO2atm0c4/SjHw1bMnfuI/AAAAAAAAAOI/B3n5CO42OUA/s1600-h/perumahan2.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 160px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_TmDO2atm0c4/SjHw1bMnfuI/AAAAAAAAAOI/B3n5CO42OUA/s200/perumahan2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5346319033289899746" /&gt;&lt;/a&gt;dakwatuna.com - Pelaksanaan wasiat kepada tetangga ini adalah dengan berbuat baik semaksimal mungkin, sesuai kemampuan seperti memberikan hadiah, memberi salam, berwajah cerah ketika berjumpa, mencari tahu jika tidak kelihatan, membantunya ketika memerlukan bantuan, mencegah berbagai macam gangguan, material maupun inmaterial, menghendaki kebaikannya, memberikan nasehat terbaik, mendoakannya semoga mendapatkan hidayah Allah, bermuamalah dengan santun, menutupi kekurangan dan kesalahannya dari orang lain, mencegahnya berbuat salah dengan santun –jika masih memungkinkan–, jika tidak maka dengan cara menjauhinya dengan tujuan mendidik, disertai dengan mengkomunikasikan hal ini agar tidak melakukan kesalahan.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Wasiat Rasulullah saw. tentang tetangga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;عن عائشة ـ رضي الله عنها ـ عن النبي ـ صلى الله عليه وسلم ـ قال : ” ما زال جبريل يوصيني بالجار ن حتى ظننت أنه سيورثه ” رواه البخاري . ومسلم . وأبو داود . وابن ماجه . الترمذي&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Aisyah r.a., dari Nabi Muhammad saw. bersada, “Tidak henti-hentinya Jibril memberikan wasiat kepadaku tentang tetangga sehingga aku menduga bahwa ia akan memberikan warisan kepadanya.” (Bukhari, Muslim, Abu Daud, Ibnu Majah, dan Tirmidzi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata الوصاءة dengan wawu dibaca fathah, bersama dengan shad tanpa titik dan dibaca panjang, lalu hamzah sesudahnya, adalah bentuk lain dari kata الوصية (wasiat), demikian juga dengan الوصاية mengganti ya’ pada posisi hamzah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalimat يوصيني بالجار “berwasiat kepadaku tentang tetangga” tanpa dibedakan kafir atau muslim, ahli ibadah atau ahli maksiat, setia atau memusuhi, kenal baik atau masing asing, menguntungkan atau merugikan, keluarga dekat atau orang lain, dekat rumah atau jauh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;حتى ظننت أنه سيورثه Sehingga aku menyangka bahwa ia akan mewarisi, ia menyuruhku –berdasarkan perintah Allah–, bahwa tetangga itu mewarisi tetangga lainnya, dengan menjadikannya bersama-sama dalam harta, sesuai dengan bagian yang ditentukan dalam pembagian waris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Bukhari meriwayatkan juga hadits ini dari Jabir r.a., dari Rasulullah saw. dengan kalimat: “ما زال جبريل يوصيني بالجار حتى ظننت أنه يجعل له ميراثاً” Tidak henti-hentinya Jibril memberikan wasiat kepadaku tentang tetangga sehingga aku menyangka ia menjadikan warisan harta tertentu baginya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;At-Thabrani meriwayatkan dari Jabir r.a., dari Nabi Muhammad saw. bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;” الجيران ثلاثة : جار له حق ، وهو المشرك : له حق الجوار ، وجار له حقان ، وهو المسلم : له حق الجوار وحق الإسلام ، وجار له ثلاثة حقوق : جار مسلم له رحم ، له حق الجوار ، والإسلام ، والرحم&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tetangga itu ada tiga macam: tetangga yang hanya memiliki satu hak, yaitu orang musyrik, ia hanya memiliki hak tetangga. Tetangga yang memiliki dua hak, yaitu seorang muslim: ia memiliki hak tetangga dan hak Islam. Dan tetangga yang memiliki tiga hak, yaitu tetangga, muslim memiliki hubungan kerabat; ia memiliki hak tetangga, hak Islam dan hak silaturrahim.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aisyah r.a. meriwayatkan tentang batasan tetangga, yaitu empat puluh rumah dari semua arah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;At-Thabrani meriwayatkan dengan sanad dhaif (lemah) dari Ka’ab bin Malik r.a., dari Nabi Muhammad saw: “ألا إن أربعين دار جار” “Ingatlah bahwa empat puluh rumah itu adalah tetangga.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelaksanaan wasiat kepada tetangga ini adalah dengan berbuat baik semaksimal mungkin, sesuai kemampuan seperti memberikan hadiah, memberi salam, berwajah cerah ketika berjumpa, mencari tahu jika tidak kelihatan, membantunya ketika memerlukan bantuan, mencegah berbagai macam gangguan, material maupun inmaterial, menghendaki kebaikannya, memberikan nasehat terbaik, mendoakannya semoga mendapatkan hidayah Allah, bermuamalah dengan santun, menutupi kekurangan dan kesalahannya dari orang lain, mencegahnya berbuat salah dengan santun –jika masih memungkinkan–, jika tidak maka dengan cara menjauhinya dengan tujuan mendidik, disertai dengan mengkomunikasikan hal ini agar tidak melakukan kesalahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits ini dengan tegas menunjukkan tentang besarnya hak tetangga. Dan bahwa mengganggu tetangga adalah di antara dosa besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dosa orang yang tetangganya tidak aman dari ganggunannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;عَنْ أبي شُرَيْحٍ ـ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ ـ أنَّ النَّبِيَّ ـ صلى الله عليه وسلم ـ قالَ : ” وَاللهِ لا يُؤْمِنُ . وَاللهِ لا يُؤْمِنُ . وَاللهِ لا يُؤْمِنُ . قِيلَ : مَنْ يَا رَسُوْلَ اللهِ ؟ قالَ : الَّذِي لا يَأمَنُ&lt;br /&gt;جَارُهُ بَوَائِقُهُ ” .رواه البخاري&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu Syuraih r.a. bahwa Nabi Muhammad saw. bersabda, “Demi Allah, seseorang tidak beriman; demi Allah, seseorang tidak beriman; demi Allah, seseorang tidak beriman.” Ada yang bertanya, “Siapa itu, Ya Rasulallah?” Jawab Nabi, “Yaitu orang yang tetangganya tidak aman dari gangguannya.” (Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata بوائقه bentuk jamak dari kata بائقة -ba’ dan qaf- berarti: bencana, pencurian, kejahatan, hal-hal yang membahayakan, hal-hal yang menjadi pelampiasan kebenciannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;عن أبي شريح dengan syin dibaca dhammah, ra’ dibaca fathah, diakhiri dengan ha’ tanpa titik, yang dimaksud adalah Khuwailid A- Khuza’iy as-Shahabiy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;والله لا يؤمن diulang tiga kali, artinya tidak sempurna imannya, atau hilang iman sama sekali bagi yang menganggapnya halal, atau ia tidak mendapatkan balasan seorang mukmin sehingga dapat masuk surga sejak awal. Pengulangan ini untuk menegaskan dan memberatkan larangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;قِيْلَ: مَنْ يَا رَسُوْلَ اللهِ ؟ Dalam Fathul Bari, Imam Ahmad meriwayatkan dari Ibnu Mas’ud, bahwa dialah yang bertanya. Rasulullah saw menjawab: الَّذِي لا يَأمَن جَارُهُ بَوَائِقُهُ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari hadits di atas dapat diambil pelajaran tentang pentingnya hak tetangga. Sehingga Rasulullah saw. harus bersumpah tiga kali, menafikan iman orang yang mengganggu tetangganya, baik dengan ucapan maupun perbuatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Larangan meremehkan hadiah dari tetangga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;عن أبي هُرَيْرَةَ ـ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ ـ قالَ : كَانَ النَّبِيُّ ـ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ـ يَقُوْلُ :&lt;br /&gt;” يَا نِسَاءَ المُسْلِمَاتِ لا تَحْقِرَنَّ جَارَةٌ لِجَارَتِهَا وَلَوْ فِرْسَنَ شَاةٍ ” . رواه البخاري ومسلم&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu Haurairah r.a. berkata, Nabi Muhammad saw. pernah bersabda, “Wahai para wanita muslimah, janganlah ada seorang tetangga yag meremehkan hadiah tetangganya meskipun kikil (kaki) kambing.” (Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;حقر أي استصغار berarti meremehkan, seperti kata: احتقار والاستحقار&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;يا نساء المسلمات mermakna “wahai wanita-wanita muslimah”, bentuk إضافة الموصوف إلى صفته idhafah (penyandaran) maushuf (yang diterangkan) kepada sifat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau bermakna lain: يا فاضلات المسلمات “wahai para pemuka muslimah”, seperti ungkapan Arab يا رجال القوم : أي يا أفضلهم wahai para pemimpin kaum, artinya para pemuka mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;لا تحقرن dengan qaf dibaca kasrah, artinya jangan meremehkan, menganggap kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;” جارة ” هديةً ” لجارتها ” tetangga memberikan hadiah pada tetangga lainnya. Atau meremehkan hadiah dari tetangganya -lam- bermakna -min- sehingga kemungkinan makna larangan itu pada pemberi atau penerima, sedangkan” ولو ” كانت الهديةmeskipun hadiah itu berupa kaki kambing ” فرسن شاة ” fa’ dibaca kasrah, ra’ dibaca sukun/mati, adalah bagian kaki di atas telapak/tumit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Larangan bagi tetangga meremehkan hadiah tetangganya, meskipun hadiah itu pada umumnya kurang berguna, atau tidak berkenan dan tidak bernilai di hati. Karena itulah tetangga dapat memberikan dan menerima hadiah yang ada meskipun kecil nilainya. Hal ini lebih baik daripada tidak ada sama sekali. Dengan ini pula kebiasaan memberikan hadiah dapat terus berlangsung antara tetangga karena dengan sesuatu yang murah dan mudah, dapat dilakukan dalam keadaan miskin maupun kaya, dapat membuahkan rasa cinta dan kasih sayang. Dengan ini pula tidak diperbolehkan bagi laki-laki meremehkan hadiah antara mereka. Penyebutan larangan secara khusus pada wanita karena merekalah yang lebih cepat bereaksi dalam cinta dan benci, sehingga mereka lebih berhak mendapatkan perhatian, agar dapat menghindarkan diri dari larangan itu, menghilangkan kebenciaan antara mereka dan mempertahankan rasa cinta antar mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari hadits ini dapat diambil pelajaran bahwa tidak diperbolehkan meremehkan hadiah untuk mempertahankan rasa cinta antara mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika beriman, jangan sakiti tetangga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;عن أبي هريرة ـ رضي الله عنه ـ قال : قال رسول الله ـ صلى الله عليه وسلم ـ : ” من كان يؤمن بالله واليوم الآخر ، فلا يؤذ جاره ، ومن كان يؤمن بالله واليوم الآخر ، فليكرم ضيفه ، ومن كان يؤمن بالله واليوم الآخر فليقل خيراً أو ليصمت “ رواه البخاري ومسلم ، وابن ماجه&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu Hurairah r.a. berkata, Rasulullah saw. bersabda, “Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka jangan menyakiti tetangganya. Dan barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah menghormati tamunya. Dan barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah berkata baik atau diam.” (Bukhari, Muslim dan Ibnu Majah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ومن كان يؤمن بالله واليوم الآخر” أي إيمانا كاملاً barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, artinya iman yang sempurna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyebutan hanya pada iman kepada Allah dan hari akhir, tidak dengan kewajiban lainnya, karena keduanya merupakan permulaan dan penghabisan. Maksudnya, beriman dengan Penciptanya dan hari mendapatkan balasan amal baik dan buruknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;فلا يؤذ جاره berarti “maka jangan menyakiti tetangganya.” Tidak menyakiti tetangga itu bisa diaktualkan dengan mengulurkan kebaikan kepadanya, mencegah hal-hal yang membahayakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;فليكرم ضيفه berarti “hendaklah memuliakan tamunya” dengan menampakkan rasa senang, menyuguhkan hidangan yang tersedia dan terjangkau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;فليقل خيراً أو ليصمت hendaklah berkata baik atau diam dari ucapan buruk. Sebab, perkataan itu hanya dapat digolongkan menjadi dua golongan, baik atau buruk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits ini berisi tiga hal penting yang menjadi kemuliaan akhlak dalam perbuatan atau perkataan. Dua pertama dari perbuatan itu adalah berisi takhalliy (pengosongan diri) dari sifat tercela, dan tahalliy (berhias diri) dengan akhlak mulia. Sedangkan yang ketiga berisi akhlaq qauliyah (ucapan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesimpulannya, kesempurnaan iman seseorang diukur dari kebaikannya kepada sesama makhluk Allah, baik dalam tutur kata kebaikan maupun diam dari kalimat buruk, dan melakukan apa yang sepatutnya dilakukan dan meninggalkan apa yang membahayakan; antara lain adalah dengan tidak menyakiti tetangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari hadits ini dapat diambil pelajaran bahwa tidak menyakiti tetangga adalah bukti kesempurnaan iman seseorang kepada Allah dan hari akhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hak tetangga yang lebih dekat pintunya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;عن عائشة ـ رضي الله عنها ـ قالت : يا رسول الله ، إن لي جارين ، فإلى أيهما&lt;br /&gt;أُهدي ؟ قال : ” إلى أقربهما منك باباً “ رواه البخاري&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Aisyah r.a. berkata, “Ya Rasulullah, sesungguhnya aku memiliki dua tetangga. Kepada tetangga yang manakah aku berikan hadiah?” Jawab Nabi, “Kepada tetangga yang pintu rumahnya lebih dekat denganmu.” (Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits ini masuk dalam باب حق الجوار في قرب الأبواب Bab hak tetangga yang lebih dekat pintunya. Maksudnya, barangsiapa yang pintunya lebih dekat, maka ia yang lebih berhak. Karena ia yang melihat apa yang keluar masuk dari rumah tetangganya; berupa hadiah atau yang lainnya, sehingga kemungkinan ada harapan dan keinginan, berbeda dengan yang jauh pintunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada أهدى hamzah dibaca dhammah dari kata Al Ihda’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah saw. menjawab, إلى أقربهما منك باباً kepada yang lebih dekat pintunya. Karena ia melihat keadaan tetangga dan keperluannya. Tetangga yang lebih dekat yang lebih cepat menyahut jika dipanggil, ketika tetangga sebelah memerlukan, terutama ketika terlena.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari hadits ini dapat diambil pelajaran bahwa hak tetangga mengikuti kedekatan pintunya. Yang lebih dekat pintunya yang lebih diprioritaskan dari sebelahnya, demikian seterusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1368248973152853687-1279573476070732897?l=maestro-bisnis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://maestro-bisnis.blogspot.com/feeds/1279573476070732897/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://maestro-bisnis.blogspot.com/2009/06/hadist-tentang-tetangga.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1368248973152853687/posts/default/1279573476070732897'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1368248973152853687/posts/default/1279573476070732897'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://maestro-bisnis.blogspot.com/2009/06/hadist-tentang-tetangga.html' title='Hadist Tentang Tetangga'/><author><name>H.Fardhol Suparlan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06617279264361254919</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_TmDO2atm0c4/SaKnA0HLJZI/AAAAAAAAACk/nd6svNtzwoM/S220/syaikh.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_TmDO2atm0c4/SjHw1bMnfuI/AAAAAAAAAOI/B3n5CO42OUA/s72-c/perumahan2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1368248973152853687.post-1736967085032260197</id><published>2009-06-11T07:29:00.000-07:00</published><updated>2009-06-11T07:35:56.696-07:00</updated><title type='text'>Download Area</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt;Assamu'alaikum wr wb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam action teman-teman blogger.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi yang membutuhkan berbagai macam driver atau software religius, temen2 bisa memesan ke saya melaui sms / kolom komentar / melayani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di bawah ini beberapa file hasil pesenan temen2 blog yang sudah bisa di download.&lt;br /&gt;1. Religius&lt;br /&gt;....Adzan Otomatis, silahkan download &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/5145581/AthanBasic.exe.html"&gt;di sini.!&lt;/a&gt; (Semoga barokah)&lt;br /&gt;2. Motivasi&lt;br /&gt;3. Ebook Bisnis&lt;br /&gt;4.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1368248973152853687-1736967085032260197?l=maestro-bisnis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://maestro-bisnis.blogspot.com/feeds/1736967085032260197/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://maestro-bisnis.blogspot.com/2009/06/download-area.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1368248973152853687/posts/default/1736967085032260197'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1368248973152853687/posts/default/1736967085032260197'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://maestro-bisnis.blogspot.com/2009/06/download-area.html' title='Download Area'/><author><name>H.Fardhol Suparlan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06617279264361254919</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_TmDO2atm0c4/SaKnA0HLJZI/AAAAAAAAACk/nd6svNtzwoM/S220/syaikh.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1368248973152853687.post-8154503302037439281</id><published>2009-06-10T06:10:00.000-07:00</published><updated>2009-06-17T02:29:42.007-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Peluang Usaha'/><title type='text'>PELUANG BISNIS SPEKTAKULER .......</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_TmDO2atm0c4/ShEliFSBN0I/AAAAAAAAAJY/nvbP_EN2sbA/s1600-h/1216_4843c65436268.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 124px; height: 135px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_TmDO2atm0c4/ShEliFSBN0I/AAAAAAAAAJY/nvbP_EN2sbA/s200/1216_4843c65436268.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5337088300874282818" /&gt;&lt;/a&gt;Bagi anda yang berdomisili di JADETABEK yang sampai detik ini belum mempunyai usaha/bisnis atau yang sudah mempumyai bisnis,ingin menambah pasiv income yang sangat pantastis,dengan modal yang sangat kecil,produknya riil dengan kualitas terjamin,cara menjualnya juga gampang,BERGABUNGLAH DENGAN KAMI MENJADI AGEN AIR KEMASAN GALON OKSIGEN...INSYA ALLOH MASALAH KEUANGAN ANDA AKAN TERATASI,...&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;BUKTIKAN&lt;/span&gt;.... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana caranya?caranya sangat mudah....Cukup dengan modal Dasar Rp.3.000.000,-anda langsung mempunyai bisnis sendiri&lt;br /&gt;Dengan modal Rp.3.000.000,-anda akan mendapatkan:&lt;br /&gt;1.50 Galon Air minum plus isinnya&lt;br /&gt;2.Tester Meter (TDS meter + Elektrolisa)alat penguji air&lt;br /&gt;3.100 lembar Brosur + 1 buah Spanduk&lt;br /&gt;4.Support Market/Presentasi  &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAGAIMANA CARA MENJALANKAN USAHA DAN KEUNTUNGAN LAINNYA :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.Cukup dengan membina dan melayani 40 kelurga untuk berlangganan Air Minum Kemasan  Oksigen DESALITE :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Diasumsikan 1 keluarga         : 8 Galon/bulan&lt;br /&gt;     Omset Pendapatan 40 keluarga   : 320 galon/bulan&lt;br /&gt;     Harga Agen/pabrik              : Rp.6.000,-/galon&lt;br /&gt;     Harga jual ke konsumen         : Rp.10.000,-/galon&lt;br /&gt;     Selisih Harga                  : Rp.4.0000,-/galon&lt;br /&gt;     Profit                         : 320 galon x Rp.4.000,- = Rp.1.280.000,-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hebat bukan....itu anda baru mempunyai 40 pelanggan kalau 100 penggan....wah hitung sendiri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.Mendapatkan bonus sponsor 10% dari modal dasar untuk setiap agen yang direkrut.Jika mendapat 1 agen maka 10% x Rp.3.000.000,- =Rp.300.000,-/Agen&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.Mendapatkan Royalty Fee Rp.1.000,-/Galon dari omser Agen yang disponsori.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;BAGI SOBAT BISNIS YANG BERMINAT INFO SELENGKAPNYA HUBUNGI :081308404120/02192719904&lt;br /&gt;Bpk.H.FARDHOL SUPARLAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1368248973152853687-8154503302037439281?l=maestro-bisnis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://maestro-bisnis.blogspot.com/feeds/8154503302037439281/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://maestro-bisnis.blogspot.com/2009/05/bagi-anda-yang-berdomisili-di-jadetabek.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1368248973152853687/posts/default/8154503302037439281'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1368248973152853687/posts/default/8154503302037439281'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://maestro-bisnis.blogspot.com/2009/05/bagi-anda-yang-berdomisili-di-jadetabek.html' title='PELUANG BISNIS SPEKTAKULER .......'/><author><name>H.Fardhol Suparlan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06617279264361254919</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_TmDO2atm0c4/SaKnA0HLJZI/AAAAAAAAACk/nd6svNtzwoM/S220/syaikh.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_TmDO2atm0c4/ShEliFSBN0I/AAAAAAAAAJY/nvbP_EN2sbA/s72-c/1216_4843c65436268.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1368248973152853687.post-4427601123674743076</id><published>2009-05-25T01:33:00.000-07:00</published><updated>2009-06-04T20:33:45.361-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Spirit Bisnis'/><title type='text'>Cara Memulai Bisnis</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_TmDO2atm0c4/ShpYjhwuo-I/AAAAAAAAALA/38k-_bELQak/s1600-h/hijrah.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 133px; height: 89px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_TmDO2atm0c4/ShpYjhwuo-I/AAAAAAAAALA/38k-_bELQak/s200/hijrah.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5339677675582563298" /&gt;&lt;/a&gt;Berikut adalah saran dari saya bagi yang ingin menjadi pengusaha muslim dan memulai usaha sendiri :&lt;br /&gt;1. Bangun Motivasi dan Bulatkan Tekad!&lt;br /&gt;Menjadi pengusaha memerlukan tekad yang kuat untuk mengadapi berbagai kesulitan selama mengembangkan usaha, diperlukan tenaga extra dan persistensi yang tinggi untuk menembus semak belukar dunia usaha yang gelap dan tajam. Tekad kuat hanya dapat terbentuk jika Anda sudah membangun motivasi dan cita-cita yang besar atau karena keinginan untuk keluar tekanan keadaan yang sulit dan memaksa.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;2. Perkuat Tawakkal Kepada Allah Ta’ala!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah tekad sudah bulat maka bertawakallah kepada Allah Subhaanahu Wata’aala dengan sebaik-baik tawakkal. Dengan bertawakkal, pikiran menjadi tenang saat bekerja, tidak khawatir akan hal-hal yang belum terjadi, secara penuh pasrahkan nasib dan rezeki Anda kepada Allah Ta’ala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya.” QS. Ali ‘Imran : 159&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rezeki merupakan urusan Allah Ta’ala, kita hanya diperintahakan untuk berusaha dan berdo’a.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan berapa banyak binatang yang tidak (dapat) membawa (mengurus) rezkinya sendiri. Allah-lah yang memberi rezki kepadanya dan kepadamu dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” QS. Al ‘Ankabuut : 60&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Saat Merintis Usaha, Jangan Memaksakan Diri untuk Berbisnis Sesuai Gambaran Ideal yang Anda Miliki!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang yang menunda-nunda berbisnis karena ide bisnisnya tidak dapat diwujudkan, seperti karena modal tidak mencukupi, tidak sesuai dengan bidang keahlian atau malu karena peluang bisnis yang ada sekarang hanya sekedar bisnis ecek-ecek, tidak keren, dsb. mereka menunggu keajaiban yang tidak kunjung datang, mereka memilih mengabaikan peluang usaha yang telah ada dimana menurut mereka keuntungannya kecil dan tidak menarik, mereka berkhayal untuk mengembangkan bisnis besar atau memperoleh proyek besar tanpa didukung asset dan fasilitas penunjang yang diperlukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerjakan apa yang Anda mampu untuk mengerjakannya sekarang juga, meskipun Anda merasa peluang bisnis yang ada saat ini kurang menarik namun bersabarlah, boleh jadi suatu hari Anda akan menemukan peluang bisnis baru yang lebih baik dengan sarana bisnis pertama yang telah Anda rintis. Bisa jadi Anda akan menemukan partner bisnis atau pemodal besar yang bersimpati kepada Anda karena kejujuran dan kualitas kerja Anda sekarang. Jalani dulu apa adanya, syukuri apa yang ada, pasti Allah tambah nikmatNya. Just do it!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Pilih Bisnis yang Dapat Anda Kuasai dengan Cepat!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda dapat memilih bisnis yang ada hubungannya dengan latarbelakang pendidikan atau yang sesuai dengan hobi atau yang dapat dibackup oleh keluarga, teman, dsb. Seperti misalkan Anda diperbolehkan mengambil barang dagangan tapi hutang dulu karena yang punya barang adalah teman sendiri, atau outsourcing pekerjaan cetak buku ke percetakan tapi bayarnya dicicil karena yang punya percetakan adalah paman sendiri, dsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manfaatkan asset apapun yang Anda miliki dan yang dapat dimanfaatkan seoptimal mungkin, baik aset fisik maupun aset yang tidak terlihat (intangible aset yang berupa skill, pengalaman kerja, hubungan baik, kepercayaan, jaringan, dsb).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Intinya manfaatkan dulu asset apapun yang kita punya, jangan memikirkan ide bisnis yang kita tidak mempunyai kekuatan apapun disana. Jangan memulai bisnis dengan asset nol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai contoh, Anda biasa bekerja sebagai sales disebuah perusahaan kemudian ingin berwiraswasta, meskipun Anda mempunya ide produk yang hebat maka jangan berpikir untuk mengembangkan produk tersebut disaat kita merintis usaha, karena terlalu banyak variabel yang diperlukan untuk sukses dalam sebuah bisnis produksi, kembangkan terlebih dahulu bisnis jasa, pemasaran, konsultan, dsb… hindari bisnis produksi yang memakan biaya besar dalam mengembangkannya, semua ada waktunya, bersabarlah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Carilah teman yang punya produk yang menarik untuk kita pasarkan atau kita jual dengan merek dan kemasan kita sendiri. Cari dulu pengalaman menjual dan melayani pelanggan baru berpikir produksi, bangun intangible asset baru sebanyak-banyaknya untuk pengembangan produk baru dimasa depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nanti kalau sudah berjalan sekian lama akan terbentuk pola, gambaran yang tepat tentang produk yang cocok untuk dikembangkan sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang paling utama dalam sebuah bisnis adalah memiliki pasar (market), punya merek dan dipercaya orang. Selanjutnya produksi bisa outsourcing. Contohnya : sepatu Nike, pemilik sepatu Nike tidak mempunyai pabrik, tapi mereka mempunyai merek yang kuat dan pasar yang besar. (Saya tidak tahu apa Nike masih seperti itu atau sudah punya pabrik sendiri sekarang).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juga kebanyakan perusahaan IT hampir sebagian besar outsourcing ke Taiwan, Korea, Malaysia dan Cina untuk produksi notebook dan peralatan elektroniknya. Seperti Apple dengan iPod dan iPhone-nya, kalau kita lihat dibalik produknya akan terbaca “made in china”, tapi mereka bisa berhasil menguasai pasar pemutar MP3 dan nomor dua untuk smartphone.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Tentukan Diferensiasi Produk!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pikirkan produk apa yang kira-kira dapat dijual tanpa banyak persaingan serta belum ada produk lain dengan merek yang kuat yang terhubung kepada produk tersebut. Pelajari apa yang bisa membuat produk atau layanan kita berbeda dengan yang lain. Setidaknya produk kita dikemas berbeda dan pada akhirnya dipersepsi berbeda oleh pelanggan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang membuat Apple bisa sukses dengan iPod dan iPhone-nya? Mereka bisa membangun pasar baru yang belum dipikirkan orang lain, mereka membuat inovasi baru, mereka mencari celah2 dimana konsumen belum puas dengan produk yang ada. Mereka membangun kekuatan merek dan loyalitas pelanggan, kebanggaan memakai produk mereka, gengsi dan gaya hidup. Mereka tidak serta merta membuat produk untuk sekedar menyaingi produk lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai contoh, iPhone dikembangkan tahun lalu, disaat ratusan juta orang sudah memiliki handphone, mereka sepertinya sudah terlambat untuk memulai bisnis ini, tapi ternyata iPhone dalam waktu kurang dari dua tahun sudah merajai pasar smartphone, diposisi kedua setelah nokia untuk penjualan smartphone, mengalahkan RIM Blackberry dan Microsoft Smartphone.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Pilih Fokus dan Bekerjalah Secara Fokus!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan asal terima proyek, jangan kembangkan banyak produk untuk satu merek yang sama atau mengembangkan banyak bisnis sekaligus disaat Anda merintis usaha. Tujuan dari fokus adalah agar kita semakin ahli dan menguasai bidang usaha yang kita geluti yang pada akhirnya akan terbangun merek yang kuat yang terkait erat dengan satu jenis produk saja dibenak pelanggan (Donat = Dunkin Donut, Burger = McD, Teh Botol = Sosro, Pizza = Pizza Hut, dsb.).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dana yang terbatas jangan dipecah2 untuk berbagai jenis produk atau banyak usaha. Tanamkan semua sumberdaya untuk menguatkan kekuatan bisnis/produk kita. (Ini mungkin bertentangan dengan pendapat jangan letakkan semua telur dalam satu keranjang), tapi bagi saya justru telah terbukti,  semakin kita fokus dan semakin banyak sumber daya yang kita tanamkan untuk satu jenis produk/jasa, maka hasilnya akan lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lama kelamaan pasar akan punya persepsi yang kuat untuk merek produk kita, karena kita fokus dan mempunyai positioning yang kuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai contoh:&lt;br /&gt;DHL dikenal untuk pengiriman seluruh dunia&lt;br /&gt;FedEX dikenal untuk pengiriman semalam sampai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka mereka yang ingin barangnya terkirim dalam waktu semalam akan mempercayakan pengiriman barangnya kepada FedEX karena FedEx benar-benar berupaya untuk terwujudnya janji semalam sampai, sedangkan mereka yang ingin mengirim barang ke ujung dunia, mereka akan mempercayakannya kepada DHL, karena FedEx tidak mempunyai infrastruktur hingga kepelosok-pelosok negeri yang jauh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Carilah Teman atau Berpartnerlah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan takut untuk mencari partner atau menggaji karyawan. Jangan berusaha mengerjakan semuanya sendiri. Masing-masing kita mempunyai kelebihan dan kekurangan, carilah teman atau karyawan yang dapat menutupi kelemahan dan kekurangan kita. Agar terbentuk tim yang kuat dalam segala bidang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan takut tidak dapat menggaji karyawan, rezeki mereka telah diatur oleh Allah Subhaanahu Wata’aala, kita hanya sarana saja. Justru dengan melibatkan orang lain InsyaAllah rezeki kita akan lebih baik dan lebih barokah daripada bekerja sendirian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Perkuat Kesabaran, Ketaqwaan dan Tawakkal!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersabarlah atas segala kesulitan dan kegagalan yang terjadi, maju terus jangan pernah berputus asa dari Rahmat Allah Ta’ala. Dengan bersabar dalam menghadapi kesulitan dan kegagalan akan membuat kita semakin matang dalam berusaha dan semakin trampil, seperti layaknya besi baja yang ditempa oleh pandai besi, dipukul-pukul dengan keras, dipanasi dengan api yang membara, sehingga akhirnya menghasilkan pedang yang indah, kuat dan tajam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” QS. Al Baqarah : 153&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan bersabarlah kalian sesunguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar.” (Al Anfal: 46).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya datangnya kemenangan itu bersama dengan kesabaran.”  Hadits Arba’in no. 19&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hindari perbuatan dosa, karena akan membuat hidup Anda sulit dan rezeki sempit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya, tiadalah beruntung orang-orang yang berbuat dosa.”&lt;br /&gt;QS. Yunus : 17&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya seorang diharamkan rezeki baginya disebabkan dosa yang diperbuatnya.” (HR. Tirmidzi dan Al Hakim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya.” QS. Ath Thalaaq : 2-3&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan terlalu memikirkan hal-hal yang belum terjadi, hindari merenung hal-hal yang membuat kita jadi takut untuk maju, atau hilang semangat. Setan selalu membisikkan kemelaratan, ketakutan akan kegagalan. Pikirkan hal-hal positif yang dapat membuat kita terus semangat dan antusias. Karena antusiasme kita akan menular kepada karyawan dan kepada colon pelanggan, mereka secara alamiah akan turut antusias membeli produk kita. Sandarkan nasib dan rezeki Anda kepada Allah dengan bertawakkal kepadaNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Syaitan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan (kikir); sedang Allah menjadikan untukmu ampunan daripada-Nya dan karunia. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengatahui.” QS. Al Baqarah : 268&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya.” QS. Ath Thalaaq : 3&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak ayat2 Al-Quran yang menerangkan betapa hebatnya kekuatan sabar, tawakkal dan taqwa itu, jadi jangan ragu lagi, kita orang Islam memiliki sesuatu yang tidak dimiliki non muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau cara berpikir kita terlalu matematis, seolah-olah tidak ada Allah Yang Maha Kaya dan Maha Berkuasa atas Segala Sesuatu, seolah-olah kita sendirilah yang menentukan rezeki kita dan rezeki pegawai dan anak-anak kita, maka bersiap-siaplah untuk gagal dan hidup susah. Tapi kalau kita yakin bahwa kita sebagai manusia hanya dituntut untuk berusaha saja, yakin bahwa rezeki itu urusan Allah Ta’ala, sedangkan kita tetap berusaha dalam ketaatan kepadaNya (bertaqwa), maka jangan heran kalau dalam waktu singkat bisnis anda akan berkembang pesat, InsyaAllah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Berbuat Baiklah dan Tinggalkan Maksiat!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak jalan kebaikan yang dapat melapangkan rezeki dan memudahkan urusan kita, seperti berbuat baik kepada orang tua, menyambung silaturahmi, bersedekah, membantu fakir miskin dan anak yatim dan berbagai ibadah-ibadah wajib dan sunnah seperti yang telah dicontohkan oleh Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam yang kesemua itu dapat meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.” QS. Al Baqarah : 261&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya usaha kamu memang berbeda-beda. Adapun orang yang memberikan (hartanya di jalan Allah) dan bertakwa, dan membenarkan adanya pahala yang terbaik (syurga), maka Kami kelak akan menyiapkan baginya jalan yang mudah.” QS. Al-Lail : 4 - 7&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tiadalah kamu mendapat pertolongan (bantuan) dan rezeki kecuali karena orang-orang yang lemah dari kalangan kamu.” (HR. Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tiap menjelang pagi hari dua malaikat turun. Yang satu berdoa: “Ya Allah, karuniakanlah bagi orang yang menginfakkan hartanya tambahan peninggalan.” Malaikat yang satu lagi berdoa: “Ya Allah, timpakan kerusakan (kemusnahan) bagi harta yang ditahannya (dibakhilkannya).” (Mutafaq’alaih)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jauhi segala perbuatan dosa dan maksiat, karena perbuatan dosa dan maksiat akan membuat hidup kita susah dan rezeki menjadi sempit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta.” QS. Thaahaa : 124&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya seorang diharamkan rezeki baginya disebabkan dosa yang diperbuatnya.” (HR. Tirmidzi dan Al Hakim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan berbuat dosa hanya karena mengejar rezeki yang terlambat datang, karena rezeki telah ditentukan dan tidak akan datang dengan sebab dosa. Anda tidak akan mati sebelum rezeki yang telah ditentukan untuk Anda telah Anda terima semuanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Katakanlah: “Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezki bagi siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan menyempitkan bagi (siapa yang dikehendaki-Nya).” Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rezki yang sebaik-baiknya.” QS Saba’ : 39&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya rezeki mencari seorang hamba sebagaimana ajal mencarinya.” (HR. Ath-Thabrani)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallau’alam,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fadil Basymeleh&lt;br /&gt;PT Zahir Internasional&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1368248973152853687-4427601123674743076?l=maestro-bisnis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://maestro-bisnis.blogspot.com/feeds/4427601123674743076/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://maestro-bisnis.blogspot.com/2009/05/cara-memulai-bisnis.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1368248973152853687/posts/default/4427601123674743076'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1368248973152853687/posts/default/4427601123674743076'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://maestro-bisnis.blogspot.com/2009/05/cara-memulai-bisnis.html' title='Cara Memulai Bisnis'/><author><name>H.Fardhol Suparlan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06617279264361254919</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_TmDO2atm0c4/SaKnA0HLJZI/AAAAAAAAACk/nd6svNtzwoM/S220/syaikh.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_TmDO2atm0c4/ShpYjhwuo-I/AAAAAAAAALA/38k-_bELQak/s72-c/hijrah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1368248973152853687.post-2155761250010784087</id><published>2009-05-05T00:43:00.000-07:00</published><updated>2009-06-04T20:38:38.260-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Spirit Bisnis'/><title type='text'>Prinsip-Prinsip Bisnis Rasulullah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_TmDO2atm0c4/Sf_voEPtC0I/AAAAAAAAAHY/ucWo2HeEtcw/s1600-h/Fragrances_Of_Paradise_Ali_s_100_Uncut_Oils.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_TmDO2atm0c4/Sf_voEPtC0I/AAAAAAAAAHY/ucWo2HeEtcw/s200/Fragrances_Of_Paradise_Ali_s_100_Uncut_Oils.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5332243955443370818" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Konsep perniagaan dalam Islam amat luas, tidak hanya terbatas pada&lt;br /&gt;pencapaian material saja tetapi merupakan ibadah Fardhu Kifayah yang&lt;br /&gt;dituntut Allah swt. Dalam melakukan ibadah ini manusia jangan&lt;br /&gt;melakukan perbuatan yang mencemarkan kesuciannya. Jadi mereka harus&lt;br /&gt;melakukannya dalam batas-batas yang telah ditetapkan oleh Islam.&lt;br /&gt;(Syeikh Abod dan Zamry Abdul Kadir, 1991: 291). Nabi Muhammad telah&lt;br /&gt;meletakkan dasar-dasar moral, manajemen dan etos kerja mendahului&lt;br /&gt;zamannya dalam melakukan perniagaan. Dasar-dasar etika dan manajemen&lt;br /&gt;bisnis tersebut telah mendapat legitimasi keagamaan setelah beliau&lt;br /&gt;diangkat menjadi Nabi. Prinsip-prinsip etika bisnis yang diwariskan&lt;br /&gt;semakin mendapat pembenaran akademisi dipenghujung abad ke-20 atau&lt;br /&gt;awal abad ke-21. Prinsip bisnis modern, seperti tujuan pelanggan,&lt;br /&gt;pelayanan yang unggul, kompetensi, efisiensi, transparansi, semuanya&lt;br /&gt;telah menjadi gambaran pribadi dan etika bisnis Nabi Muhammad SAW&lt;br /&gt;ketika ia masih muda. (Yafie, 2003: 11-12). &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa prinsip dan konsep yang melatarbelakangi keberhasilan&lt;br /&gt;Rasulullah SAW dalam bisnis, prinsip-prinsip itu intinya merupakan&lt;br /&gt;fundamental Human Etic atau sikap-sikap dasar manusiawi yang menunjang&lt;br /&gt;keberhasilan seseorang. Menurut Abu Mukhaladun (1994:14-15) bahwa&lt;br /&gt;prinsip-prinsip Rasulullah meliputi Shiddiq, Amanah dan fatanah.&lt;br /&gt;Prinsip-prinsip itu adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;1. Shiddiq&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah telah melarang pebisnis melakukan perbuatan yang tidak&lt;br /&gt;baik, seperti beberapa hal dibawah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;a. Larangan tidak menepati janji yang telah disepakati.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ubadah bin Al Samit menyatakan bahwa Nabi SAW bersabda:&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"berikanlah&lt;br /&gt;kepadaku enam jaminan dari kamu, aku menjamin surga untuk kamu: 1)&lt;br /&gt;berlaku benar manakala kamu berbicara, 2) tepatlah manakala kamu&lt;br /&gt;berjanji…"&lt;/i&gt;(HR. Imam Ahmad dikutip dari Syeikh Abod dan Zamry Abdul&lt;br /&gt;Kadir, 1991: 102)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;b. Larangan menutupi cacat atau aib barang yang dijual.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Apabila kamu menjual, katakanlah: "tidak ada penipuan". &lt;/i&gt;(HR. Imam&lt;br /&gt;Bukhari dari Abdullah bin Umar r.a. dikutip dari Yusanto dan Muhammad&lt;br /&gt;K.W, 2002:112)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Tidak termasuk umat Nabi Muhammad seorang penjual yang melakukan&lt;br /&gt;penipuan dan tidak halal rezki yang ia peroleh dari hasil penipuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukanlah termasuk umatku, orang yang melakukan penipuan. &lt;/i&gt;(HR. Ibnu&lt;br /&gt;Majah dan Abu Dawud melalui Abu Hurairah dikutip Yusanto dan Muhammad&lt;br /&gt;K.W, 2002:112)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Tidak halal bagi seseorang menjual sesuatu, melainkan hendaknya dia&lt;br /&gt;menerangkan kekurangan (cacat) yang ada pada barang itu. &lt;/i&gt;(HR. Ahmad&lt;br /&gt;dikutip dari Alma, 1994: 62)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;c. Larangan membeli barang dari orang awam sebelum masuk ke pasar.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Rasulullah telah melarang perhadangan barang yang dibawa (dari luar&lt;br /&gt;kota). Apabila seseorang menghadang lalu membelinya maka pemilik&lt;br /&gt;barang ada hak khiyar (menuntut balik/membatalkan) apabila ia telah&lt;br /&gt;sampai ke pasar (dan merasa tertipu). &lt;/i&gt;(Al-Hadits dikutip dari Alma,&lt;br /&gt;1994: 70)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Rasulullah telah melarang membeli barang dari orang luar atau desa&lt;br /&gt;dikarenakan akan terjadi ketidakpuasan, di mana pembeli akan membeli&lt;br /&gt;dengan harga rendah dan akan dijual di pasar dengan harga tinggi&lt;br /&gt;sehingga pembeli akan memperoleh untung yang banyak. Hal in merupakan&lt;br /&gt;penipuan, padahal Rasulullah melarang bisnis yang ada unsur penipuannya.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan larangan yang lainnya adalah larangan mengurangi timbangan&lt;br /&gt;diterangkan dalam Al-Quran dalam surat Al-Muthaffifin ayat 1-6 sebagai&lt;br /&gt;berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang curang. (yaitu) orang-orang&lt;br /&gt;yang apabila menerima takaran dari orang lain mereka minta dipenuhi,&lt;br /&gt;Dan apabila mereka menakar atau menimbang untuk orang lain, mereka&lt;br /&gt;mengurangi. Tidaklah orang-orang itu menyangka, bahwa Sesungguhnya&lt;br /&gt;mereka akan dibangkitkan, Pada suatu hari yang besar, (yaitu) hari&lt;br /&gt;(ketika) manusia berdiri menghadap Tuhan semesta alam? &lt;/i&gt;(Al-Muthaffifin&lt;br /&gt;: 1-6)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Dan kepada (penduduk) Mad-yan (Kami utus) saudara mereka, Syu'aib. ia&lt;br /&gt;berkata: "Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tiada Tuhan bagimu&lt;br /&gt;selain Dia. dan janganlah kamu kurangi takaran dan timbangan,&lt;br /&gt;Sesungguhnya Aku melihat kamu dalam keadaan yang baik (mampu) dan&lt;br /&gt;Sesungguhnya Aku khawatir terhadapmu akan azab hari yang membinasakan&lt;br /&gt;(kiamat)." &lt;/i&gt;(Huud: 84)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penjual harus tegas dalam hal timbangan dan takaran. Mengenai ini Nabi&lt;br /&gt;juga berkata yang artinya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Tidak ada suatu kelompok yang mengurangi timbangan dan takaran tanpa&lt;br /&gt;diganggu olah kerugian. &lt;/i&gt;(Al-Hadits, Dikutip dari Afzalurahman, 1997: 28)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi berkata kepada pemilik timbangan dan takaran:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Sesungguhnya kamu telah diberi kepercayaan dalam urusan yang membuat&lt;br /&gt;bangsa-bangsa terdahulu sebelum kamu dimusnahkan". &lt;/i&gt;(Al-Hadist, dikutip&lt;br /&gt;dari Afzalurahman, 1997: 28)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila sikap Shiddiq dilakukan oleh pelaku bisnis maka praktek bisnis&lt;br /&gt;jahiliyah tidak akan terjadi, perbuatan penipuan dan sebagainya akan&lt;br /&gt;terhapus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;2. Amanah&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amanah berarti tidak mengurangi apa-apa yang tidak boleh dikurangi dan&lt;br /&gt;sebaliknya tidak boleh ditambah, dalam hal in termasuk juga tidak&lt;br /&gt;menambah harga jual yang telah ditentukan kecuali atas pengetahuan&lt;br /&gt;pemilik barang. Maka seorang yang diberi Amanah harus benar-benar&lt;br /&gt;menjaga dan memegang Amanah tersebut, ayat tersebut adalah sebagai&lt;br /&gt;berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Sesungguhnya kami Telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan&lt;br /&gt;gunung-gunung, Maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan&lt;br /&gt;mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh&lt;br /&gt;manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh,&lt;/i&gt;(Al-Ahzab: 72)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah memerintahkan setiap muslim untuk selalu menjaga Amanah&lt;br /&gt;yang diberikan kepadaNya. Sabda Nabi akan hal ini yang artinya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Tunaikanlah amanat terhadap orang yang mengamanatimu dan janganlah&lt;br /&gt;berkhianat terhadap orang yang mengkhianatimu. &lt;/i&gt;(HR. Ahmad dan Abu&lt;br /&gt;Dawud dikutip dari Yusanto dan Muhammad K.W, 2002: 105)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ubadah bin Al Samit menyatakan bahwa Nabi SAW bersabda:&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"berikanlah kepadaku enam jaminan dari diri kamu, aku menjamin surga untuk kamu:&lt;br /&gt;1) berlaku benar apabila kamu berbicara, 2) tepatlah manakala kamu&lt;br /&gt;berjanji,&lt;br /&gt;3) Tunaikanlah manakala kamu diamanahkan, 4) pejamkanlah mata kamu (dari yang di tengah),&lt;br /&gt;5) peliharalah faraj kamu,&lt;br /&gt;6) tahanlah tangan kamu". &lt;/i&gt;(HR. Imam Ahmad dikutip dari syeikh Abod dan&lt;br /&gt;Zamry Abdul Kadir, 1991: 102)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seseorang yang melanggar Amanah digambarkan oleh Rasulullah sebagai&lt;br /&gt;orang yang tidak beriman. Bahkan lebih jauh lagi, Digambarkan sebagai&lt;br /&gt;orang munafik. Sabda Nabi tentang hal ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Tidak beriman orang yang tidak memegang Amanah tidak ada agama orang&lt;br /&gt;yang tidak menepati janji. &lt;/i&gt;(HR. Ad Dalimi Dikutip dari Yusanto dan&lt;br /&gt;Muhammad K.W, 2002: 105)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Tanda orang munafik itu ada tiga macam: jika berbicara, ia berdusta;&lt;br /&gt;jika berjanji, ia mengingkari; dan jika diberi kepercayaan, dia&lt;br /&gt;khianat. &lt;/i&gt;(HR. Ahmad dikutip dari Yusanto dan Muhammad K.W, 2002: 105)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang yang jujur dan amanah akan mendapatkan pahala dari Allah SWT&lt;br /&gt;dan akan dimasukkan ke dalam surga bersama para Rasul dan orang yang&lt;br /&gt;beriman, orang jujur seperti sabda Nabi SAW yang artinya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Para pedagang yang jujur dan Amanah akan berada bersama para Rasul,&lt;br /&gt;orang-orang yang beriman, dan orang-orang yang jujur. Rizki Allah&lt;br /&gt;terbesar pada (hambanya) ada dalam bisnis. &lt;/i&gt;(Al-Hadits dikutip dari&lt;br /&gt;Raharjo, 1987: 17)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sikap Amanah mutlak harus dimiliki oleh seorang pebisnis muslim. Sikap&lt;br /&gt;Amanah diantaranya tidak melakukan penipuan, memakan riba, tidak&lt;br /&gt;menzalimi, tidak melakukan suap, tidak memberikan hadiah yang&lt;br /&gt;diharamkan, dan tidak memberikan komisi yang diharamkan. Hadis nabi&lt;br /&gt;yang berkenaan dengan hal tersebut yang artinya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;a. Larangan memakan riba&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Beliau (Nabi SAW) melaknat orang yang memakan riba, orang yang&lt;br /&gt;menyerahkannya, para saksi serta pencatatnya. &lt;/i&gt;(HR. Ibnu Majah dari&lt;br /&gt;Ibnu Mas'ud Dikutip dari Yusanto dan Muhammad K.W, 2002: 112)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;b. Larangan melakukan tindak kezaliman&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Seorang muslim terhadap sesama muslim adalah haram: harta bendanya,&lt;br /&gt;kehormatannya, dan jiwanya. &lt;/i&gt;(HR. Abu Dawud dan Ibnu Majah Dikutip dari&lt;br /&gt;Yusanto dan Muhammad K.W, 2000: 109)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;c. Larangan melakukan suap&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Laknat Allah terhadap penyuap dan penerima suap di dalam kekuasaan.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;(HR. Imam Abu Dawud dari Hurairah Dikutip dari Yusanto dan Muhammad&lt;br /&gt;K.W, 2002: 108)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Laknat Allah terhadap penyuap dan penerima suap. &lt;/i&gt;(HR. Imam Tirmidzi&lt;br /&gt;dari Abdullah bin Amr Dikutip dari Yusanto dan Muhammad K.W, 2002: 108)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;d. Larangan memberikan hadiah haram&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Hadiah yang diberikan pada penguasa adalah ghulul (perbuatan curang).&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;(HR. Imam Ahmad dan Al-Baihaqi dari Abu Hamid As-Sunnah Saidi dari&lt;br /&gt;`Ibbadh; Dikutip dari Yusanto dan Muhammad K.W, 2002: 108)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Hadiah yang diberikan kepada pejabat adalah suht (haram). &lt;/i&gt;(HR.&lt;br /&gt;Al-Khatib dari Anas r.a, Dikutip dari Yusanto dan Muhammad K.W, 2002: 108)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;e. Larangan memberikan komisi yang haram&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Rasulullah mengutusku ka Yaman (sebagai penguasa daerah). Setelah aku&lt;br /&gt;berangkat, beliau SAW, mengutus orang menyusulku. Aku pulang kembali.&lt;br /&gt;Rasulullah SAW, bertanya kepadaku, "tahukah engkau, mengapa kau&lt;br /&gt;mengutus orang menyusulmu? "janganlah engkau mengambil sesuatu untuk&lt;br /&gt;kepentinganmu sendiri tanpa seizinku. (jika hal itu kamu lakukan) itu&lt;br /&gt;merupakan kecurangan, dan barang siapa berbuat curang pada hari kiamat&lt;br /&gt;kelak dibangkitkan dalam keadaan memikul beban kecurangannya. Untuk&lt;br /&gt;itulah, engkau aku panggil dan sekarang berangkatlah untuk melakukan&lt;br /&gt;tugas pekerjaanmu. &lt;/i&gt;(HR. Imam Tirmidzi dari Mu'adz bin Jabal r.a,&lt;br /&gt;Dikutip dari Yusanto dan Muhammad K.W, 2002: 109)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Barang siapa yang kami pekerjakan untuk melakukan tugas dan kepadaNya&lt;br /&gt;kami telah berikan rizki (yakni imbalan atas jerih payahnya) maka apa&lt;br /&gt;yang diambil olehnya selain itu adalah suatu kecurangan. &lt;/i&gt;(HR. Imam Abu&lt;br /&gt;Dawud Dikutip dari Yusanto dan Muhammad K.W, 2002: 109)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sikap amanah mutlak harus dimiliki oleh seorang pebisnis muslim. Sikap&lt;br /&gt;itu bisa dimiliki jika dia selalu menyadari bahwa apapun aktivitas&lt;br /&gt;yang dilakukan termasuk pada saat ia bekerja selalu diketahui oleh&lt;br /&gt;Allah SWT. Sikap amanah dapat diperkuat jika dia selalu meningkatkan&lt;br /&gt;pemahaman Islamnya dan istiqamah menjalankan syariat Islam. Sikap&lt;br /&gt;amanah juga dapat dibangun dengan jalan saling menasehati dalam&lt;br /&gt;kebajikan serta mencegah berbagai penyimpangan yang terjadi. Sikap&lt;br /&gt;amanh akan memberikan dampak positif bagi diri pelaku, perusahaan,&lt;br /&gt;masyarakat, bahkan negara. Sebaliknya sikap tidak amanah (khianat)&lt;br /&gt;tentu saja akan berdampak buruk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;3. Fathanah&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fathanah berarti cakap atau cerdas. Dalam hal ini Fathanah meliputi&lt;br /&gt;dua unsur, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;a. Fathanah dalam hal administrasi/manajemen dagang, artinya&lt;br /&gt;hal-hal yang berkenaan dengan aktivitas harus dicatat atau dibukukan&lt;br /&gt;secara rapi agar tetap bisa menjaga Amanah dan sifat shiddiqnya.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman Allah SWT:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu bermu'amalah tidak secara&lt;br /&gt;tunai untuk waktu yang ditentukan, hendaklah kamu menuliskannya. dan&lt;br /&gt;hendaklah seorang penulis di antara kamu menuliskannya dengan benar.&lt;br /&gt;dan janganlah penulis enggan menuliskannya sebagaimana Allah&lt;br /&gt;mengajarkannya, maka hendaklah ia menulis, dan hendaklah orang yang&lt;br /&gt;berhutang itu mengimlakkan (apa yang akan ditulis itu), dan hendaklah&lt;br /&gt;ia bertakwa kepada Allah Tuhannya, dan janganlah ia mengurangi&lt;br /&gt;sedikitpun daripada hutangnya. jika yang berhutang itu orang yang&lt;br /&gt;lemah akalnya atau lemah (keadaannya) atau dia sendiri tidak mampu&lt;br /&gt;mengimlakkan, Maka hendaklah walinya mengimlakkan dengan jujur. dan&lt;br /&gt;persaksikanlah dengan dua orang saksi dari orang-orang lelaki (di&lt;br /&gt;antaramu). jika tak ada dua orang lelaki, Maka (boleh) seorang lelaki&lt;br /&gt;dan dua orang perempuan dari saksi-saksi yang kamu ridhai, supaya jika&lt;br /&gt;seorang lupa Maka yang seorang mengingatkannya. janganlah saksi-saksi&lt;br /&gt;itu enggan (memberi keterangan) apabila mereka dipanggil; dan&lt;br /&gt;janganlah kamu jemu menulis hutang itu, baik kecil maupun besar sampai&lt;br /&gt;batas waktu membayarnya. yang demikian itu, lebih adil di sisi Allah&lt;br /&gt;dan lebih menguatkan persaksian dan lebih dekat kepada tidak&lt;br /&gt;(menimbulkan) keraguanmu. (Tulislah mu'amalahmu itu), kecuali jika&lt;br /&gt;mu'amalah itu perdagangan tunai yang kamu jalankan di antara kamu,&lt;br /&gt;Maka tidak ada dosa bagi kamu, (jika) kamu tidak menulisnya. dan&lt;br /&gt;persaksikanlah apabila kamu berjual beli; dan janganlah penulis dan&lt;br /&gt;saksi saling sulit menyulitkan. jika kamu lakukan (yang demikian),&lt;br /&gt;Maka Sesungguhnya hal itu adalah suatu kefasikan pada dirimu. dan&lt;br /&gt;bertakwalah kepada Allah; Allah mengajarmu; dan Allah Maha mengetahui&lt;br /&gt;segala sesuatu. &lt;/i&gt;(Al Baqarah: 282)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;b. Fathanah dalam hal menangkap selera pembeli yang berkaitan dengan barang maupun harta. &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Dalam hal fathanah ini Rasulullah&lt;br /&gt;mencontohkan tidak mengambil untung yang terlalu tinggi dibanding&lt;br /&gt;dengan saudagar lainya. Sehingga barang beliau cepat laku. (Abu&lt;br /&gt;Mukhaladun, 1999: 15, syeikh Abod dan Zambry Abdul Kadir 1991:288).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian fathanah di sini berkaitan dengan strategi pemasaran&lt;br /&gt;(kiat membangun citra). Menurut Afzalurahman (1997:168) kiat membangun&lt;br /&gt;citra dari uswah Rasulullah SAW meliputi: penampilan, pelayanan,&lt;br /&gt;persuasi dan pemuasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;· Penampilan, tidak membohongi pelanggan, baik menyangkut&lt;br /&gt;besaran (kuantitas) maupun kualitas. &lt;/strong&gt;Hadits nabi tentang hal ini yang&lt;br /&gt;artinya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Apabila dilakukan penjualan, katakanlah: "tidak ada penipuan". &lt;/i&gt;(HR. Imam Bukhari dari Abdullah bin Umar r.a, dikutip dari Dikutip dari&lt;br /&gt;Yusanto dan Muhammad K.W, 2002: 112)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Sempurnakanlah takaran dan janganlah kamu termasuk orang- orang yang&lt;br /&gt;merugikan; Dan timbanglah dengan timbangan yang lurus. Dan janganlah&lt;br /&gt;kamu merugikan manusia pada hak-haknya dan janganlah kamu merajalela&lt;br /&gt;di muka bumi dengan membuat kerusakan; &lt;/i&gt;(Asy-Syu'ara: 181-183)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Tidak ada suatu kelompok yang merugikan timbangan dan takaran tapa&lt;br /&gt;diganggu oleh kerugian. &lt;/i&gt;(Al-Hadits dikutip dari Afzalurahman, 1997: 28)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;· Pelayanan, pelanggan yang tidak sanggup membayar kontan&lt;br /&gt;hendaknya diberi tempo untuk melunasinya. Selanjutnya, pengampunan&lt;br /&gt;(bila memungkinkan) hendaknya diberikan jika ia benar-benar tidak&lt;br /&gt;sanggup membayarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Persuasi, menjauhi sumpah yang berlebihan dalam menjual suatu&lt;br /&gt;barang. &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Hadits nabi tentang hal in yang artinya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Sumpah dengan maksud melariskan barang dagangan adalah penghapus berkah. &lt;/i&gt;(HR. Bukhari dan Muslim dikutip dari Alma, 1994: 60)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;· Pemuasan, hanya dengan kesempatan bersama, dengan suatu usulan dan penerimaan, penjualan akan sempurna.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta&lt;br /&gt;sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang&lt;br /&gt;berlaku dengan suka sama-suka di antara kamu. dan janganlah kamu&lt;br /&gt;membunuh dirimu; Sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;(An Nisaa': 29)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian sikap fathanah ini sangat penting bagi pebisnis,&lt;br /&gt;karena sikap fathanah ini berkaitan dengan marketing , keuntungan&lt;br /&gt;bagaimana agar barang yang dijual cepat laku dan mendatangkan&lt;br /&gt;keuntungan, bagaimana agar pembeli tertarik dan membeli barang tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;i&gt;HIKMAH&lt;/i&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Dari penjelasan diatas bisa kita petik suatu pelajaran yang berharga&lt;br /&gt;bahwa prinsip-prinsip bisnis Rasulullah saw adalah Shiddiq, Amanah dan&lt;br /&gt;Fathanah. Shiddiq adalah Suatu sikap yang jujur dan selalu berbuat&lt;br /&gt;baik dan menghindari perbuatan seperti tidak menepati janji yang belum&lt;br /&gt;atau telah disepakati, menutupi cacat atau aib barang yang dijual dan&lt;br /&gt;membeli barang dari orang awam sebelum masuk ke pasar. Sedangkan sifat&lt;br /&gt;amanah adalah tidak mengurangi apa-apa yang tidak boleh dikurangi dan&lt;br /&gt;sebaliknya tidak boleh ditambah, dalam hal ini termasuk juga tidak&lt;br /&gt;menambah harga jual yang telah ditentukan kecuali atas pengetahuan&lt;br /&gt;pemilik barang. Amanah berarti tidak melakukan penipuan, memakan riba,&lt;br /&gt;tidak menzalimi, tidak melakukan suap, tidak memberikan hadiah yang&lt;br /&gt;diharamkan, dan tidak memberikan komisi yang diharamkan. Fathanah&lt;br /&gt;berarti cakap atau cerdas. Dalam hal ini Fathanah meliputi dua unsur:&lt;br /&gt;Fathanah dalam hal administrasi/manajemen dagang dan Fathanah dalam&lt;br /&gt;hal menangkap selera pembeli yang berkaitan dengan barang maupun&lt;br /&gt;harta. Dengan demikian fathanah di sini berkaitan dengan strategi&lt;br /&gt;pemasaran (kiat membangun citra). kiat membangun citra dari uswah&lt;br /&gt;Rasulullah SAW meliputi: penampilan, pelayanan, persuasi dan pemuasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(sumber :www.pengusahamuslim.com)  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1368248973152853687-2155761250010784087?l=maestro-bisnis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://maestro-bisnis.blogspot.com/feeds/2155761250010784087/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://maestro-bisnis.blogspot.com/2009/05/prinsip-prinsip-bisnis-rasulillah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1368248973152853687/posts/default/2155761250010784087'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1368248973152853687/posts/default/2155761250010784087'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://maestro-bisnis.blogspot.com/2009/05/prinsip-prinsip-bisnis-rasulillah.html' title='Prinsip-Prinsip Bisnis Rasulullah'/><author><name>H.Fardhol Suparlan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06617279264361254919</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_TmDO2atm0c4/SaKnA0HLJZI/AAAAAAAAACk/nd6svNtzwoM/S220/syaikh.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_TmDO2atm0c4/Sf_voEPtC0I/AAAAAAAAAHY/ucWo2HeEtcw/s72-c/Fragrances_Of_Paradise_Ali_s_100_Uncut_Oils.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1368248973152853687.post-6801839165048844343</id><published>2009-04-29T01:59:00.000-07:00</published><updated>2009-05-15T00:04:29.414-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Spirit Bisnis'/><title type='text'>Ketentuan dan rumusnya mencari rizqi buat pengusaha</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_TmDO2atm0c4/Sg0T7ErlDdI/AAAAAAAAAIA/oM4f1LHpR_M/s1600-h/dollar_168x102.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 168px; height: 102px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_TmDO2atm0c4/Sg0T7ErlDdI/AAAAAAAAAIA/oM4f1LHpR_M/s200/dollar_168x102.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5335943039093640658" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Bahwa semua ada ilmunya, maka dalam mencari rizqi Alloh Swt yang halal bagi pengusaha tentunya ada ilmunya ada rumusannya. Inilah rumusannya insyaalloh:&lt;div class="wp-post-entry"&gt; &lt;p&gt;bertakwa kepada Alloh Swt x Tawwakal kepada Alloh Swt x value x laverage&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Bertakwa kepada Alloh Swt&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bertakwa kepada Alloh Swt mungkin lebih gampang bagi kita pengusaha pengertiannya adalah berkomitmen kepada Alloh Swt. Bagi kita pengusaha yang melakukan berbagai bisnis dengan orang lain, konsumen kita. Yang paling kita pegang baik untuk kita sendiri dan melihat mitra bisnis kita adalah komitmen. Dalam bisnis, kita selalu berusaha supaya konsumen kita merasa puas, akan kita kasih servis yang bagus, bila ada janji ketemu kita datang lebih awal, bila kita menjanjikan kita akan berusaha mati-matian untuk menepati, tidak akan kita kerjakan hal-hal yang bikin konsumen kita merasa tidak senang karena bisa berakibat bisnis gagal. Begitulah komitmen, manakala kita berkomitmen kepada Alloh seharusnya kita bisa lebih mengusahakan maxsimal seperti kita berkomitmen kepada konsumen kita. Dan ketika kita bertakwa kepada Alloh Swt, kita mendapat kemudahan dalam urusan-urusan kita.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;“Dan barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Allah menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya”.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;QS. Ath-Thalaq : 4&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;   &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Tawwakal kepada Alloh Swt&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tawakal adalah menyandarkan permasalahan kepada Allah dalam mengupayakan yang dicari dan menolak apa – apa yang tidak disenangi disertai percaya penuh kepada Allah dan menempuh sebab yang diizinkan syariat. Bahwa tidak ada satu atom pun bergerak kecuali dengan ijin Alloh Swt.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sebelum ikhtiar, kita sempurnakan niat. Kita gunakan perencanaan sesuai dengan sunnatullah, sering kali kita sebagai manusia yang dikaruniai akal dan pikiran selalu menimbang-nimbang sebelum mulai suatu langkah, apalagi satu langkah untuk mulai sebagai pengusaha. Kita menganalisa bahasa kerennya gitu, untung ruginya, nanti tengah jalan gimana enak atau malah sebaliknya. Akhirnya macet terjadi kemacetan analisa, tidak menghasilkan satu putusan untuk segera melangkah tetapi sebenarnya kita sudah memutuskan yaitu berdiam diri saja. Bertawwakalah kepada Alloh Swt setelah berfikir, merencana dengan baik kemudian bulatkan tekad dan bertawwakalah kepada Alloh Swt. Point merencana dan analisa perlu digarisbawahi bahwa dalam prosesnya memang perlu kematangan rencana dan analisa cuma menurut saya, kita tidak dapat merencana dan menganalisa sejauh 100 % maka cukuplah 70%-80% untuk segera membulatkan tekad kita, setelah itu bertawwakal kepada Alloh Swt. Bertawwakal kepada Alloh Swt sebelum berikhtiar menimbulkan keberanian dan garansi untuk melangkah menuju keberhasilan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;……….Kemudian apabila kamu sudah membulatkan tekad (berazam) maka bertawakallah kepada Allah . Sungguh Allah mencintai orang yang bertawakal. QS 3:159.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Dalam proses ikhtiar kita perlu bertawwakal kepada Alloh Swt, adalah benar manusia mempunyai harapan-harapan, punya keinginan untuk berhasil. Bahwa keinginan dan harapan ini mendorong menusia untuk bertindak mewujudkan apa yang diinginkannya itu. Bahwa dengan bertawwakal kepada Alloh Swt, sesungguhnya Alloh-lah yang menguasai segala kejadian, tidak bergerak walaupun sebesar zahrah tanpa seijin-Nya. Kita akan  merasakan nikamt luar biasa ketika hatinya sudah meyakini bahwa setiap kejadian hanya terjadi dengan ijin Allah. Kita akan mendapat ketenangan hati, fikiran yang terfokus dalam proses ikhtiar kita&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;“Andaikan kalian tawakal kepada Allah dengan sebenarnya niscaya Allah akan memberi rizki kepada kalian seperti memberi rizki kepada burung. Mereka pergi pagi dengan perut kosong dan pulang sore dengan perut kenyang”. (Shahih, Tirmidzi 2344 dan berkata,hadist hasan shahih, Ibnu Majah 4164, Ahmad, dishahihkan al Akbani)&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;“Dan, barangsiapa yang bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang yang dikehendaki-Nya”&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;(At Thalaq 33&lt;/em&gt;).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Setelah berikhtiar bertawwakal kepada Alloh Swt, berserah diri kepada Alloh Swt atas segala hasil yang nantinya diperoleh. Apabila keberhasilan dan kesenangan yang didapat tetap bersyukur kepada Alloh Swt, apabila kegagalan dan kesusahan yang dikasih tetap bersabar tetap berbaik sangka kepada Alloh Swt. Bahwa ikhtiar kita belumlah memenuhi sebab-sebab berhasilnya hal yang kita usahakan, bahwa ketentuan Alloh swt akan suatu keberhasilan adalah tetap dan cukuplah Alloh Swt menjadi pelindung.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;Dan tawakallah kepada Allah. Cukuplah Alloh menjadi pelindung. (Q.S.An-Nisa’ : 81 ).&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;Dan hanya kepada Alloh hendaknya kamu bertawakal. Jika kamu benar – benar orang yang beriman. (Q.S. Al- Maidah : 23 ).&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Value (nilai)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam membangun sebuah usaha kita harus mempunyai nilai tambah. Nilai tambah itu membantu memberikan kenikmatan dan kenyamanan, menghindarkan kesengsaraan bagi orang lain. Caranya adalah dengan mempermudah, mempercepat, memberi kemudahan dalam prosesnya mencapai keinginan orang lain. sedangkan keinginan orang antara lain: kepastian, kenyamanan, kenikmatan, berbeda dengan yang lain, lebih unggul, ada kontribusi diri, variasi, bersosial dan bersilaturahmi. Bangunlah nilai tambah usaha kita, apakah itu lebih nikmat, lebih nyaman, lebih lezat, pasti halal, berbeda dengan yang lain, lebih unggul dari yang lain ataupun tempat usaha kita memberi kesempatan bersilaturahmi dalam kebaikan. Kita bantu orang lain memenuhi keinginannya maka kita akan mendapat rizqi dari Alloh Swt. amin&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Laverage&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pengertian laverage semacam pengungkit, alat ungkit. Yaitu alat untuk mempermudah dalam kita mencapai tujuan. Lebih mudahnya misalkan kita ingin memindahkan batu bata dari satu tempat ke tempat lain, kita bisa pindahin satu persatu batu bata itu dengan tangan kita sendiri satu persatu. Batu bata terpindahkan tetapi tangan kita pegal banget, waktu yang diperlukan lama. Beda kalo kita pindahin batu bata dengan gerobak, ada rodanya jadi lebih ringan angkutnya, lebih banyak muatnya sekali jalan, waktunya lebih cepat selesai, gerobak dengan roda itu adalah laverage. Ada beberapa laverage antara lain modal, ide, skill, perkenalan. Yang harus dilakukan adalah mengkomunikasikan nilai tambah kita ke banyak orang untuk bekerja sama dalam modal, ide, skill, dan contact atau kenalan. Aplikasinya seperti kita punya jasa tour &amp;amp; travelling yang punya nilai tambah berkerjasama dengan pemerintah sehingga jasa kita dipakai untuk pemberangkatan haji dan umroh seluruh indonesia.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Faktor kali&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Fokuslah pada faktor kali, hasilnya adalah lebih banyaknya orang yang terlayani oleh bidang usaha kita, lebihnya orang yang terbantu karena bidang usaha kita.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;faktor kali pertama&lt;br /&gt;Mengubah dan menambah luas tempat usaha sehingga menampung lebih banyak pelanggan, mengusahakan lebih banyak pelanggan yang datang dengan memperbagus pelayanan dan meningkatkan kualitas. Muliakan pelanggan disitu dimulainya bisnis.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;faktor kali kedua&lt;br /&gt;Membuka cabang diberbagai daerah atau melayani waralaba sehingga lebih banyak lagi pelanggan terlayani bahkan diberbagai tempat&lt;/p&gt; &lt;p&gt;faktor kali ketiga&lt;br /&gt;…&lt;/p&gt; &lt;p&gt;semoga bermanfaat.&lt;br /&gt;(mengikat ilmu&amp;amp;berbagi) &lt;/p&gt;   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber:www.pengusahamuslim.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;      &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1368248973152853687-6801839165048844343?l=maestro-bisnis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://maestro-bisnis.blogspot.com/feeds/6801839165048844343/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://maestro-bisnis.blogspot.com/2009/04/ketentuan-dan-rumusnya-mencari-rizqi_29.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1368248973152853687/posts/default/6801839165048844343'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1368248973152853687/posts/default/6801839165048844343'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://maestro-bisnis.blogspot.com/2009/04/ketentuan-dan-rumusnya-mencari-rizqi_29.html' title='Ketentuan dan rumusnya mencari rizqi buat pengusaha'/><author><name>H.Fardhol Suparlan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06617279264361254919</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_TmDO2atm0c4/SaKnA0HLJZI/AAAAAAAAACk/nd6svNtzwoM/S220/syaikh.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_TmDO2atm0c4/Sg0T7ErlDdI/AAAAAAAAAIA/oM4f1LHpR_M/s72-c/dollar_168x102.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
